Selasa, 28 Juni 2011

Empat Strategi Sejahterakan Nelayan













INDRAMAYU.
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhamad saat bertemu dengan sejumlah nelayan di Tempat Pelelangan Ikan Eretan Indramayu memberikan empat strategi dalam mensejahterakan nelayan.

"Nelayan tradisonal yang berada di sepanjang pesisir utara pantai Indramayu merupakan kelompok masyarakat yang kehidupannya tergantung pada musim, cuaca, dan keberadaan sumber daya alam tanpa keahlian mereka hanya mengandalkan pengalaman secara turun-temurun," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhamad di Indramayu, Senin (27/6).

Menurut dia, keterbatasan kemampuan dalam meningkatkan hasil tangkapan perlu diutamakan untuk mensejahterakan mereka, dalam hal ini pihaknya akan menerapkan berbagai upaya meningkatkan hasil tangkapan.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus berusaha memperhatikan mereka, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan empat strategi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, antara lain penguatan perubahan budaya nelayan, penguatan eliminasi hambatan usaha perikanan, penguatan perlindungan terhadap nelayan, dan penguatan sumber daya manusia nelayan.

Dia menjelaskan, peningkatan kehidupan nelayan sebagai bagian cluster keempat yang dimandatkan kepada KKP sebagai koordinator sejalan dengan misi kementerian dalam upaya peningkatan nelayan karena selama ini mereka terkendala berbagai faktor.

"Pemerintah akan terus memberikan perlindungan usaha nelayan dilakukan melalui peningkatan peran usaha perikanan, pendapatan nelayan, ketahanan pangan berbasis sumber daya perikanan dan pengembangan kegiatan ekonomi rakyat berbasis usaha perikanan harus didukung lintas sektor dan pemerintah pusat daerah," katanya.

Selain meninjau hasil tangkapan Menteri Kelauatan dan Perikanan Fadel Muhamad berdialog dengan sejumlah petani garam asal Indramayu. Dikatakannya, garis pantai sepanjang pantura Indramayu merupakan salah satu kabupaten potensial yang berkontribusi dalam memacu produksi garam nasional. saat Indramayu memiliki lahan seluas 1.533 hektare sebagai lahan produksi garam yang akan dikelola oleh 90 kelompok dengan melibatkan 1.020 petambak garam.

Lanjut dia, produksi garam Indramayu cukup membantu kebutuhan garam secara nasional, 24 ribu ton garam setidaknya akan dihasilkan dari Kabupaten Indramayu ini. Untuk merealisasikan target tersebut, dalam kesempatan tersebut Menteri Kelautan dan Perikanan menyerahkan BLM PUGAR sebesar Rp5 miliar untuk Kabupaten Indramayu.

Sementara itu kelompok tani garam menyambut gembira bantuan dari Menteri Kelauatan dan Perikanan, dan berharap mereka dapat meningkatkan produksi garamnya, karena selama musim hujan hasil produksi garam di pantai utara Indramayu menurun. (ant)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar