Senin, 20 Juni 2011

Berita Pertanian : Bahan Minim, Pembuat Kerupuk Telo Mengeluh

KEDIRI. Para pembuat kerupuk berbahan dasar ketela pohon di Desa Puhjajar, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengeluhkan kesulitan bahan baku. Akibatnya, permintaan pasar tidak dapat sepenuhnya terpenuhi.

Di desa tersebut, memang dikenal sebagai sentra home industry pembuatan krupuk berbahan dasar ketela, atau oleh masyarakat setempat biasa disebut dengan "krupuk telo".

Setidaknya, ada 30 kepala keluarga yang berkecimpung dibidang ini. Sementara ketela, biasanya didrop oleh para tengkulak yang datang dari beberapa daerah. Rata-rata sehari 8 ton, namun jumlah itupun dibagi ke beberapa pembuat kerupuk lainnya.

Sholikin, seorang pembuat krupuk ketela menuturkan, kesulitan bahan ini mulai terjadi sejak awal tahun ini. Target produksinya pun menurun tajam bahkan kadang sampai tidak produksi sama sekali. "Setiap rumah jumlah produksinya tidak sama, kalau saya sehari minimal produksi 5 kwintal. Tapi sejak Februari lalu, paling ya tinggal 2 hingga 3 kwintal saja. Bahkan sering pula tidak produksi," tutur Sholikin, Senin (20/6/2011).

Padahal, lanjut Sholikin, permintaan pasar terhadap kerupuk yang biasa digunakan untuk pelengkap orang yang tengah mempunyai hajatan ini juga tidak sedikit. Kerupuk yang setiap 5 kilogramnya dijual kepasar dengan harga rata-rata Rp 23 ribu tersebut bahkan sudah mulai dipasarkan keluar daerah.

"Ada yang dibawa ke Surabaya, Kalimantan juga ada. Tapi ya belum dapat sepenuhnya dipenuhi. Padahal saat ini musimnya orang hajatan." ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Tomo, pembuat kerupuk lainnya. Sepinya bahan baku membuat dirinya pasrah dengan keadaan yang ada. "Kalau tidak produksi ya bantu-bantu di sawah. Lumayan untuk tambahan kebutuhan sehari-hari," kata Tomo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar