Kamis, 30 Juni 2011

Berita Pertanian : PT Pertani Pinjamkan Saprodi untuk Lahan 7.500 Hektare

Tingkatkan Produksi Pangan
Medan. Dalam mendukung peningkatan produktivitas tanaman padi di Sumatera Utara (Sumut), PT Pertani melalui program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) akan membantu sarana dan prasarana petani dengan luas lahan padi mencapai 7.500 hektare di empat wilayah kerja.

Ketua Kegiatan GP3K wilayah Sumbagut, Alhandi Yani melalui Sekretaris Edward Syam mengatakan, program GP3K merupakan kepedulian perusahaan BUMN kepada petani melalui penyediaan paket teknologi, model, saprodi sesuai dengan kalender tanan dan jaminan harga serta pembelian hasil.

"Dari luas lahan tanaman padi di Sumut, kami akan memberi pinjaman berupa benih dan pupuk yang akan dibayar petani setelah memasuki masa panen," ujarnya Kamis (30/6), di Medan.

Dikatakannya, pinjaman tersebut akan diberikan kepada kelompok tani dengan sebelumnya melakukan Rencana Definitif Kelompok Kerja (RDKK). Dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), KCD, pedagang pengumpul hingga penggilingan padi.

"Perusahaan BUMN seperti PT Pertani akan menyediakan benih unggul, sedangkan perusahaan lain ada yang menyediakan lahan serta menyerap hasil produksi," katanya.

Untuk wilayah kerja GP3K 2011 ini, tambah Edward ada di kabupaten Karo, Pakpak Bharat dan Dairi seluas 500 haktar, Kabupaten Asahan, Batubara, Simalungun dan Kabupaten Labuhanbatu Utara seluas 2.000 hektare.

Selanjutnya Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas dan Padang Lawas Utara dan Kota Sidempuan seluas 2.000 hektare. Wilayah kerja lainnya yakni Kabupaten Langkat, Deliserdang dan Serdang Bedagai seluas 3.000 hektare.

Saat ini, memang pinjaman berupa benih dan pupuk kepada petani dengan luas lahan mencapai 7.500 hektare tersebut belum ada diberikan karena masih menginventaris data-data yang masuk sebagai penerima pinjaman. "Kita masih mendata kelompok tani yang akan menerima pinjaman, ditargetkan memasuki musim tanam (MT) kedua pada Juli dan Agustus ini sudah diberikan," ucapnya seraya menambahkan pinjaman diprioritaskan pada kelompok tani yang memiliki tali air.

Dengan program GP3K tersebut dengan luas lahan 7.500 hektare di Sumut, kata Edward diharapkan dapat mencapai target produksi padi antara 10% hingga 15% atau sekitar satu ton. Sedangkan di wilayah Sumbagut luas pinjaman yang diberikan kepada petani mencapai 15.000 hektare.

"Tahun ini kita upayakan pada peningkatan produktivitas tanaman padi dulu, sedangkan selanjutnya akan diberikan pinjaman alat dan sarana pada tanaman kedelai dan jagung," tuturnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar