Rabu, 31 Agustus 2011

Tips Ampuh : Daun Sambung nyawa, Daun Ajaib Untuk Obat segala Penyakit


Sampai sekarang sambung nyawa terus dimanfaatkan sebagai pereda beragam penyakit. Industri nasional telah lama meliriknya untuk dijadikan ekstrak atau bahan dasar beragam ramuan dalam kemasan.

Daun Sambung nyawa, Daun Ajaib Untuk Obat Segala Penyakit

Kenyataan ini sebenarnya bermula dari pengakuan yang banyak muncul di tengah masyarakat. Sudah sejak zaman dulu orang memanfaatkan sambung nyawa untuk beragam keluhan, dari mulai maag, kolesterol tinggi, hingga hipertensi.

Seperti diungkapkan Laksmi. Perempuan yang tinggal di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini biasa mengonsumsi daun sambung nyawa sebagai lalapan. Seperti sayuran lain, menurutnya, daun sambung nyawa enak dijadikan urap atau lalapan. “Ambil daun sambung nyawa secukupnya, lalu cuci bersih. Bisa langsung dimakan seperti kenikir dalam pecel,” tuturnya. Resep itu terbukti efektif untuk meredakan maagnya jika kambuh.

Kenyataan ini sebenarnya bermula dari pengakuan yang banyak beredar di tengah masyarakat. Sudah sejak zaman dulu orang memanfaatkan Sambung Nyawa untuk beragam penyakit, dari

  1. Maag
  2. Kolesterol tinggi,
  3. Hipertensi,
  4. Kanker
  5. Diabetes / Gula
  6. Sakit akibat gigitan dan sengatan

Untuk mengkonsumsinya tak dibutuhkan kerepotan. Tinggal dicuci bersih-bersih, lantas langsung dilalap bisa, dicocol sambal pun boleh. Jika ingin variasi rasa, bisa juga dijus, ditumis, atau dikukus.

Penelitian tentang khasiat daun sambung nyawa untuk mengendalikan tekanan darah antara lain berjudul Uji Efek Hipotensif Gynura procumbens (Lour) Merr pada Tikus Jantan oleh Endang Hardini (Puslitbang Farmasi, Departemen Kesehatan RI) dan Significant Suppressive Effect of Gynura procumbens on Hypertension in Hypertensive Rats oleh Hee Jae Lee dari Department of Pharmacology, College of Medicine, Kyung Hee University, Seoul, Korea.

Penelitian Hee Jae Lee dan kawan-kawan dilakukan pada tikus jantan dewasa. Selama empat minggu tikus-tikus itu diberi ekstrak daun sambung nyawa (500 mg/kg). Hasilnya, tidak ditemui toksik dan ada penurunan tekanan darah secara berarti. Hasil penelitian tersebut menjadi dasar bagi beberapa produsen untuk meneliti dan mengolah daun sambung nyawa sebagai obat tradisional. Ada juga dalam bentuk food supplement.

Selain untuk menjaga tekanan darah agar tidak naik, sebenarnya daun sambung nyawa masih mempunyai banyak efek lain yang bagus untuk kesehatan, seperti mengendalikan kadar gula darah (antidiabetes), menurunkan kolesterol, mencegah dan memperbaiki kerusakan ginjal, dan mengurangi peradangan (anti-inflamasi)

Memang Indonesia kaya akan ragam tanaman obat tradisional sehingga kita punya begitu banyak alternatif untuk pengobatan. Namun, satu hal yang perlu diingat juga bahwa obat-obatan tersebut hanya sebagai pembantu saja. Jadi, pola hidup sehat juga harus kita lakukan agar penyakit yang kita deritadapat cepat tertanggulangi

Senin, 29 Agustus 2011

Pupuk Organik Daunic mulai banyak digunakan di Tanah Karo





























Pupuk Organik NPK Plus Daunic mulai banyak digunakan petani di Sumatera Utara khususnya di Tanah Karo untuk budidaya tanamannya. Petani Karo telah membuktikan manfaat dan kelebihan dari pupuk Daunic ini, mulai dari akar, batang, daun lebih subur jika menggunakan pupuk ini. Tanaman lebih banyak memiliki bunga dan buah yang lebih banyak dan lebih besar sehingga meningkatkan produksi tanaman petani. Terutama penggunaan pupuk pada tanaman bunga, kentang, tomat, strawberry, cabai, jeruk, kopi, kol dan selada crop yang telah dibuktikan petani Karo yang memakai Pupuk Organik NPK Plus Daunic ini.


Minggu, 28 Agustus 2011

Berita Pertanian : Gudang Bulog Didominasi Beras Impor











Jakarta
. Perum Bulog seharusnya menyerap beras-beras dari petani lokal. Namun kenyataannya hampir seluruh beras yang terdapat di salah satu gudang besar Bulog di Sidoarjo, Jawa Timur dipenuhi oleh beras impor. Sebanyak 289.000 ton beras yang ada di gudang tersebut merupakan beras impor.

Anggota DPR RI Komisi IV F-PKS, Rofi Munawar menyebutkan, ketika dirinya mengunjungi gudang beras Bulog Sidoarjo, Jawa Timur ditemukan 290.000 ton beras. Dari jumlah itu, hanya 1.000 ton yang berasal dari petani lokal.

"Temuan ini cukup ironis, impor beras yang dilakukan oleh Bulog ternyata dilakukan hanya untuk memenuhi gudang-gudang dengan beras dari negara lain. Ini semakin menegaskan bahwa keamanan dan ketahanan pangan kita bergantung dari impor," katanya seperti yang dikutip dari siaran pers yang diterima detikFinance, Sabtu (27/8).

Menurut Rofi, Perum Bulog seharusnya menjadi bantalan stok beras nasional dengan menyerap beras dari petani lokal. Namun, dengan lebih dominannya beras impor yang ada di gudang Bulog ini membuat beras-beras lokal menjadi tidak berharga.

"Seharusnya gudang Bulog dipenuhi dengan beras dari petani lokal, adapun beras impor hanya pelengkap. Namun, apa yang terjadi justru berbeda 180 derajat, beras lokal terpuruk sedangkan beras impor mendominasi," tuturnya.

Rofi menyangka, temuan diri membanjirnya beras impor di gudang Bulog Sidoarjo, Jawa Timur, ini bukan tidak mungkin dapat ditemui di gudang-gudang Bulog lainnya. Apabila hal tersebut memang benar adanya, Rofi menilai perum Bulog tidak sungguh-sungguh dalam menyerap beras petani dalam negeri.

Gambaran Rendahnya Kesungguhan

"Temuan ini bukan tidak mungkin terjadi di gudang-gudang Bulog lainnya di seluruh Indonesia. Jika ini terjadi tentu menjadi sebuah gambaran rendahnya kesungguhan Bulog dalam menyerap beras dari petani lokal.

Seharusnya dengan infrastruktur yang dimiliki Bulog tidak sulit untuk menyerap gabah dari petani," imbuhnya.

Padahal Bulog memiliki Inpers No.8 tahun 2011 yang dapat membeli gabah dan beras petani sesuai dengan harga pasar dengan pantauan BPS. "Tetapi kenyataan di lapangan sebaliknya, ini menunjukkan pelaksanaan Inpres tersebut tidak efektif," tandasnya.

Dari catatan Rofi, pemerintah telah memastikan penghentian impor beras per 31 Maret 2011 dengan alasan masa panen raya padi sedang berlangsung dan dipastikan stok beras secara nasional cukup untuk 5-6 bulan ke depan. Namun, pemerintah tetap saja melakukan impor beras pada pertengahan Agustus lalu dari Vietnam.

"Kondisi itu tidak bertahan lama, empat bulan berselang ternyata pertengahan Agustus Bulog telah melakukan impor beras dari Vietnam sebesar 500.000 ton beras yang masuk dari 20 pelabuhan di seluruh indonesia.

Rofi juga mengtakan, pemerintah telah siap kembali memasukan beras dari Thailand pada September 2011 mendatang sebesar 300.000 ton. "Kemudian dilanjutkan di bulan September direncanakan impor beras dari Thailand sebesar 300.000 ton," tambahnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Januari-Juni 2011 impor pangan Indonesia senilai US$ 5,36 miliar (kurang lebih Rp 45 triliun). Di 2011 Pemerintah memberikan kuota impor beras sekitar 1,5 juta ton. Realisasi impor beras ini akan dilakukan hingga Februari 2012. Saat ini sekitar 3.850 ton beras telah masuk, jika di total 800.000 ton beras diproyeksikan masuk selama 2011. (dtc/ant)

Tips Ampuh : Membeli Ikan Segar






IKAN termasuk bahan makanan yang mudah rusak, terlebih bila sudah sekian jam ditangkap. Bila kondisi ikan mulai jelek, maka bakteri akan cepat menyebar ke tubuh manusia yang mengonsumsinya.
Ikan yang sudah ditangkap tidak boleh lebih dari 24 jam untuk segera diolah. Bila Anda mendapatkan ikan yang segar, maka proses pengolahan untuk dijadikan makanan enak bisa berhasil. Seklaigus, aroma yang keluar lebih alami tanpa penambahan bumbu-bumbu terlalu banyak.
Berikut cara membeli ikan segar, seperti dilansir Ehow
Suhu dan bau

Sentuh ikan serta periksa suhunya, beberapa pasar modern memiliki alat pengukur suhu ikan. Suhu ikan harus 32 derajat Fahrenheit (1 derajat Celsius) atau lebih rendah. Ikan harus dingin bila disentuh. Pastikan ikan yang Anda ingin beli dikemas dengan es, jangan membeli ikan bila tidak terdapat esnya. Sebab, udara dingin akan menjaga kondisi ikan tetap segar.

Bau ikan

Ikan yang baik tetap mengeluarkan aroma tetapi aroma yang ringan dan mirip dengan bau air laut. Bau ikan akan menjadi lebih buruk secara bertahap sesuai dengan perubahan kondisi ikan. Jangan membeli ikan yang sudah berbau terlalu amis karena kemungkinan sudah merusak.
Insang

Periksa insang untuk memastikan ikan; warna merah cerah dan bebas berlendir maka ikan itu baik. Jika insang tampak abu-abu atau coklat, berarti ikan sudah berada di luar air sejak lama, lebih baik Anda tidak membelinya. Lendir yang timbul di sekitar insang biasanya sudah terdapat bakteri. Periksa mata ikan apakah masih menempel sempurna. Mata harus jelas, terang, penuh, dan menggelembung. Ikan yang jelek matanya cekung, kusam, dan berdarah.

Sementara pada ikan yang sudah di-fillet, ikan harus mengkilap dan punya warna yang sama. Fillet akan mulai memudar saat ikan mulai rusak dan warna akan menjadi kusam.

Daging

Periksa tekstur ikan untuk lebih mempertegas kondisinya. Fillet ikan segar tidak boleh lembek atau hancur dan daging harus kembali ke tempat semula setelah ditekan. Jangan membeli ikan dengan tanda-tanda kemerahan atau memar pada bagian dagingnya.

Rempah Masakan Indonesia Kalahkan Penyakit

BERUNTUNGLAH kita yang terbiasa menyantap sajian Nusantara yang kaya bumbu. Sebab, bumbu ternyata dapat membantu kita mengendalikan atau mengalahkan beberapa jenis penyakit lho.

Meski telah familiar, kekuatan bumbu memang tak dapat dibaikan, Lihat saja Beyonce yang rela menlajani program detoksifikasi dengan cabai rawit. Lebih lanjut, studi terbaru oleh peneliti di Penn State University mengatakan bahwa campuran kayu manis, kunyit, oregano, rosemary, bawang putih, dan paprika mengurangi tingkat insulin dan trigliserida.

Aktivitas antioksidan pun ditemukan lebih tinggi pada tubuh mereka yang keram memakan bumbu-bumbuan itu. Ini tentunya menunjukkan bahwa rempah-rempah ini memiliki sifat antioksidan menguntungkan kesehatan karena mengurangi kemungkinan penyakit kronis. Maka itu, tak mengherankan banyak dokter di dunia yang menyarankan bahwa penggunaan rempah-rempah dalam makanan sehari-hari.

Apalagi di Indonesia, hampir semua sajiannya diolah menggunakan banyak rempah. Tapi tetap saja semua harus dikonsumsi secara moderat dan pilihan yang benar-benar menyehatkan. Bukannya membuat sehat, makan terlalu banyak cabai justru mungkin mengganggu sistem pencernaan kita.

Program Mina Padi Tambah Nilai Petani

Tidak sulit untuk menambah pendapatan petani, karena dengan hanya memanfaatkan lahan yang ada dari pertanaman padi selama ini dapat dikembangkan budidaya ikan dan kepiting. Seperti halnya yang sedang dilakukan Legino pemilik CV Sido Makmur di Dusun VI Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang. Di atas luas lahan 75 rante tanaman padi miliknya dan beberapa petani binaan, Legino juga memasukkan 50.000 ekor bibit ikan nila dan 1.500 ekor bibit kepiting.
"Lahan padi yang dikembangkan ini untuk pembibitan seluas 55 rante dan sisanya tanaman padi konsumsi serta juga budidaya ikan nila dan kepiting," ujarnya.

Program mina padi, katanya, baru saja dikembangkan pada Mei 2011 dengan melakukan kerjasama Universitas Al Washliyah jurusan pertanian dan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumatera Utara. Dengan program ini, petani tidak hanya dapat mendapatkan keuntungan dari hasil tanaman padi nya saja, tapi juga dari pemasaran ikan dan kepiting yang dibudidayakan.

Memang, diakui Legino, agak sulit mengajak petani sekitar untuk mengikuti program yang sedang dijalankannya ini. Banyak yang membayangkan mina padi ini akan menganggu produktivitas tanaman padi karena ikan dapat menghambat perkembangannya. Padahal, dengan adanya pengembangan ikan dilahan yang sama dengan tanaman padi, malah membuat semakin subur tanaman dan membantu membasmi hama yang datang.

"Mina padi ini sudah banyak dikembangkan petani yang ada di Jawa. Tapi banyak pada tanaman padi konsumsi, sedangkan dilahan tanaman untuk bibit padi baru ini dilakukan dan memang agak sulit," ungkapnya.

Legino yang selama ini juga mengembangkan padi non pestisida dan pengembangan bibit padi bersertifikat mulai tertarik melakukan mina padi karena melihat peluang yang banyak dan pastinya menguntungkan. Ternyata hidup saling bersama antara tanaman padi dan ikan tidak menganggu dan menambah nilai pendapatan petani yang mengembangkannya.

Ketua Kelompok Mina Padi, Yos Riman menambahkan, tanaman padi yang selama ini menggunakan bahan organik baik pupuk dan bahan pestisidanya tidak akan menggangu ikan atau mematikannya. Bahan-bahan pestisida nabati ini malah membuat ikan tumbuh dengan ukuran besar dan sebanyak 5.000 ekor ikan nila nanti siap panen pada Oktober mendatang.

"Mina padi ini saya kembangkan dilahan 2,5 rante dan didalamnya juga ada 5.000 ekor ikan nila. Hidup saling bergantungan antara padi dan ikan ini sangat menguntungkan karena masing-masing dapat berkembang dengan baik," jelasnya.

Bayangkan saja, kalau nanti ikan nila dapat dipanen, petani bisa mendapatkan uang tambahan dengan harga jual ikan rata-rata Rp 15.000/ekor. Apalagi kalau ditambah kepiting seperti dikembangkan Legino dengan harga jual Rp 45.000/kg saja, berapa banyak nantinya uang yang diperoleh.

"Ini masih keuntungan dari ikan, ditambah lagi dengan panen padi. Jadi tidak ada alasan petani itu hidup miskin, karena semua dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang ada, asal ada kemauan dan kerja keras," ucapnya.

Dijelaskan Legino kembali, minapadi merupakan salah satu tipe budidaya ikan di sawah yang mengintegrasikan tanaman padi dan ikan secara bersamaan. Keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan teknik budidaya minapadi ini, lahan sawah menjadi subur dengan adanya kotoran ikan yang mengandung berbagai unsur hara, meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, dan meningkatkan pendapatan petani.

" Melalui minapadi, gizi keluarga juga dapat terpenuhi dan resiko kegagalan panen dapat dikurangi," katanya.

Selain itu, minapadi dapat menjadi solusi paling baik dalam menghadapi perubahan iklim yang ekstrim seperti saat ini. Sebab, teknik budidaya minapadi terdiri dari dua metode yang bisa dilakukan sekaligus dalam satu musim tanam, yaitu metode penyelang dan metode tumpang sari.

Metode penyelang berarti pemeliharaan ikan di sawah menjelang penanaman padi seraya menunggu hasil semaian padi untuk dapat ditanam. Sedangkan metode tanam tumpang sari adalah pemeliharaan ikan atau udang bersama padi pada satu hamparan.

"Budidaya minapadi mudah selain itu murah sehingga petani tidak terlalu mengeluarkan banyak modal baik untuk tenaga dan biaya," pungkasnya.


Di luas lahan 3 hektare, Legino juga ikut mengembangkan bibit padi berlabel. Karena saat ini dinilainya, petani masih saja enggan menggunakan bibit tanaman berlabel yang jelas lebih berkualitas. Namun begitupun, ia dan beberapa petani penangkar bibit tanaman padi lainnya mengharapkan pemerintah untuk lebih memberi perhatian dalam melakukan sosialisasi dan pemasaran kepada petani.Dikatakannya, saat ini ia telah memiliki 200 ton benih berlabel dari 40 hektare lahan binaan petani. Sedangkan pasokan bibit yang ada untuk varietas Chierang dan bestari masing-masing sebanyak 15 ton label biru dengan harga jual Rp 7.300/kg. "Ini bibit padi non pestisida," imbuhnya.
Untuk padi berlabel ini memang masih hanya sekitar 10% saja dan ini sangat disayangkan karena benih berlabel memiliki produktivitas tanaman tinggi berkisar 7 hingga 8 ton perhektare.

Pemerintah kata Legino, harus dapat menerima keberadaan penangkar benih, khususnya dalam sosialisasi dan pemasarannya. Karena dapat meningkatkan produksi tanaman pangan.

"Produktivitas dan pendapatan petani semakin meningkat, kalau saja semua mendukung penyebaran dan penggunaan benih berlabel," jelas Direktur CV Sido Makmur ini.

Dijelaskannya, dari benih berlabel kuning yang merupakan benih asal, label putih atau benih dasar, label ungu yakni benih pokok dan label biru merupakan benih sebar semua sudah tersedia di CV Sido Makmur untuk memenuhi kebutuhan petani. "Benih berlabel ini terdiri dari varietas ciherang sebanyak 20 ton, cibogo 20 ton dan padi bestari 100 ton," ungkapnya.

Menurut Legino, petani sudah seharusnya mengalihkan penggunaan ke bibit berlabel ungu karena memiliki produktivitas tinggi sekitar 7 hingga 9 ton perhektare. Namun, yang masih dikembangkan pemerintah masih bibit berlabel biru dan itupun sulit disosialisasikan ke petani.

Sedangkan untuk beras non pestisida sendiri, dari 60 hektare kelompok binaannya yang ada di enam desa dan 1 kecamatan ini sudah berkembang dan dapat memasok kebutuhan beras sebanyak 20 hingga 25 ton perbulan denga harga jual Rp 10.000/kg. "Pemasarannya memang masih kurang, dan selama ini kita banyak bekerjasama dengan perguruan tinggi," aku Legino.


Pemasaran Organik Masih Minim

Produk-produk pertanian organik di Indonesia khususnya Sumut, masih minim pemasaran. Ini membuat petani enggan mengembangkan tanamannya dengan menggunakan obat dan pupuk organik atau nonpestisida. Padahal, kata Legino, pengelolaan tanaman dengan sistem organik sangat membantu kualitas produksi. Selain berkualitas untuk kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi produk, bahan-bahan alami itu dapat mengembalikan kesuburan tanah.

"Produk organik sangat bermanfaat bagi kesehatan yang mengkonsumsinya karena memang bebas dari bahan-bahan kimia. Tapi pemasarannya masih sulit," ujarnya.

Dikatakannya, untuk beras organik misalnya, meski harga yang ditetapkan tidak terlalu mahal atau hanya berkisar Rp 10. 000 per kg, namun tetap saja belum banyak konsumen yang membelinya.

"Harganya tak jauh beda dengan beras nonorganik, bahkan bisa dikatakan lebih murah, tapi tetap saja pemasarannya masih sangat sulit, karena kesadaran masyrakat akan hidup sehat masih kurang dan pemerintah tidak ikut membantunya," katanya.

Kalau pemasarannya jelas, tambahnya, petani pasti banyak yang mengembangkan tanaman organik ini khususnya padi. "Seharusnya pemerintah membantu pemasarannya dengan mempromosikan produk organik yang kami hasilkan," ucapnya.

Banyak petani yang masih bingung pasar untuk menjual beras tersebut, padahal kesadaran mereka mengembangkan pertanian organik sudah tumbuh. Meski pun petani sadar, dengan organik unsur tanah akan subur dan hasil produk pertanian akan lebih berkualitas.

Konsultan dan Peneliti Pestisida dan Pupuk Sumut, Elianor Sembiring, mengatakan, pertanian organik mencegah hilangnya nutrisi dan air melalui tingginya kandungan bahan organik dan perlindungan tanah, sehingga tanah lebih tahan terhadap banjir, kekeringan dan proses degradasi tanah.

Menurut Elianor, hanya sekitar 5% saja petani dari total petani di Sumut yang baru menggunakan pupuk organik. Itupun karena telah mendapatkan dukungan dari pihak LSM atau organisasi pencinta organik serta perusahaan yang mengekspor hasil tanaman organik. Memang untuk pemakaian pertama keberhasilan pupuk organik hanya mencapai 25% saja, namun setelah pemakaian kedua dan selanjutnya akan dapat menggantikan 50% pupuk kimia.

"Kalau inisiatif dari petani sendiri itu belum ada. Lagipula arah konsumen kita masih memikirkan kuantitas dibandingkan kualitas," imbuh Elianor.


Pengembangan mina padi ini sangat lah membutuhkan perhatian dari pemerintah baik propinsi dan kabupaten/kota, baik dari sosialisasi dan bantuan lainnya. Sistem mina padi sudah seharusnya digalakkan dan berkembang karena terbukti meningkatkan produktivitas lahan, memacu kesuburan tanah dan air, sekaligus mengurangi hama penyakit pada tanaman padi. Menurut Legino, para petani tinggal memilih jenis ikan budidaya yang tepat untuk diintegrasikan dengan lahan padinya.
"Tapi ini juga perlu dukungan dari pemerintah. Karena petani tidak hanya menghandalkan dari produksi padi tapi juga dari ikan nya. Pemerintah bisa membantu sosialisasi, pembinaan dan juga pemberian bibit ikan kepada petani," katanya.

Mina padi ini, sangat baik dan solusi untuk petani dalam meningkatkan pendapatannya. Dari ikan-ikan yang dipelihara menghasilkan kotoran humus sehingga lahan menjadi lebih subur. Tapi pemerintah juga harus tahu, kata Legino, petani masih banyak yang ragu dalam melakukan usaha mina padi karena dikhawatirkan menggangu tanaman padi. Untuk itulah, perlu nya sosialisasi karena mina padi justru bisa bermanfaat mencegah hama wereng dan lahan bertambah subur.

Di Pulau Jawa, teknik budi daya ikan air tawar yang ditumpangkan dengan pertanian padi di sawah sudah dipraktikkan lebih dari seabad dan diandalkan untuk meningkatkan pendapatan dengan hasil ganda yang diperoleh disatu kali musim tanam. Namun di Sumut sendiri, program usaha mina padi masih sedikit sekali dilakukan, apalagi pada tanaman bibit padi.

Teknik budidaya minapadi ini sebenarnya tidak sulit. Yang perlu diperhatikan dalam pembudidayaan ikan dengan teknik budidaya minapadi ini adalah jenis padi dari varietas unggul dan jenis ikan yang mempunyai daya serap dan nilai ekonomis tinggi. Pemilihan jenis ikan juga perlu memperhatikan ketersedian air, benih, pakan dan pangsa pasar dari ikan yang dipelihara.

Tips Ampuh : Mengetahui Empat Ciri Dada Ayam Segar






PILIHAN daging pada ayam terdapat banyak rupa, mulai dari bagian sayap, dada, paha, hingga kepala. Kesemuanya enak bila diolah menjadi santapan, tapi penting untuk memerhatikan kesegarannya.

Banyak orang memilih dada ayam lantaran lebih sehat dan tebal. Anda sepatutnya memerhatikan dada ayam yang baik sebelum disuguhkan kepada anggota keluarga. Berikut tipnya, seperti diungkapkan Chef Sakaludin dari Restoran Maitreya saat berbincang dengan okezone di Teras Kota, Serpong, Tangerang, Sabtu (27/8/2011).

Ukuran

Guna memilih dada ayam berkualitas baik, pastikan usia ayam masih muda dengan daging yang lembut dan segar.

Aroma

Dada ayam yang baik tidak berbau, terlebih pada saat dibakar. Daging akan mengeluarkan aroma wangi bukan berbau amis, disantap pun dada ayam yang fresh akan terasa gurih dagingnya.

Tekstur

Dada ayam yang baik bila dipegang akan terasa kenyal. Bila dada ayam sudah lebih dari 1-2 hari meskipun berada dalam lemari pendingin atau freezer serta ditutup oleh plastik kedap udara, daging ayam akan berubah, daging ayam pun sudah mulai menunjukkan lembek.

Warna

Daging ayam yang baik akan terlihat segar, warnanya pun sangat cerah, bukan mulai pudar apalagi terlihat kusam.

Dinginnya Brastagi Menyejukkan Orang Medan

Oleh : Rindu Rumapea.
Medan telah dikenal sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia setelah kota Jakarta dan Surabaya. Peringkat ini tentulah menjadi penanda bahwa kota Medan menjadi salah satu kota diluar Jawa yang sedang berkembang pesat. Kehidupan perekonomian berkembang dengan ditandai suburnya bidang industri dan perdagangan, mulai dari perdagangan/indusri yang sederhana hingga modern. Siapa yang menyangka kalau kota diujung pulau Sumatera ini menjadi kota besar, mengingat bahwa sistem pembangunan yang top down-mengutamakan pembangunan pusat ibukota yang berimbas pada daerah sekitar pulau Jawa barulah pembangunan diluar pulau Jawa.

Kota Panas

Akhir-akhir ini, apa yang banyak orang katakan bahwa dunia sedang mengalami pemanasan global barulah terasa, salah satunya dikota Medan. Gelar sebagai kota terbesar tersebut bak seperti sisi mata uang, ada baiknya dan ada buruknya. Baiknya, terjadi modernisasi dimana orang-orang Medan tidak ketinggalan mode atau perkembangan jaman sehingga tren hidup semakin tinggi. Anak-anak pun sudah mengenal teknologi-teknologi canggih. Buruknya, kota Medan sarat akan polusi, mulai dari polusi udara, air, suara hingga polusi moral. Ketenangan dan kenyamanan hidup sulit didapatkan di kota yang seperti pabrik. Hal ini juga berbanding lurus dengan pesatnya pertumbuhan kota, bahkan daerah pinggiran kota Medan saja telah berdiri pusat-pusat perbelanjaan yang modern, berdiri pula perumahan-perumahan elit. Jalan pun sudah hampir tidak bisa menampung banyaknya kendaraan, maka kemacetan di daerah perkotaan sudah menjadi pemandangan yang biasa.

Pesatnya perkembangan kota sejalan dengan pesatnya pertambahan suhu udara. Kota Medan telah menjadi kota yang panas udara dan mudah panas (emosi) orangnya. Suhu kamarnya pun sudah tidak sekitaran 24oC-26oC. Pada dini hari saja suhu udara sudah membuat tubuh berkeringat padahal sedang tidur sehingga ketika terbangun tubuh sudah basah kuyup, dan tak jarang pula terbangun karena kepanasan. Maka banyak orang-orang yang kurang tidur atau menderita penyakit susah tidur.

Panasnya udara kota Medan juga menambah komsumsi peralatan pendingin di rumah atau di kantor. Sudah sangat jamak kita lihat bahwa kantor-kantor di Medan telah memakai pendingin ruangan (AC), paling tidak ada kipas angin yang tergantung di atas ruangan. Demikian juga dengan sekolah atau kampus, menawarkan ruangan berAC untuk kenyamanan belajar. Kebiasaan ini juga dilakukan oleh masyarakat yang perekonomiannya menengah kebawah. AC atau kipas angin yang sebelumnya merupakan kebutuhan sekunder atau tersier, kini menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Jika ingin nyenyak tidur atau nyaman bekerja maka harus ada kipas atau AC yang menemani. Masyarakat yang miskin rela mengumpulkan sedikit demi sedikit uangnya hanya untuk membeli sebuah kipas angin.

Tempat Favorit

Panasnya udara kota Medan tidak sampai menyentuh daerah Brastagi atau Kabupaten Kabanjahe. Brastagi seperti sebuah ruangan berAC, namun AC alami yang bersumber dari alam. Daerah Brastagi merupakan daerah tertinggi (puncak) di Sumatera Utara dan dihuni banyak pepohonan. Sangat kontras berbeda dengan kota Medan yang rendah, rawan banjir, sangat sedikit pohonnya, banyak polusi udara, polusi air dan polusi suara, bahkan banyak polisi juga.

Dinginnya Brastagi telah menyejukkan panasnya orang Medan yang datang berkunjung atau biasanya refreshing ke Brastagi. Ketika memasuki daerah Brastagi maka mata akan disenangkan dengan pemandangan nan indah, pemandangan pepohonan yang hijau, hutan, ladang yang tertata rapi. Tubuh pun disejukkan dengan udara yang terasa nyaman untuk dihirup dari pagi hingga malam baik didalam atau diluar ruangan, bebas membuka hidung menghirup sebanyak-banyaknya udara yang ada. Demikian juga dengan dahaga yang disegarkan dengan air jernih dari mata air pegunungan tanpa ada senyawa kimia yang digunakan untuk menghilangkan bau atau bibit penyakit yang ada didalam air.

Semua hal yang didapatkan tersebut menjadikan Brastagi sebagai kota favorit anak Medan, apalagi ditambah dengan segarnya sayur dan buah-buahan. Terasa umur makin bertambah panjang ketika datang ke Brastagi, membuat tubuh yang semakin sehat. Malam hari pun, mata diajak untuk tidur karena belaian sejuknya udara malam Brastagi sehingga ketika terbangun pagi harinya, ada semangat baru untuk memulai aktivitas sehari-hari.

Seandainya Medan dan Brastagi jaraknya sangat dekat maka Medan akan dijadikan hanya sebagai tempat kerja, kantor, sedangkan Brastagi menjadi tempat kediaman. Akan tetapi seandainya itu terjadi maka-saya yakin-Brastagi pun akan sama seperti kota Medan karena dipenuhi oleh banyak orang yang nantinya akan mendirikan kantor atau perusahaannya di Brastagi agar lebih dekat dengan kantor/tempat bekerja, begitulah sifat manusia yang selalu menginginkan yang terbaik dan tak pernah bisa puas.

Meskipun hanya sesekali ke Brastagi untuk menyejukkan diri, saya berharap biarlah tetap seperti itu sehingga Brastagi tetaplah menjadi kota yang sejuk, kota tempat beristirahat sementara, kota tempat menenangkan diri dari polusi dan kesibukan di kota Medan sehingga tetap terjadi keseimbangan hidup orang-orang yang ada di kota Medan. Kota Medan memang akan selalu mengajak kita untuk terus maju dan berkembang, untuk terus berusaha meraih sukses akan tetapi Brastagi akan mengingatkan kita untuk menikmati hidup selama-lamanya. Medan dan Brastagi menjadi kombinasi yang pas untuk orang-orang di Sumatera Utara.

Penulis adalah Peminat Alam Brastagi dan Mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Negeri Medan. Aktif di Perkamen

Beberapa Alasan Kurma Jadi Andalan Buka Puasa











KURMA identik sebagai makanan manis untuk berbuka puasa. Tak hanya manis rasanya, tapi memiliki gizi yang baik dibanding manisan buah kering lainnya. Kebiasaan mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa juga merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan para nabi. Bahkan kebiasan itu telah menjadi sunnah rasul.

Seperti dikutip dari laman Glamour.com, rasa manis buah kurma tidak seperti buah kering lainnya. Rasa manis dan masyirnya yang mudah meleleh di lidah punya banyak manfaat bagi kesehatan, terutama saat dikonsumsi untuk berbuka puasa.

Mengapa? Sifatnya yang mudah meleleh membuat kurma mudah dicerna. Hal ini tepat dikonsumsi pada saat berbuka puasa karena organ pencernaan, khususnya lambung membutuhkan makanan lembut setelah sehari tak tersentuh makanan.

Tak hanya itu, kurma juga mengandung gula dan air sehingga membuatnya semakin mudah dicerna dan sampai ke darah. Kurma juga mengandung kalium yang bermanfaat mengendalikan tekanan darah dan membantu kerja otot.

Kurma memang memiliki kandungan kalori lebih tinggi dibanding buah kering lainnya. Namun, kandungan kaliumnya mampu menekan natrium atau garam berlebih penyebab hipertensi. Itulah mengapa pengidap hipertensi juga sangat disarankan mengonsumsi kurma. Cukup konsumsi 5 buah kurma sehari demi mencukupi kebutuhan kalium harian.

Para peneliti di University of Scranton menambahkan, kurma juga memiliki konsentrasi polyphenol tertinggi dibanding buah-buahan kering lainnya. Sebagai antioksidan, polyphenol berperan bagi kekebalan tubuh terhadap infeksi dan serangan penyakit.

Keajaiban

Kurma merupakan salah satu makanan khas saat bulan Ramadhan tiba. Setiap kali menjelang berbuka puasa, buah manis berwarna cokelat terang hingga gelap ini sering menjadi menu perdana berbuka.

Dikutip dari Arab News, pakar kesehatan Paul Gross dalam bukunya "Buah-buahan Super" menyebutkan ada beberapa faktor yang membuat jenis buah tertentu dikategorikan sebagai buah super. Yakni nutrisi, kandungan fitokimia, warna serta berbagai uji klinis mengenai manfaat buah.

Kurma atau dalam bahasa ilmiahnya dactylifera phoenix adalah buah asli dari Semenanjung Arab, Timur Tengah dan Afrika Utara. Warna kurma beragam, dari coklat terang hingga mendekati warna hitam. Bentuknya pun berbeda-beda, dari persegi panjang, bulat kecil hingga berukuran besar dan panjang. Kebanyakan buah potensial ekspor itu berupa kurma kering.

Kurma kaya akan gizi, fitokimia, air dan gula alamiah untuk mempertahankan kesehatan suku badui saat di padang pasir. Kandungan fruktosa dan glukosa dalam kurma adalah sumber energi sekaligus kaya asam amino.

Keuntungan lain kurma, buah ini rendah lemak namun kaya serat dan prebiotik dan pitosterol, yang membantu mengendalikan kadar kolesterol. Kurma kaya akan selenium, kalium, kalsium, magnesium, mangan, dan besi yang meningkatkan kekebalan serta melindungi jantung, membangun massa tulang, dan meningkatkan sel darah merah.

Vitamin B dan C di dalamnya juga penting bagi kesehatan dan kekebalan tubuh. Asam lemak omega dalam kurma terbukti menyehatkan jantung, kulit, dan otak yang mirip dengan minyak zaitun.

Kurma juga berfungsi sebagai buah detoksifikasi dan mengurangi radikal bebas dalam tubuh dengan kandungan karotenoid, polifenol, anthocyanin, proanthocyanidins oligomer, tanin, luteolin, quercetin, dan apigenin.

Dari studi para ilmuwan Abu Dhabi, kurma terbukti mampu menekan bakteri menembus membran sel dan mencegah infeksi serta lebih tahan disimpan dalam jangka waktu lama.

Di Arab, sejak dahulu, kurma dikenal sebagai pengobatan tradisional untuk banyak kondisi, mulai dari gangguan pencernaan dan pernafasan dan membangun tulang untuk kehamilan, kelahiran, membantu ibu menyusui, meningkatkan sperma, meningkatkan dorongan seksual, dan kesuburan hingga energi selama melahirkan, dan mencegah pendarahan.

Sarang Ketupat


Sabirin (54), telah hampir 20 tahun menggeluti pekerjaan sebagai pembuat sarang ketupat. Dengan harga Rp 2.000 per rangkai yang berisi sepuluh buah, Sabirin mampu menjual hingga 600 buah sarang ketupat dalam sehari pada bulan puasa. (medanbisnis)

Berita Pertanian : Petani Sawit di Sumbar Keluhkan Melemahnya Harga TBS

Dharmasraya, Sumbar. Kalangan petani kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya, yang merupakan daerah sentra utama komoditas non migas di Sumatera Barat, mengeluhkan harga tandan buah segar (TBS) terus melemah jelang Lebaran 1432 Hijriah.
Data dihimpun dari kalangan petani di sentra Kecamatan Tiumang, Dharmasraya, Jumat (26/8) menyebutkan, harga di tingkat petani sudah ditekan sejak pekan pertama Ramadhan.

Asril (45) menyebutkan, turun harga TBS di Industri pengolahan minyak mentah Sumber Andalas Kencana (SAK) pada pekan pertama Agustrus 2011 sebesar Rp1.350/kg.

Berselang sepekan (13/8) kemudian kembali diturunkan pengusaha bapak angkat itu, sehingga posisi harga Rp1.300/kg. Selanjutnya, pada (24/8) harga merosot jadi Rp1.250/kg dan diturunkan lagi sehari berikutnya menjadi Rp1.225/kg. Bahkan pada 26 Agustus 2011 ditekan perusahaan menjadi Rp1.150/kg.

Ketua Kelomok Tani Delapan SP3 Tiumang ini menilai, situasi harga TBS turun tajam menjelang Lebaran selalu dihadapi petani di Muaro Timpeh, Dharmasraya.

Pada bulan-bulan biasa harga TBS memang sering diturunkan, tambahnya, tapi bukan dalam hitungan hari yang berturut-turut. Kenyataan ini, diberlakukan pihak PT SAK cukup membuat masyarakat terpukul.

Menurut Asril, begitu tajamnya turun harga TBS akibat adanya tunjangan hari raya (THR) di perusahaan, pihak-pihak dan oknum pejabat serta aparat datang ke industri itu. (ant)

Berita Pertanian : Permintaan Banyak, Harga Jagung Malah Turun

Medan. Meski saat ini permintaan jagung mengalami peningkatan untuk kebutuhan bahan baku pakan ternak, namun harga jagung di tingkat petani malah mengalami penurunan akibat masuknya jagung impor. Bila pada bulan lalu harganya masih berkisar Rp2.900/kg, kini turun menjadi Rp2.200 hingga Rp2.500/kg.

Ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia (Hipajagi) Sumut, Jemat Sebayang mengatakan, harga jagung sudah mengalami penurunan sejak sebulan lalu. Apalagi dengan meningkatnya kebutuhan jagung untuk bahan baku pakan membuat pengusaha banyak membutuhkan dan juga masih mendatangkan jagung impor.

"Menjelang puasa dan Lebaran kemarin, kebutuhan pakan ternak meningkat. Sedangkan jagung ditingkat petani diklaim tidak banyak dan mendatangkan jagung impor," ujarnya, Jumat (26/8).

Dikatakannya, harga jagung ditingkat petani hanya berkisar Rp2.200 hingga Rp2.500/kg atau turun dibandingkan bulan sebulannya yang telah mencapai Rp2.900/kg. "Masa panen raya sudah siap yang dimulai dari Juni. Sedangkan saat ini produksi menipis dan malah jagung impor banyak," katanya.

Turunnya harga jagung ini, katanya, membuat petani merugi ditambah lagi dengan penurunan produksi akibat serangan penyakit hawar daun. "Produksi turun sampai 30% dan ditambah lagi dengan harganya yang anjlok. Ini membuat petani semakin menderita," jelasnya.

Menurutnya, turunnya harga jagung di tingkat petani selain karena panen raya juga masih banyaknya beredar jagung impor yang menjadi pilihan pengusaha pakan ternak untuk bahan baku. Padahal seharusnya, saat panen tiba, pengusaha pakan ternak harus lebih mengutamakan jagung lokal.

"Biaya produksi sudah mendapai Rp12 juta/hektare dengan hasil 10 ton/hektare, jadi dengan penyakit ini petani rugi Rp3 juta/hektare dan sangat sulit mengembangkan tanaman lainnya," jelas Jemat.

Untuk mengantisipasi turunnya harga pada saat panen nanti, ia juga meminta kepada pemerintah Propinsi Sumut untuk menetapkan Harga Referensi Daerah (HRD) jagung yang baru dari Rp1.600 per kg menjadi Rp2.500 per kg.

"Penetapan HRD itu sudah dua tahun tidak diganti, padahal kebutuhan biaya produksi semakin meningkat dan harga pakan ternak juga naik. Pemerintah harus pro kepada petani kalau mau mencapai target swasembada jagung," tegasnya.

Sementara untuk peningkatan produksi, ditambahkan Jemat, pihaknya juga sedang mengupayakan melakukan kerja sama pada pihak Perkebunan yang lahannya tidak dipakai untuk bisa ditanami jagung oleh petani sehingga di tahun 2011 ini target produksi di Sumut tinggi.

Kepala Dinas Pertanian Sumut, Muhammad Roem, mengatakan, target produksi jagung tahun 2011 ditetapkan sebanyak 1,5 juta ton atau naik dibandingkan tahun yang lalu sebanyak 1,377 juta ton. Untuk produksi dari hasil panen hingga Mei 2011 telah mencapai 520.511 ton dari realisasi panen 102.245 hektare. "Target produksi naik dan kita optimis dapat tercapai karena harga dipasaran tinggi sehingga petani bergairah mengembangkannya," katanya.

Pemerintah, tambahnya, memberi Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) seluas 13.600 hektare atau mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya seluas 7.500 hektare. Bantuan akan didistribusikan pada 18 kabupaten/kota seperti Kabupaten Karo, Dairi dan Simalungun dengan masing-masing seluas 1.995 hektare.

"Kita optimis target produksi dapat meningkat dilihat dari produktivitas tanaman jagung yang mencapai 50,13 kwintal per hektare dengan luas tanam 269.000 hektare," pungkasnya.

Berita Pertanian : Kalbar Hentikan Ekspansi Kebun Sawit












PONTIANAK.
Sejak diberlakukan larangan pemberian izin pengembangan perkebunan di areal hutan primer dan lahan gambut pada Mei 2011, ekspansi tanaman sawit di provinsi itu mulai dihentikan.

"Dengan adanya larangan tersebut, banyak masyarakat yang meminta agar Kalimantan Barat (Kalbar) tidak lagi mengekspor crude palm oil yang selama ini dihasilkan sendiri," kata Yoseph Alexander di Pontianak, Sabtu (27/8).

Hingga pertengahan 2011, ketersediaan CPO sebanyak 845 ribu ton. Hampir semua hasil CPO tersebut diekspor.

"Karena Kalbar belum bisa memanfaatkannya menjadi bahan jadi seperti produk untuk sabun atau mentega dan sebagainya," kata Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Provinsi Kalbar itu.

Meski begitu, Pemprov Kalbar sudah berusaha memikirkan agar pemerintah pusat memberlakukan pembatasan kepada para pengusaha sawit yang ada di Kalbar untuk menyisihkan sekitar 40-60 persen CPO yang bisa dimanfaatkan.

Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya sebelumnya mengatakan, hingga saat ini baru 500 ribu hektare lahan sawit yang sudah tergarap.

Padahal Pemerintah Provinsi Kalbar mencanangkan lahan untuk perkebunan sawit seluas
1,5 juta hektare. (ant)

Berita Pertanian : Kalbar Sediakan 250 Ribu Ha untuk Food Estate

PONTIANAK. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sudah menyediakan lahan 250 ribu hektare untuk pengembangan pangan atau food estate yang tersebar di seluruh kabupaten/kota provinsi itu.

Kalbar sudah menyediakan 250 ribu hektare lahan yang akan direncakan sampai 2014. Rencana pencetakan sawah akan dilakukan 2011-2014 sudah masuk dalam tahapan pelaksanaannya.

Itu dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Kalimantan Barat Yoseph Alexander di Pontianak, Sabtu (27/8).

Dengan adanya perencanaan tersebut, diharapkan pada 2014 akan tercetak sawah lebih kurang 47.850 hektare.

"Nah, dalam waktu dekat ini untuk rencana food estate yang akan dijadikan proyek percobaan di Jungkat Kabupaten Pontianak dengan luas sekitar 20 ribu hektare," kata Alex.

Pihaknya juga sudah menawarkan kepada beberapa para investor yang datang. Sebab, dilihat dari letaknya Jungkat berada tidak jauh dari Kota Pontianak.

Presiden dengarkan "curhat" petani di pematang sawah

Jakarta. "Bapak, ibu, remen sedoyo? Panenipun sae? Alhamdulillah."
Sebaris kalimat dalam bahasa Jawa halus yang kurang lebih berarti "Bapak Ibu senang semua? Apakah panennya bagus? Alhamdulillah," diucapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada sekelompok petani di kawasan Karang Jati, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis siang.

Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono yang sedang dalam perjalanan Safari Ramadhan menuju Baturraden, Banyumas berhenti di daerah Karang Jati, Cilacap, untuk menyapa para petani yang sedang melakukan panen padi.

Di tengah terik matahari Presiden dan Ibu Ani dengan didampingi oleh Menteri Pertanian Suswono, Mendiknas M. Nuh dan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo turun ke sawah dan duduk di pematang guna berdialog dengan para petani.

Sekitar 15 orang petani yang saat itu sedang memanen padi sontak menghentikan aktivitasnya ketika melihat iring-iringan mobil Kepala Negara berhenti di tepi sawah mereka dan penumpangnya turun menghampiri mereka.

Berbondong-bondong mereka memenuhi panggilan para pasukan pengawal presiden guna mendekat setelah meninggalkan alat pemotong padinya yang terbilang tajam.

Presiden Yudhoyono yang lahir dan dibesarkan di Pacitan, Jawa Timur, kemudian berdialog dengan para petani itu dalam bahasa Jawa halus dan bahasa Indonesia.

Kepala Negara kemudian menanyakan jumlah panen para petani tersebut yang kemudian dijawab oleh salah seorang diantaranya sebagai 7,5 ton per hektare sekali panen. Satu tahun tiga kali panen.

Ia kemudian bertanya adakah kesulitan yang masih dihadapi oleh para petani dalam bertani.

Melihat kesempatan langsung untuk "mengeluh" kepada Presiden, para petani itu pun dengan bersemangat berebut angkat suara sehingga perlu ditenangkan oleh Gubernur Jawa Tengah, untuk berbicara bergantian.

Secara umum para petani berharap agar ada bimbingan lebih lanjut dari pemerintah bagi mereka untuk meningkatkan produksi panen mereka serta akses terhadap Bulog.

"Serapannya (Bulog) kurang dan harganya kalah dengan bakulan (tengkulak) ,...tapi kalau beli itu uangnya kontan pak, Bulog," ujar salah seorang petani.

Mendengar hal itu Kepala Negara mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan penyuluhan dan pelatihan, antara lain mengenai cara bercocok tanam ataupun pupuk.

"Yang penting bapak ibu harus rajin harus senang meskipun panas begini ayem, tenteram, bertani juga beribadah, bapak ibu walau kita puasa beribadah, semoga diterima Allah," katanya.

Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa tujuannya berhenti adalah untuk menyapa para petani yang sedang bekerja itu sekaligus mengucapkan terima kasih serta melihat langsung untuk dapat mengetahui apa yang bisa dibantu pemerintah.

"Jadi sesuai dengan anggaran pemerintah secara bertahap kita tingkatkan karena kita harus memikirkan di seluruh Indonesia," jelas Presiden mengenai komitmen pemerintah untuk meningkatkan bantuan bagi sektor pertanian.

Dalam dialognya yang berlangsung lebih kurang 30 menit itu Presiden menjelaskan bahwa pemerintah aktif melakukan program peningkatan kesejahteraan rakyat. Namun rakyat Indonesia berjumlah 220 juta lebih dan terletak di seluruh penjuru Indonesia sedangkan anggaran pemerintah terbatas. Oleh karena itu harus dilakukan prioritas yaitu untuk rakyat yang masih miskin, yang tidak mampu.

"...Mari kita bergotong-royong (meningkatkan kesejahteraan bersama-sama), kersa? Saged?," tanya Presiden kepada para petani.

"Saged (bisa) pak," jawab para petani dengan kompak.

Jabat Tangan
Selain mengadukan masalah pertanian, sejumlah ibu-ibu petani juga menyatakan kesulitan membayar uang sekolah anak-anak dan keinginannya untuk berjabat tangan dengan Presiden yang selama ini hanya dilihatnya dari televisi.

Seorang ibu setengah baya mengemukakan bahwa biaya sekolah kedua anaknya sangat memberatkan dirinya sebagai petani.

Dalam bahasa Jawa Banyumasan, Ibu itu mengatakan bahwa selain SPP yang mahal, biaya buku pelajaran pun tak kalah mahal.

Kepala Negara kemudian meminta Mendiknas menjelaskan skema BOS dari pemerintah.

Namun setelah dialog berlanjut ternyata diketahui bahwa anak Ibu itu bersekolah di sekolah menengah swasta dan bukan negeri.

Mendiknas mengatakan bahwa pemerintah telah membebaskan uang SPP untuk pendidikan dasar, SD dan SMP, dan belum ditingkat SMA. Oleh karena itu sekalipun swasta asalkan SD dan SMP harusnya bebas SPP. M.Nuh berjanji untuk mengecek sekolah anak ibu itu untuk memastikan dana BOS digunakan semestinya.

Di akhir pertemuan Presiden Yudhoyono menyerahkan bantuan Rp100 juta untuk digunakan oleh kelompok tani para petani itu sekaligus menitipkan salam bagi keluarga masing-masing petani.

Presiden Yudhoyono dan Ibu Ani didampingi oleh para staf khusus presiden dan sejumlah menteri kabinet melakukan Safari Ramadhan ke sejumlah kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah guna melihat langsung beberapa gedung sekolah dasar yang tak layak, pelayanan puskesmas di daerah terpencil, perkembangan industri rumah tangga dan dialog dengan petani dan nelayan. Safari Ramadhan itu dilakukan selama lima hari, 22-26 Agustus.

Presiden ajak petani wujudkan lumbung padi nasional

Baturraden. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh petani untuk bahu membahu mewujudkan Indonesia sebagai lumbung padi di negerinya sendiri dan juga di dunia.

Ajakan itu disampaikan Presiden dalam acara buka bersama dengan para petani di Lapangan Sepakbola Karangmangu,Baturraden, Purwokerto Utara, Banyumas, Kamis petang.

"Kita bisa meningkatkan produksi padi atau beras kita secara signifikan sehingga cita-cita Indonesia untuk menjadi lumbung padi di negerinya sendiri atau dunia dapat diwujudkan," kata Presiden, yang petang itu mengenakan baju koko berwarna coklat.

Kepala Negara berkomitmen bahwa pemerintah akan terus meningkatkan anggarannya di sektor pertanian. Diharapkan di masa mendatang surplus beras Indonesia mencapai 10 juta ton per tahun .

"Untuk anggaran bidang pertanian tahun depan 2012 akan ditingkatkan dan mudah-mudahan peningkatan ini bisa meningkatkan lagi produksi beras kita," katanya.

Presiden secara khusus juga menyampaikan bantuan kepada kelompok tani Dewi Sri untuk meningkatkan semangat dan kinerja para petani.

Sebelum menuju Banyumas, Presiden terlebih dahulu singgah di Cilacap. Ia melakukan panen padi di daerah Sampang, Cilacap dan berdialog dengan para petani di Sampang yang mengaku melakukan panen tiga kali dalam satu tahun dengan hasil 7,2 ton gabah kering panen sekali panen.

Setelah melakukan panen padi, Presiden juga berhenti di tengah perjalanan menuju Banyumas guna menyapa langsung para petani yang sedang bekerja, tepatnya di Karang Jati, Wanareja.

Di lokasi itu, Presiden berdialog dengan para petani di tengah sawah. Presiden dan Ibu Negara duduk di pematang dan mendengarkan keluhan para petani yang antara lain terkait dengan harga beras dan harga buku yang mahal, termasuk biaya sekolah swasta.

Acara buka bersama dengan petani itu dilakukan di hari keempat Safari Ramadhan Presiden Yudhoyono ke sejumlah tempat di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Pada hari-hari sebelumnya, Kepala Negara melakukan buka bersama dengan warga Ciawi, anggota TNI di Pusat Pendidikan Infanteri dan para santri pondok pesantren Al Hasanah Tasikmalaya.

Kepala Negara melakukan Safari Ramadhan selama lima hari guna melihat secara langsung kondisi sejumlah sekolah dasar yang tidak layak, pelayanan puskesmas di tempat terpencil, pesantren kecil, kondisi Jalur Lingkar Nagreg yang dipersiapkan untuk para pemudik Idul Fitri, dan perkembangan industri rumah tangga.

Dalam Safari Ramadhan itu Kepala Negara didampingi oleh para staf khusus presiden dan para menteri kabinet, antara lain Mendiknas M. Nuh, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hassan, Mensesneg Sudi Sillahi dan Seskab Dipo Alam.

Jumat, 26 Agustus 2011

Selamat Lebaran






Tips Ampuh : Cara Sehat Berbuka Puasa











PUASA
di bulan Ramadan memang baik untuk kesehatan seseorang, tapi hati-hati. Sebab, salah strategi dalam berbuka puasa bisa-bisa malah membuat kesehatan kita menjadi buruk.

Alasan mengapa banyak yang gagal dalam mendapatkan hikmah puasa secara fisik adalah karena cara yang salah dalam berbuka puasa. Setelah menjalani satu hari menahan rasa lapar, kita akhirnya cenderung akan melahap terlalu banyak makanan.

Terpisah dari aspek spiritual, umat muslim percaya bahwa puasa di bulan Ramadan menjamin banyak manfaat kesehatan.

"Tidak perlu makan terlalu banyak makanan saat iftar (makan makanan setelah matahari terbenam), makan malam, atau sahur," kata Riyaz Ahmed, Managing Director sebuah hotel, seperti dikutip dari Times of India, Rabu (17/8).

"Ketika berpuasa, tubuh akan menyerap makanan yang tersimpan dengan cepat," katanya. Maka itu makan makanan dalam jumlah yang kurang dari asupan normal, tetapi seimbang sudah cukup untuk menjaga seseorang agar tetap sehat dan aktif.

"Berbukalah dengan kurma karena buah ini sangat bergizi dan mudah dicerna," kata Riyaz. Setelah itu, Anda bisa meminum jus buah. Itu cukup untuk membawa tingkat glukosa darah yang rendah ke tingkat normal.

Kemudian, makan makanan yang lembut seperti goreng pisang atau kue kecil sebelum masuk ke hidangan utama. "Makanan utama sebaiknya disantap setelah istirahat sejenak dari setidaknya setengah jam setelah makan ringan," kata Riyaz.

Ini tidak hanya akan membantu menjaga keseimbangan air dan mineral dari tubuh, tetapi juga mempercepat pencernaan.

Sekali lagi, ujarnya, kita semestinya tidak mebebankan perut dengan makanan berat menjelang fajar. Selain itu, dari sisi spiritual puasa, Riyaz mengatakan, "Buka puasa seharusnya tidak menjadi perayaan. Ini harus menjadi momen yang penuh khidmat."

Harga Komoditi Menjelang Lebaran

JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta memperkirakan kenaikan harga barang kebutuhan pokok masih akan terjadi dalam sepekan menjelang Lebaran karena dipicu lonjakan biaya transportasi dan distribusi barang.

Ketua Umum Kadin Jaya Eddy Kuntadi mengatakan biaya transpotasi dan distribusi barang cenderung meningkat mencapai sekitar 10% pada menjelang Lebaran sehingga memicu terjadinya kenaikan harga jual barang kebutuhan pokok atau sembako.

“Ongkos jasa transportasi dan distribusi barang cenderung meningkat mengakibatkan konsumen harus membeli dengan harga mahal dan produk tersebut tidak bisa bersaing dengan produk sejenis dari luar negeri,” katanya di Jakarta hari ini.

Dia mengatakan dari 2 kali kunjungan kerjanya ke pasar induk sayuran dan buah Keramat Jati, Jakarta Timur selama bulan puasa Ramadan 2011 dapat menyimpulkan salah satu pemicu utama kenikan harga barang kebutuhan pokok adalah tingginya biaya transportasi dan distribusi komoditas tersebut.

Dampak dari tingginya biaya jasa transportasi dan distribusi barang tersebut, lanjutnya, harga komodias Indonesia kalah bersaing dengan produk sejenis dari impor, misalnya harga bawang Brebes Rp9.000 per kg di bawah harga bawang India hanya Rp5.000 per liter.

Menurut Eddy upaya untuk menekan harga barang kebutuhan pokok tersebut Kadin Jaya bekerja sama dengan Dinas Koperasi UKM dan perdagangan DKI Jakarta, bersama sejumlah pengsaha swasta telah menggelar pasar murah di 5 wilayah kotamadya.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan pemprov telah menggelar pasar murah yang terbukti cukup efektif membantu warga untuk memenuhi barang kebutuhan pokok dalam rangka menyambut Lebaran.


"Kami rutin melakukan operasi pasar dan menggelar pasar murah Ramadan untuk membantu warga dan sekaligus untuk mengendalikan harga pada menjelang Lebaran," ujarnya.

Dia mengatakan warga Jakarta seharusnya tdiak berkesan panik dengan membeli barang kebutuhan pokok secara berlebihan karena stoknya cukup melimpah di pergudangan milik pemprov.

Adapun stok beras untuk Jakarta mencapai 160.000 ton untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga hingga 86 hari ke depan, gula pasir 4.500 ton untuk 99 hari, minyak goreng tersedia 27.000 ton untuk kebutuhan selama 71 hari.

Selanjutnya tepung trigu sebanyak 75.000 ton dapat memenuhi keubutuhan stok untuk 71 hari ke depan, telur 3.340 ton untuk kebutuhan warga sekitar 6 hari, daging ayam tersedia 600.000 ekor untuk kebutuhan 6 hari.

Head of public affair PT Carrefour Indonesia Satria Hamid mengatakan telah mendistribusikan lebih dari 12.000 paket sembako, termasuk melalui pasar murah yang digerlar Kadin Jaya dan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan DKI Jakarta selam bulan puasa Ramadan 2011.

“Paket sembako bersubsidi dari Carrefour dijual di Pasar Murah hanya Rp20.000 per paket, jauh di bawah harga normalnya mencapai Rp43.000 per paket, sehingga sangat membantu bagi sebagian warga pra sejahtera,” katanya.

Satria yang juga sebagai Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin Jaya mengatakan kegiatan Pasar Murah di 6 lokasi di lima wilayah kota Jakarta selain merupakan salah satu wujud kepedulian kalangan dunia usaha kepada warga pra sejahtera di Jakarta.


Harga Komoditas di Jateng Stabil


Hasil survei Tim Pemantauan dan Pengendalian Harga (TPPH) Jateng bersama dengan Pemprov Jateng, menunjukkan harga kebutuhan masyarakat stabil dan serta tidak ditemui adanya kendala pasokan barang.

Pemprov Jateng, yang terdiri dari Bank Indonesia, Dinperindag Jateng, BPS Jateng, Polda Jateng, Biro Perekonomian Setda Jateng dan Badan Ketahanan Pangan Jateng, dan TPPH melakukan survei ke delapan pasar utama di Jateng.

Delapan pasar utama di Jateng terdapat di delapan kota di Jateng, yaitu Semarang, Kudus, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Purwokerto, Purbalingga serta Surakarta.

"Dari hasil survei menunjukkan secara umum, sampai dengan minggu kedua Bulan Agustus harga masih stabil tapi pada minggu ketiga Agustus mulai terlihat adanya tren peningkatan harga komoditas karena ekspektasi pedagang," kata Arya Jodilistyo, atas nama Humas Kantor Bank Indonesia Semarang, melalui siaran pers yang dikirimkan ke Tribun Jogja, Kamis (25/8/2011).

Meski ada kenaikan harga-harga komoditas tujuh hari menjelang Lebaran, tapi kenaikan yang terjadi masih relatif wajar dan lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Kami menghimbau kepada instansi terkait, untuk melakukan sosialisasi dan monitoring secara luas kepada masyarakat mengenai penetapan tarif angkutan Lebaran karena kenaikan tarif angkutan berpotensi memberikan sumbangan inflasi pada Agustus 2011," lanjut Arya Jodilistyo.


Harga Di Medan Keburu Sudah Naik

Upaya pemerintah dalam melakukan intervensi pasar untuk mengatasi kenaikan harga-harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran, dinilai terlambat dan tidak efektif karena harga-harga sudah keburu naik tinggi.

"Pemerintah sebenarnya melakukan intervensi pasar, tetapi tidak efektif karena harganya sudah keburu naik tinggi," kata ekonom nasional, Rizal Ramli, hari ini. Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan pada Kabinet Persatuan Nasional era Presiden Abdurrahman Wahid ini mengatakan, kegiatan Lebaran merupakan kegiatan rutin yang seharusnya bisa diantisipasi. Karena memang kebutuhan dan permintaan makanan meningkat dibanding hari biasa.

"Harusnya bisa diperhitungkan, tetapi yang terjadi sekarang kenaikannya itu di luar kewajaran di atas kenaikan yang normal, karena banyak sekali kebohongan di dalam soal data-data produksi terutama pangan. Misalnya selalu digembar-gemborkan pangan naik seperti beras, kenyataannya tidak, akhirnya terpaksa dilakukan impor dua juta ton," katanya.

Sementara, lanjutnya, harga-harga kebutuhan pokok dan pangan lainnya sudah keburu naik. "Jadi walaupun ada antisipasi tetapi karena berdasarkan fakta-fakta produksi yang bohong akhirnya kaget-kaget sendiri dan akhirnya rakyat yang dirugikan karena harganya mengalami kenaikan di luar kewajaran," ujarnya.

Mengenai kebijakan pemerintah yang selama ini tidak ada lagi menetapkan harga-harga kebutuhan pokok selama menjelang Ramadhan dan Lebaran seperti dilakukan pada pemerintahan Soeharto, Rizal mengatakan, sebenarnya sudah banyak sekali kenaikan-kenaikan harga yang terlalu tinggi, mungkin mereka khawatir menceritakan apa yang terjadi sesungguhnya.

Seharusnya, kata Rizal, pemerintah memberikan data-data produksi dan permintaan dengan benar, jangan diisi dengan kebohongan. Kalau itu terjadi, semuanya bisa diperkirakan jauh hari sebelumnya, sehingga langkah-langkah antisipatif bisa dilakukan sehingga rakyat tidak dirugikan dengan kenaikan harga yang di luar normal.

Sementara itu analis ekonomi Sumut, Aldwin Surya, menyebutkan, harga beberapa komoditi seperti beras, cabai, sayur, buah sudah naik di tingkat petani. Hal ini disebabkan sarana produksi seperti bibit dan pupuk naik. Selain juga lahan makin sempit karena ada alih fungsi lahan untuk perumahan, ruko yang punya nilai lebih komersial.

Selain itu, biaya produksi dan biaya angkut ke pasar induk dan konsumen naik, sementara peran instansi terkait belum optimal. Apalagi menjelang dan selama puasa, permintaan naik sekitar 20 persen dari sebelum puasa. "Apa yang terjadi pemerintah cenderung tidak berdaya. Keadaan ini berpeluang meningkatkan laju inflasi per komoditi dan secara total hingga menembus 2 digit," ujar rektor Universitas Dian Nusantara ini.

Sementara itu, mengenai harga-harga pakaian menjelang Lebaran di beberapa toko dan pusat perbelanjaan yang memberikan harga diskon besar-besaran, dinilai pengamat ekonomi sebagai ajang bisnis yang membohongi publik. Meskipun diberikan diskon, namun tetap saja harga yang dipatok pelaku bisnis tetap tinggi dan harganya sama dengan harga yang tidak ada diskon bahkan lebih mahal.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area (UMA), Saad Afifudin, tadi malam menilai hal itu merupakan suatu kebohongan dan seharusnya tidak boleh dilakukan. Pemerintah harus melakukan kontrol pasar agar para pedagang tidak seenaknya saja memberikan diskon namun harganya tetap tinggi. “Pemerintah harus mengawasi ke pasar-pasar ke plaza-plaza untuk mengontrol perilaku pebisnis kita, supaya mereka jangan mengambil hukum pasar sendiri di dalam situasi menjelang Lebaran seperti ini," ujarnya.

Begitu juga untuk mengantisipasi harga-harga kebutuhan pokok selama Ramadhan dan menjelang Lebaran agar tidak mengalami kenaikan lebih tinggi lagi. Pemerintah harus melakukan kontrol agar jangan sampai terjadi harga terlalu mencolok dan tindakan spekulasi para pelaku bisnis terhadap beberapa kebutuhan komoditi yang dibutuhkan masyarakat menjelang Lebaran ini.

Dia menilai, pemerintah seharusnya juga perlu menetapkan batas harga bawah dan batas harga atas sebagai upaya pengendalian harga untuk mencegah terjadinya inflasi. "Selain itu dalam situasi menjelang Lebaran ini, pemerintah perlu segera menggelar pasar murah sebagai langkah antisipasi kenaikan harga yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Itu harus dilakukan sekarang, jangan menunggu-nunggu hingga harga naik," ujarnya.

Sementara itu, ekonom senior dari Universitas Sumatera Utara (USU), Jhon Tafbu Ritonga, menyebutkan, sebenarnya usaha pemerintah pusat dan daerah selama ini bersifat ad hoc saja. Seperti misalnya di Jakarta ada pasar murah, maka yang tidak naik cuma sejenis dengan yang dijual dan hanya di Jakarta. "Seharusnya pemerintah bisa buat di sektor trading, aturan yang ditegakkan supaya tidak sesuka spekulan ambil untung. Tapi kita mau bilang apa? Pemerintah lebih suka mejeng kalau sudah Ramadhan, seolah-olah sibuk dengan meninjau pasar," ujarnya.

Dia menilai, keadaan saat ini sebenarnya rakyat sudah tidak peduli. Pemerintah pun sudah asyik sendiri melihat dirinya masuk media seolah-olah sudah mengawal harga, karena acara peninjauan atau sidak ke pasar diliput media.


Harga sejumlah bahan pokok di Makassar masih stabil

Menjelang datangnya Lebaran Idul Fitri 1432 H, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Terong Makassar masih stabil. Kenaikan harga hanya terjadi untuk cabai besar yang saat ini dijual Rp 12 ribu per kilogram. Sebelum Ramadan dijual Rp 8.500/kilo. "Kenaikannya tidak terlalu banyak. Cabai pernah kami jual 30 ribu per kilo," kata Nurlaela, seorang pedagang di Pasar Terong Makassar.

Nurlaela mengungkapkan hal itu saat digelarnya inspeksi dan peninjauan harga sembako menjelang Lebaran, yang dilakukan oleh Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, di Pasar Terong Makassar, Jumat (26/8/2011).

Untuk cabai kecil, kata dia, dijual Rp 10 ribu per kilogram, dan cabai keriting Rp 8.000 per kilogram. "Saat stok banyak, cabai kecil pernah dijual Rp 8.000 per kilogram," lanjut Nurlaela saat berdialog dengan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin di Pasar Terong, Jumat (26/8/2011).

Sementara itu harga bawang merah dan bawang putih justru turun. Bawang merah dijual Rp 12 ribu per kilogram, dan bawang putih dijual Rp 9.000 per kilogram. Sebelum ramadhan, harga bawang merah Rp 18 ribu per kilogram, dan Rp 15 ribu per kilogram untuk bawang putih.

(Dari berbagai sumber)

Pemerintah Jamin Stok Daging Cukup













BREBES.
Menteri Pertanian Suswono mengatakan stok daging sapi untuk keperluan Lebaran masih cukup.

"Untuk kebutuhan Lebaran ini sudah tercukupi baik," kata Suswono, saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyoni dalam Safari Ramadan di Brebes, Jawa Tengah, Jumat (26/8).

Suswono menjelaskan hasil sensus ternak menunjukkan jumlah sapi potong di Tanah Air mencapai 14,8 juta ekor pada Juni 2011.

Menurut dia, kebutuhan daging tidak hanya dipenuhi dari produksi dalam negeri. Pemerintah tetap melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan daging.

Namun, impor daging itu sifatnya hanya menambah, atau hanya 30 persen.

"Impor 30 persen. Untuk kebutuhan Lebaran ini sudah tercukupi baik dari dalam yang 70 persen atau yang 30 persen dari luar," katanya.

Suswono optimistis Indonesia akan mencapai swasembada daging karena produksi daging dalam negeri terus meningkat atau lebih besar dari jumlah daging impor.

"Kita sekarang sedang kaji apakah setiap tahun bisa dipotong 2,5 juta ekor. Kalau bisa, sudah tercukupi swasembada itu," katanya.

Terkait sapi impor, Suswono menjelaskan ada sekitar 3.000 sapi bakalan yang akan didatangkan dari Australia. Namun, Suswono belum mendapat laporan yang rinci tentang hal itu.

"Menurut informasi, tapi saya belum dapat laporan, artinya yang siap dikapalkan 3.000 ekor," katanya.(ant)

Mengendalikan Harga Pasar

Oleh : Farid Wajdi.

Ada beberapa sebab terjadinya kenaikan harga harga beberapa barang kebutuhan pokok secara khusus pada Ramadan. Misalnya karena naiknya permintaan kebutuhan pokok, kecenderungan perilaku konsumtif masyarakat jelang bulan Puasa, buruknya tata niaga, mata rantai perdagangan yang panjang, buruknya infrastruktur distribusi, aksi pedagang yang memiliki modal besar dan serangan hama di sejumlah daerah lumbung pangan.
Di sisi lain, dilihat dari kebijakan pemerintah dalam bidang pertanian dan pangan mengalami kegagalan karena sumber daya (anggaran terbatas), prasarana pendukung tidak optimal, kebijakan bersifat parsial, antarsektor tidak sinkron, dan kebijakan di lapangan tidak efektif.

Peringatan akan terjadinya kenaikan inflasi perlu mendapat perhatian serius.

Pemerintah sudah selayaknya menyusun langkah yang tepat, terpadu, dan konkret agar kenaikan harga yang selalu berulang tiap Ramadan dapat diantisipasi.

Terkait dengan gejala dan pergerakan kenaikan harga pangan, maka pemerintah harus cegah lonjakan harga pasar. Bahkan idealnya harus ada regulasi pengendalian dan penurunan harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat itu. Perlu perhatian khusus menyangkut ketersediaan bahan kebutuhan pokok di antaranya adalah beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, daging ayam, telur, bawang merah, cabe merah dan sayuran.

Walaupun ketersediaan bahan pokok aman, namun tidak menutup kemungkinan akan terjadi kenaikan harga. Ini disebabkan adanya keterlambatan pasokan, permainan harga oleh pedagang, kondisi psikologis menjelang Lebaran, sehingga perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha.

Tidak ada pilihan lain, karena itu diperlukan regulasi guna menyelamatkan ekonomi sekaligus memulihkan kesejahteraan rakyat, mengamankan skenario pertumbuhan ekonomi maupun target inflasi 2011.

Ekonomi masyarakat makin terpuruk dan mengganggu kenyamanan lebaran jika pemerintah tidak sigap mengendalikan harga bahan pangan.

Operasi Pasar vs Penurunan Harga

Apalagi dalam beberapa bulan terakhir, sebagian besar dana keluarga dialokasikan untuk belanja bahan pangan, biaya pendidikan anak dan cadangan untuk kesehatan, sementara belanja untuk kebutuhan sekunder terus menciut.

Benar selama ini, pemerintah selalu kesulitan mengendalikan harga pasar. Karena itu pemerintah harus melakukan manuver ekstrem, bertindak keras. Sudah saatnya pemerintah harus lebih peka dengan potensi pergolakan harga pangan di pasar. Sanksi pidana dapat digunakan sebagai langkah terakhir (ultimum remedium) untuk mengamankan kebijakan pengendalian dan penurunan harga pangan di pasar.

Ketegasan pemerintah haus lebih serius dalam mengontrol harga barang kebutuhan pokok dan harga lainnya, khususnya yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. Proses pengendalian harga tidak cukup sekadar melakukan operasi pasar. Karena model kerja ‘operasi pasar’ pemerintah seperti itu, tidak menjamin kepentingan masyarakat terhadap pengendalian, apalagi penurunan harga.

Malah terlihat jelas, bahwa operasi pasar pemerintah hanya sekadar hendak memastikan kondisi aman saat ada manuver pedagang menaikkan harga; agar tidak kacau, tidak lebih dari itu. Memaknai operasi pasar, sebagai operasi yang dilakukan pemerintah untuk melihat kondisi harga kebutuhan pokok di pasar-pasar, baik pasar tradisional dan pasar modern, untuk mengantisipasi gejolak akibat kenaikan tersebut sehubungan daya beli masyarakat, cenderung menyesatkan.

Memang, pada implementasi operasi pasar, toh harga di pasar-pasar tetap naik juga. Masyarakat tetap kesulitan ketika pedagang menaikkan harga kebutuhan pokok. Ketika pemerintah melakukan operasi pasar, mereka mendapati harga-harga kebutuhan pokok tetap stabil, tetapi begitu mereka meninggalkan pasar, harga-harga kembali tinggi.

Masalah ini tentu sangat meresahkan. Sejatinya dalam pola operasi pasar itu pemerintah bertanggung jawab mengendalikan kebijakan harga pasar dan memantau pelaksanaannya.

Lembaga yang bertanggung jawab terhadap pergerakan harga bahan pokok secara nasional adalah Direktorat Bina Pasar dan Distribusi Ditjen Perdagangan Dalam Negeri dan Depdag. Karena sudah otonomi daerah maka pada masing-masing provinsi atau kabupaten/ kota berbagai lembaga terkait harus sudah berkoordinasi dan melakukan perencanaan dalam rangka menjalani Ramadan dan jelang Lebaran.

Sekiranya terjadi kenaikan harga komoditas tertentu, misalnya beras, pemerintah perlu menggelar operasi pasar. Memang kenaikan harga kebutuhan pokok merupakan hal yang sering terjadi menjelang datangnya Bulan Ramadhan. Pemerintah sendiri telah mengantisipasi agar harga-harga kebutuhan pokok tidak melonjak secara drastis.

Pemerintah harus mengurangi urusan porsi politik elitis dan lebih fokus mensejahterakan masyarakat. Apalagi gonjang ganjing politik selama ini tidak memiliki relasi langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Penulis Dekan FH UMSU dan Direktur LAPK

Konsumsi Ikan Orang Indonesia Hanya Seperlima Jepang











Jakarta
. Tingkat konsumsi ikan rata-rata per kapita orang Indonesia hanya seperlima dari konsumsi ikan orang Jepang. Untuk itu Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengimbau masyarakat untuk giat mengonsumsi ikan. Bahkan Hatta mengaku gemar mengonsumsi ikan karena sejak kecil tinggal di dekat Sungai Musi, Sumatera Selatan. Hal ini membuat Hatta selalu mengonsumsi ikan.

"Saya lahir dekat Sungai Musi, jadi tiap hari makan ikan," ujar Hatta dalam dialog bersama para nelayan dan pedagang ikan di Pasar Ikan Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (24/8).

Hatta menyayangkan saat ini konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Konsumsi ikan Indonesia hanya mencapai 30 kilogram per kapita per tahun atau seperlima dari konsumsi Jepang.

"Konsumsi ikan masih 30 kilogram per kapita, per tahun. Jepang 150 kilogram. 5 kali lipatnya. Pemerintah menganjurkan tiap hari makan ikan, nelayan sehat, pedagang juga sehat," ungkapnya.

Hari ini Hatta Rajasa beserta jajarannya melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke Pasar Ikan Muara Angke, Jakarta Utara. Hatta melakukan dialog dengan para nelayan dan pedagang ikan untuk menerima masukan dan kritikan agar Muara Angke lebih maju.

Berita Pertanian : Tarif BK Olahan Kelapa Sawit Berlaku Bulan Depan

Jakarta. Pemerintah akan memberlakukan bea keluar pada beberapa olahan kelapa sawit pertengahan September ini. Menurut Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, pada 15 Agustus lalu Menteri Keuangan telah menandatangani Peraturan Menteri Keuangan Nomor 128/PMK.01/2011 tentang perubahan atas PMK 67 Tahun 2010 tentang penetapan bea keluar dan tarif bea keluar.

"Aturan ini guna mendorong hilirisasi industri kelapa sawit," kata dia ketika berbincang dengan wartawan di ruang kerjanya, Kamis 25 Agustus 2011. Aturan ini berlaku sebulan usai ditandatangani.

Bayu menyatakan baik PMK 67 maupun PMK 128 bertujuan untuk stabilisasi harga minyak goreng. Pada saat PMK 67 dibuat isu utama yang dihadapi adalah stabiitas harga minyak dalam negeri.

Menurutnya, selain mempertahankan kebijakan stabilitas harga minyak goreng, PMK 128 ini juga untuk mendorong hilirisasi industri sawit. Perubahan yang konkret dalam aturan baru ini adalah semakin hilir produknya, bea keluarnya semakin rendah.

Bayu mencontohkan, pada PMK 67 bungkil alias ampas perasan kelapa sawit tidak masuk daftar barang ekspor yang kena bea keluar. "Namun pada PMK 128 kena bea keluar sebesar 20 %," ujarnya. "Walaupun bahan mentah, bungkil sebenarnya bisa dikembangkan untuk industri hilir atau untuk energi."

Dalam PMK 128 Kementerian tetap berpihak pada produk yang dalam kemasan bermerek sampai batas kurang dari 20 kilogram masih tetap dapat bea keluar yang lebih rendah. "Ini untuk mempromosikan produk Indonesia,"" kata dia.

Pada pengelompokan produk sawit, menurut Bayu, hampir seluruhnya konsiten pada hilirisasi. Semua produk dalam bentuk crude (kasar) dalam satu kelompok. Sedangkan yang lebih halus (sudah diolah), bea keluarnya akan lebih rendah. Untuk batasan tarif, pada PMK 67 jika harga CPO mencapai US$ 700 per ton bea keluar baru berlaku. Sedangkan pada PMK 128 bea keluar berlaku jika harga CPO US$ 750 per ton. Tiap harga CPO naik US$ 50, bea keluar naik 1,5 %. Batas atas bea keluar adalah 22,5 % di harga US$ 1.250.

Misalnya bea keluar produk hilir RBD (refine bleach deodorise) palm oil sebelumnya maksimum mencapai 25 %, pada PMK 128 maksimum hanya 10 %. Untuk CPO, aturan lama mengenakan bea keluar 25 %, yang baru 22,5 %.

Kebijakan ini, kata Bayu, menunjukkan kebijakan lebih pro pada hilirisasi. Bayu akan mendorong agar nilai tambah itu banyak diperoleh dalam negeri. "Kalaupun diekspor, produknya lebih hilir lagi," kata dia.

Saat ini produksi CPO Indonesia mencapai 20 juta ton lebih. Menurut beberapa lembaga internasional tahun ini Indonesia akan memproduksi 24 juta ton dan mengekspor 18 juta ton di antaranya. Bayu sendiri memperkirakan angka produksi CPO mendekati 22,5-23 juta ton mengekspor 17 juta ton.

Saat ini hasil CPO lebih banyak diekspor ketimbang diolah dalam negeri. Jika produksi kita 20 juta ton saja, yang diolah di dalam negeri untuk minyak goreng sekitar 6-7 juta ton, diolah untuk chemical dan biofuel sekitar 1,5-2 juta ton. "Sisanya masih dijual dalam bentuk CPO," kata dia.
Pasar ekspor CPO terbesar terdapat di India, Cina, dan Eropa. Setelah ada PMK 28 ini industri diharapkan terdorong untuk mengolah CPO lebih lanjut menjadi produk-produk industri daripada mengekspor dalam bentuk CPO.

Kebijakan ini, kata Bayu, tidak bertujuan mematikan ekspor CPO. "Pasarnya ada," kata dia. Perusahaan Indonesia, kata dia, banyak memiliki perusahaan di luar negeri yang menyiasati perbedaan bea masuk itu terhadap harga dunia. Misalnya India memberlakukan bea masuk yang lebih tinggi pada prodk hilir dibanding CPO. Maka pengusaha Indonesia membangun pabrik di India.

Berita Pertanian : Distan Sumut Berikan Alat Irigasi Tetes ke Petani Karo

Medan. Demi meningkatkan hasil produksi buah pada musim kemarau dan meningkatkan ilmu teknologi ke petani, Dinas Pertanian (Distan) Sumut memberikan bantuan alat irigasi tetes kepada petani buah di Kabupaten Karo.
Demikian dikatakan Salomon Hutagalung, Kepala Seksi Fasilitas Benih dan Paket Teknologi Bidang Hortikultura, Distan Sumut, Kamis (25/8).

Salomon mengatakan, program tersebut mulai berjalan sejak Juli 2011. Saat ini yang telah mengalami proses pengerjaan dari irigasi tetes tersebut yakni kelompok tani Arta Niaga Kabupaten Karo. "Pengerjaan irigasi tetes ini diutamakan untuk komoditas buah strawberry dulu, pasalnya keistimewaan buah strawberry ini puncak masa panennya ada pada saat musim kemarau," ujarnya.

Ditambahkannya, masing-masing kelompok petani di Kabupaten Karo mendapatkan alat irigasi tetes tersebut seluas 1.200 meter. Sedangkan manfaat dari adanya irigasi tetes tersebut yakni para petani tidak lagi berketergantungan pada iklim, menghemat tenaga kerja, dan memberikan perawatan secara efisien terhadap buah.

"Dengan adanya alat tersebut kini para petani bisa sedikit mengurangi biaya tenaga kerja, sebelumnya para petani harus membayar Rp 50.000 per pekerja untuk melakukan penyiraman buah stawberry, minimal mereka mempekerjakan 3 orang. Dengan adanya alat irigasi tetes ini, maka beban petani sedikit berkurang, karena kita ingin menyejahterakan para petani," ujarnya.

Rencananya pemberian alat irigasi tetes ini akan diperluas keseluruh daerah Sumut. Namun hal itu tergantung anggaran dana yang akan diberikan pemerintah nanti. Salomon mengatakan, pemberian alat irigasi tetes ini lebih diutamakan untuk tanaman buah yang harga jualnya cukup mahal seperti strawberry, karena pengadaan alat irigasi ini biayanya cukup mahal.

Dalam hal ini Salomon berharap kepda petani buah di Kabupaten Karo jangan pernah merubah jarak tanam yang ada selama ini, jika selama ini petani menanam buah strawberry selamanya petani harus menanam itu. Hal ini sesuai dengan program pemerintah yang menganjurkan satu kawasan untuk satu buah produksi.

Tips Ampuh : Mengenali Daging Sapi Segar







DAGING sapi bisa Anda olah dalam berbagai cara. Namun sebelumnya, cermatlah memilih daging sapi segar yang aman dikonsumsi.

Daging yang sudah basi atau kondisinya sudah jelek bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri dan penyakit. Gunakan tekstur, warna, dan bau daging sapi untuk membantu Anda menentukan daging segar dan aman dikonsumsi, seperti dilansir Ehow berikut ini:

1. Periksalah batas waktu kedarluwarsa sebab tanggal yang tercantum merupakan indikator kesegaran daging sapi. Pembelian dan penggunaan daging sapi sebelum tanggal berakhir sangat menentukan kualitas daging sapi.

2. Perhatikan tekstur daging sapi di mana daging sapi yang segar haruslah lembap. Jika daging sapi memiliki tekstur licin atau terasa lengket, berarti daging mulai membusuk.

3. Periksa warna. Daging sapi segar memiliki warna merah dengan bagian lemak putih berwarna krem. Warna cokelat atau abu-abu menandai daging sapi telah rusak dikarenakan penyimpanan yang tidak tepat atau mengalami pendinginan yang berkepanjangan.

4. Aroma. Bila daging sapi terlalu lama disimpan, maka aromanya akan sangat tajam. Apalagi, bau kardus tempat penyimpanan serta daging telah bercampur sehingga daging tidak cocok untuk konsumsi

Bubur Pedas Kalbar Diklaim Malaysia

Bubur pedas (Foto: Google)
Bubur pedas (Foto: Google)

TAK jera mengklaim beraneka kekayaan budaya Indonesia, kini Malaysia kembali mengaku bahwa bubur pedas asal Kalimantan Barat (Kalbar) milik negaranya.

Itu terungkap dalam situs milik negeri Jiran, Utusan Online.com dalam subkanal Sabah & Sarawak yang diunggah Sabtu (20/8) lalu. Dalam artikel yang diberi judul "Bubur Pedas, Lambuk Jadi Produk Pelancongan", Menteri Muda Alam Sekitar Negeri, Peter Nansian Ngusie mengungkapkan jika bubur pedas merupakan makanan lokal dari Sarawak, Malaysia.

Ucapannya tersebut mengikuti sebuah gelaran festival Ramadan bertajuk “Festival Bubur Pedas dan Bubur Lambuk Sarawak” di Kampung Melayu Pangkalan Bau.

Peter mengatakan, kedua makanan tersebut merupakan makanan lokal yang harus dipromosikan dan diperkenalkan kepada wisatawan.

"Festival ini memang unik karena dianjurkan bersama penduduk kampung, bukan hanya melibatkan masyarakat Islam, bahkan turut disertai oleh masyarakat non-Islam. Ia secara tidak langsung dapat mengukuhkan persepahaman serta perpaduan kaum dan masyarakat di negeri ini," kata Peter di Utusan Online.com.

Seperti diketahui, bubur pedas merupakan makanan asli provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang terbuat dari beras yang ditumbuk halus lalu dioseng. Setelah itu, dilengkapi aneka bumbu seperti bawang merah, bawang putih, lada hitam, sereh, daun salam, garam, dan gula.

Apakah dengan kasus ini Indonesia kembali "kecolongan" karena budaya asli Tanah Air kembali diklaim milik Malaysia? Tunggu saja kelanjutannya!