Senin, 20 Juni 2011

Terung Ungu, Tanaman Sela Menguntungkan


Sembari menunggu tanaman kelapa sawitnya dapat berproduksi, Muhammad Abidin tidak mau menyia-nyiakan lahan seluas tujuh rantenya tersebut, dengan menanam terung ungu. Mendapatkan Rp 8,5 juta dalam waktu empat bulan masa panen, ditambah lagi dengan keuntungan Rp 5,5 juta dari menanam timun di luas lahan lainnya 2,5 rante, ia bersama istrinya bisa menabung untuk mempersiapkan hadirnya sang buah hati yang dinantikan.

Dengan asyiknya mengutip buah terung ungu yang ditanam di belakang rumah di Dusun Belimbing Pasar V Desa Melati II Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, laki-laki berusia 23 tahun ini tidak menghiraukan panasnya terik matahari di siang hari hingga azan zuhur menyadarkannya untuk menyelesaikan pekerjaan dan melaksanakan kewajiban ibadah.

Diceritakan Abidin, yang baru dua tahun menikah ini, menanam terung ungu memang baru dikembangkannya pertama kali dan baru memasuki panen dengan hasil yang dicapai 120 kg pada kutipan kedua. Dengan harga jual Rp 1.500 perkg, terung ungu itu gampang dipasarkan kepada agen.

“Modal tanaman terung ungu ini tidak terlalu banyak, berbeda dengan timun. Maka itu saya tertarik mengembangkannya sekarang sebagai tanaman tumpang sari dengan kelapa sawit yang masih muda sekitar 50 pokok,” ujarnya kepada MedanBisnis.

Kalau tanaman kelapa sawit ini nantinya sudah berumur tiga tahun, dikatakan Abidin, kemungkinan ia akan menggantikan tanaman lain yang tidak mengganggu perkembangan kelapa sawit tersebut. “Kemungkinan tanaman coklat, tapi kita lihat nanti. Kalau untuk terung ini bisa dikembangkan lagi di lahan lain yang sekarang sedang menanam timun,” ucapnya.

Diakuinya, menanam terung ungu tidaklah terlalu sulit, hanya membutuhkan bibit berkualitas seperti yang dipakainya bibit Antaboga dan penggunaan pupuk yang tepat serta perawatan, maka hasil terung ungu menjadi terbaik dengan ukuran per buahnya panjang dan bulat.

Memang saat ini menanam terung ungu masih merupakan dengan pola tumpang sari, sehingga produktivitas yang diperoleh sekadar saja. Padahal budidaya terung ungu sebetulnya cukup menjanjikan secara ekonomis. Karena permintaan pasar terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Penjualan terung ungu sangat gampang, meski harganya masih tergantung pasar sehingga petani tidak begitu bergairah mengembangkannya seperti jenis tanaman hortikultura lain,” akunya.

Terung ungu dapat mudah ditanam di mana saja, terlebih untuk wilayah yang berada di dataran tinggi. Tanaman terung ungu atau dengan istilah Solanum Melongena dapat tumbuh dengan baik pada suhu udara 22 hingga 30 derajat Celsius. Terung ini dapat tumbuh pada semua jenis tanah. Dalam pertumbuhannya, terung ungu juga membutuhkan pencahayaan yang cukup.

Umur masa panen, sekitar empat bulan 4 bulan atau 90 hari sejak semai. Selanjutnya selang seminggu sekali, buah terung dapat dipanen sampai usia tanaman mencapai 9 bulan dengan 20 kutipan yang dilakukan dalam dua kali dalam seminggu.

“Pada kutipan pertama saya dapat terung ungu nya sebanyak 50 kg dan kutipan kedua sekitar 120 kg. Puncak produksi terbanyak itu biasanya pada kutipan ke sembilan dengan hasil bisa mencapai 600 kg. Berarti nanti hingga selesai panen akhir hasil terung yang didapat bisa mencapai sekitar 7 ton dengan harga jual Rp 15.00/kg,” ungkapnya.

Harga jual yang mencapai sekitar Rp 1.300per kg hingga Rp 1.500 per kg ini memang lumayan bagus dibandingkan harga jual timun yang kemarin sempat mencapai Rp 700-1.000 per kg.

Dengan modal yang mencapai Rp 1,5 juta untuk tanaman di luas lahan 2,5 rante tersebut, membuat Abidin mengalami kerugian. “Kalau sekarang memang harga timun sudah sekitar Rp 2.200 perkg. Kalau dengan harga ini memang masih bisa untung. Tapi dibandingkan dengan terung ungu yang modalnya tidak banyak dan gampang, maka masih bisa diandalkan pendapatan yang lebih dari si terung berwarna ungu ini,” pungkasnya.

Serangan Hama Dapat Dikendalikan
Selain tanaman yang gampang dengan modal sedikit, Abidin semakin menyukai mengembangkan tanaman terung ungu ini karena serangan hama dan penyakit pun tidak sulit untuk dikendalikan. Hanya menggunakan bibit yang baik, pupuk tepat guna dan perawatan, maka serangan hama tidak menjadi hal yang menakutkan sehingga keuntungan bisa diperoleh dengan utuh.

“Selain menggunakan pupuk urea dan kcl, saya juga memakai pupuk Ramah Lingkungan (Ramling) yang selalu berikan pada tanaman seminggu sekali. Bukan hanya tanaman yang menjadi subur dengan hasil buah menjadi bagus, tapi juga terhindar dari serangan hama dan penyakit sehingga tidak perlu mengeluarkan lagi biaya membeli obat pestisida,” katanya dengan bangga.

Penggunaan pupuk Ramling memang menjadi pilihan utamanya, karena serangan hama dan penyakit yang biasa ada pada tanaman terung ungu kini sudah dapat dikendalikan. Hama yang ada pada tanaman terung ungu yakni kutu kebol, ulat daun, ulat batang yang bukan saja membuat tanaman rusak, tapi hasil buah tidak bagus bahkan bisa gagal panen.

“Sebenarnya hama dan penyakit ini dapat dikendalikan dengan perlakuan tanah, antara lain fumigasi, drainase yang baik, dan rotasi tanaman serta penggunaan pupuk yang tepat,” imbuhnya. Pupuk Ramling yang merupakan pupuk cair ini, dikatakan Abidin, memiliki komposisi N sebanyak 3%, P 0,50% dan unsur K sebanyak 2% ditambah mikroorganisme. Pupuk bisa digunakan untuk semua jenis tanaman dari sayuran, pangan dan palawija serta tanaman perkebunan.

“Dalam satu liter pupuk ini, dapat untuk dua rante padi sampai panen. Berarti bisa menghemat 50% penggunaan pupuk kimia, pestisida dan hasil produksi meningkat,” ucapnya.

Tanaman yang terserang virus itu akan menunjukkan gejala bercak kuning di atas permukaan daun dan perlahan-lahan meluas hingga seluruh permukaan daun menguning. “Hama ini masih menjadi momok menakutkan karena memang belum ada obat yang ampuh untuk membasminya. Tapi dengan Ramling dapat menahan perkembangan siklus hama sehingga tanaman bisa lebih tumbuh dengan baik,” tuturnya.

Pupuk Ramling yang digunakannya memiliki kegunaan positif bagi tanaman karena dapat merangsang tumbuhnya daun dan meningkatkan jumlah daun serta tunas. Kemudian merangsang pembungaan, buah menjadi besar, menggemburkan tanah dan dapat menyediakan hara bagi tanaman. Pupuk juga dapat memperanjang umur tanaman dan produksi serta juga mengusir organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti hama kutu kebul.

“Ada Ramling bisa membantu semua jenis tanaman menghasilkan produksi yang banyak dan terhindar dari serangan hama serta penyakit. Dengan pemakaian ramling ini juga dapat menghemat biaya produksi tanaman sehingga hasil jual panen dapat dinikmati menyeluruh setelah dipotong modal pertama,” katanya.

Pedoman Budidaya

Benih terung sebaiknya disemaikan dulu sebelum ditanam pada lahan yang tetap. Pembuatan bedengan dan cara penyemaian terung tidaklah berbeda seperti perlakuan pada tomat. Untuk luas lahan 7 rante, Abidin menggunakan 3 bungkus bibit yang berukuran 20 gram yang dibeli dengan harga Rp 26.000. Setelah itu bibit terung sudah siap untuk dipindahkan di lahan penanaman.

Penanaman lahan disiapkan dan diolah terlebih dahulu, kemudian dibentuk bedengan. Di antara bedengan, haruslah dibuat parit yang berfungsi sebagai jalan dan pembuangan air saat musim hujan. Hal ini penting dilakukan karena terung tidak tahan genangan air. Setelah lahan disiapkan, sebaiknya bibit yang telah siap tanam dimasukkan secara tegak lurus ke dalam lubang tanam. Kemudian di sekitar lubang tanam disirami air agar tanah cukup lembap, tetapi tidak sampai tergenang.

Setelah tanam, penyiraman dilakukan kembali setiap 3 hari sekali hingga saat berbunga. Ketika masa berbunga, penyiraman dilakukan 2 hari sekali. Namun, apabila penanaman dilakukan pada daerah kering, maka penyiraman dapat dilakukan lebih sering agar tanaman tidak layu kekeringan.

Warnanya yang menarik bisa menambah selera buat memakan si terung ungu ini, terung ungu sering kali diolah dalam bentuk sayuran matang. Namun sebenarnya apa manfaat tersembunyi di balik warna ungunya yang menarik. Warna ungu pada terung terbentuk karena andil dari zat antosianin yang merupakan pigmen pemberi warna ungu. Terung ungu kaya akan zat antosianin, sehingga warna ungunya cukup mendominasi pada terung.

Zat antosianin buat tubuh mampu berperan dalam menghambat oksidasi dari toksin dan juga mampu menghambat sel tumor. Bahkan dalam zat antosianin terdapat 2 komponen yaitu sianidin dan delphinidin yang bermanfaat mampu mencegah pertumbuhan sel kanker. Selain zat antosiadin dalam sayuran berwarna ungu termasuk terung ungu juga terdapat ellagic acid, di mana komponen tersebut bermanfaat untuk mencegah penggumpalan darah dan mencegah tumbuhnya beberapa jenis tumor dan kanker seperti kanker kulit, kanker pankreas, kanker payudara, kanker pencernaan dan kanker kolon.

Bahkan berdasarkan pengobatan tradisional terung ungu juga dipercayai dapat memelihara sel-sel tubuh dari kerapuhan, sehingga pembuluh darah tetap lentur atau elastis, menjaga pecahnya pembuluh darah serta meningkatkan gairah seksual dengan cara terung ungu dibersihkan, dicuci tanpa dibuang kulitnya diberi bumbu sesuai selera kemudian digoreng.

Seluruh bagian tanaman terung dapat dimanfaatkan sebagai obat; baik bunga, buah, tangkai, daun maupun akarnya. Terung mengandung gizi yang sangat tinggi dan berguna bagi kesehatan tubuh serta berkhasiat mengobati berbagai penyakit. Terung mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, kalori, serat kasar, abu, kalsium, besi, pospor, karotin, vitamin B1, B2, C dan P, asam nikotinat serta mengandung 750 mg vitamin P dalam setiap 100 gr berfungsi mengurangi kerapuhan pembuluh darah dan infiltrasinya.

Akar, daun dan buah serta bunga terung berkhasiat melancarkan peredaran darah, menghentikan pendarahan, menghilangkan rasa sakit, mengatasi batuk darah, rematik, buang air kecil dan besar berdarah, anggota tubuh kesemutan, beri-beri, sakit gigi, pendarahan usus,penebalan dinding pembuluh darah, serta mencerdaskan pikiran, dan bisa juga menghilangkan jerawat.

“Tidak hanya menguntungkan, ternyata terung pun membawa khasiat yang banyak sehingga permintaan dari masyarakat terus ada. Bukan hanya sebagai sayuran saja, tapi terung juga dicari untuk pengobatan yang memang sangat baik untuk kesehatan,” pungkas Abidin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar