Minggu, 05 Juni 2011

Pemanfaatan Jerami sebagai Pakan Ternak Kambing







SEBAGAI daerah pertanian, Kabupaten Pesawaran tidak hanya memiliki potensi limbah kulit kakao yang dapat digunakan sebagai pakan ternak kambing. Lahan pertanian padi yang luas juga memberikan limbah jerami yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan seperti halnya kulit kakao.

Pengurus Gapoktan Tani Makmur, Desa Way Harong, Kecamatan Way Lima, Pesawaran, Hasrat Tanjung, memaparkan jerami dapat digunakan sebagai pakan kambing. Namun, sebelumnya harus diolah terlebih dahulu melalui amoniasi mengingat kandungan gizi jerami rendah.

Amoniasi merupakan teknik perlakuan kimiawi dengan penambahan unsur N dari urea pada jerami, sehingga terjadi perombakan struktur jerami yang keras menjadi lunak untuk meningkatkan daya cerna dan meningkatkan jumlah jerami yang dimakan.

Prinsip amoniasi ini adalah penggunaan urea sebagai sumber amonia yang dicampurkan ke jerami. Teknik ini dapat dilakukan dengan cara basah atau kering. Cara basah dapat dilakukan dengan melarutkan urea dalam air kemudian dicampurkan ke jerami. Sedangkan cara kering dengan menaburkan langsung urea ke jerami secara berlapis.

Pencampuran urea dengan jerami ini harus dilakukan dalam kondisi hampa udara dan disimpan selama satu bulan. Dalam proses amoniasi ini, urea berfungsi sebagai penghancur ikatan-ikatan lignin, selulosa, dan silika yang terdapat pada kerami, karena zat-zat tersebut merupakan faktor penyebab rendahnya daya cerna jerami.

Proses amoniasi dapat dilakukan di tempat khusus, misalnya di drum bekas, yang ditutup dengan plastik kedap udara. Proses amoniasi yang sempurna ditandai dengan tekstur jerami yang lebih mudah putus, berwarna kuning tua atau cokelat, dan berbau amonia.

Untuk mengurangi bau amonia, jerami harus dianginkan selama 1—2 jam sebelum diberikan kepada ternak. Jumlah pemberiannya sama dengan pemberian hijauan pakan, yaitu 10% dari bobot badan.

Dengan pemberian pakan jerami ini, petani dapat mengurangi pengeluaran biaya pakan. Pakan jerami juga dapat meningkatkan produksi ternak serta tenaga kerja yang lebih efisien. Selain itu, lingkungan kandang lebih sehat dan nyaman karena kotoran ternak yang dihasilkan lebih sedikit, kering, dan tidak berbau.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar