Kamis, 30 Juni 2011

Berita Pertanian : Kenaikan Harga Beras Dorong Inflasi Juni

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juni terjadi inflasi sebesar 0,55 persen yang disebabkan kenaikan harga beras dan daging ayam ras.

Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Jumat (1/7) mengatakan laju inflasi juga disumbangkan kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama pada minggu keempat Juni.

"Ini bukan kejutan, tapi sampai minggu ketiga, perkiraan masih 0,1-0,2 persen, namun pada minggu keempat ada kenaikan signifikan harga pangan pokok," ujarnya.

Rusman menjelaskan beras dan daging ayam ras menyumbang inflasi masing-masing sebesar 0,07 persen, bawang merah 0,06 persen dan telur ayam ras 0,05 persen dari keseluruhan 0,55 persen.

Kemudian, ikan segar juga ikut menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen serta rokok kretek filter dan emas perhiasan masing-masing 0,03 persen.

Sedangkan komoditas penyumbang deflasi adalah cabai merah 0,03 persen serta cabai rawit dan gula pasir yang masing-masing menyumbang 0,02 persen.

Secara keseluruhan, Rusman menambahkan kelompok bahan makanan menyumbang andil inflasi sebesar 0,30 persen, kelompok makanan jadi minuman rokok dan tembakau 0,08 persen, kelompok perumahan air listrik gas dan bahan bakar 0,07 persen.

Kemudian kelompok sandang 0,04 persen, kelompok transportasi komunikasi dan jasa 0,03 persen, kelompok kesehatan 0,02 persen dan kelompok pendidikan rekreasi olahraga 0,01 persen.

Dengan demikian laju inflasi tahun kalender Januari Juni 2011 mencapai 1,06 persen dengan inflasi yoy mencapai 5,54 persen dan inflasi inti yoy 4,63 persen.

"Inflasi yoy turun dari 5,98 persen karena inflasi Juni 2010 mencapai 0,97 persen dan ini bisa menurun lagi pada kisaran lima persen apabila inflasi Juli mendatang dibawah angka inflasi Juli 2010 yaitu 1,57 persen," ujar Rusman.

Dari 66 kota IHK, sebanyak 65 kota mengalami inflasi dan hanya satu kota yang menyumbang deflasi yaitu Tanjung Pinang sebesar 0,57 persen.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 3,76 persen dan Sorong 2,35 persen sedangkan inflasi terendah terjadi di Padang Sidempuan 0,04 persen. (ant)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar