Rabu, 22 Juni 2011

Berita Pertanian : Bulog Aceh Akui Tak Mampu Serap Beras Petani Lokal

Banda Aceh. Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Aceh hingga saat ini tetap belum mampu menyerap secara maksimal gabah dan beras yang berasal dari petani lokal seperti yang ditargetkan untuk pengadaan dalam negeri, meskipun sudah diberikan tambahan dana insentif Rp850 per kilogram, sebagai tambahan dari harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp5.060/kg.

"Terus terang, saat panen rendengan kemarin, kita tidak mampu menyerap pengadaan secara maksimal gabah dan beras dar petani lokal. Jumlah yang mampu kita capai masih sangat minim dari yang kita targetkan," ujar Kepala Divre Perum Bulog Aceh, Ir Fakhriani kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa (21/6).

Ia mengungkapkan, untuk realisasi pengadaan beras dalam negeri yang diserap dari petani lokal Aceh hingga posisi 21 Jun 2011 baru mencapai 16.790 ton atau sekitar 27,16 persen dari target pengadaan tahun 2011 sebanyak 65.000 ton. Rendahnya realisasi pengadaan beras ini, karena harga gabah dan beras di tingkat petani dan penggilingan padi terus berada di atas HPP.

Dikatakan, pihaknya mengalami kendala dalam menyerap seluruh hasil panen padi milik masyarakat di provinsi paling ujung barat pulau Sumatera itu karena harganya terus mengalami peningkatan. Pihaknya telah melakukan penambahan insentif untuk pembelian beras yakni mencapai Rp5.910/kilogram, namun para pedagang lebih memilih menjual beras ke Medan dengan harga berada di atas harga tampung Bulog. Kami terus berupaya untuk menampung seluruh hasil panen, meski musim panen rendengan 2011 telah berakhir.

Pesimis

Fakhriani pesimis target realisasi tersebut akan tercapai, jika harga komoditas tersebut terus mengalami lonjakan harga di pasaran, sementara Bulog tetap menampung dengan harga HPP ditambah insentif."Paling hebat kita bisa menyerap 40 ribu ton akhir tahun nanti, itupun kalau harganya tidak terus melonjak," terang Fakhriani.

Kendati demikian, pihaknya terus berupaya untuk menampung seluruh hasil panen milik petani di Provinsi Aceh pada musim panen gadu mendatang, sehingga target pengadaan tersebut dapat terealisasi.

Dalam kesempatan itu, Fakhriani juga mengungkapkan, persediaan beras di Perum Bulog (Divre) Aceh saat in mencapai 61.000 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran kepada hingga awal tahun 2012. "Persediaan beras yang ada di enam Subdivre kami pastikan cukup untuk mememenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat hingga tujuh bulan kedepan di Aceh," katanya.

Disebutkan, Bulog Aceh membutuhkan sekitar delapan ribu ton beras setiap bulan, di antaranya untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat miskin (raskin) dan kesiapsiagaan bencana daerah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar