Rabu, 15 Juni 2011

Berita Pertanian : 4 Daerah Lampung Belum Terbitkan SK Pupuk

BANDAR LAMPUNG. Penyaluran pupuk bersubsidi di empat daerah di Lampung, yakni Pesawaran, Mesuji, Pringsewu, dan Bandar Lampung, masih menggunakan SK lama. Pasalnya, hingga Juni 2011, keempat daerah tersebut belum menerbitkan SK distribusi pupuk.

Menurut Kepala Pusri PPD Lampung Haerul Lizano, didampingi Saiful dan Edi S. dari PT Petrokimia, jika kabupaten tersebut belum mengajukan surat keputusan (SK) bupati untuk penyaluran pupuk, PT Pusri akan menggunakan SK bupati tahun sebelumnya. Kondisi ini bisa mengakibatkan kabupaten tersebut akan kehabisan pupuk urea bersubsidi karena data yang digunakan sudah tidak sesuai lagi.

"Kebutuhan pupuk yang tinggi menyebabkan petani masih kekurangan pupuk subsidi. Selain itu, SK bupati yang dikeluarkan tidak menyertakan data luas areal tanam per sektor dan subsektor sehingga menyebabkan penyaluran pupuk mengalami masalah," kata Haerul di sela-sela sosialisasi mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi di kantor Pusri PPD Lampung, Selasa (14-6).

Saat ini Lampung membutuhkan urea 542.388 ton. Namun, pemerintah hanya sanggup memberikan subsidi 315 ribu ton. Permasalahan dalam penyaluran pupuk bersubsidi masih sering terjadi. Selain karena SK bupati atau SK wali kota untuk penyaluran pupuk belum seluruhnya terbit, lanjut Haerul, juga karena pengawasan oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida yang tidak maksimal.

"Selain itu, kurangnya sosialisasi mekanisme pupuk bersubsidi dari Dinas Pertanian, distributor, pengecer, dan produsen. Pendataan RDKK petani dan kelompok oleh pemda juga belum maksimal, serta adanya oknum yang ingin menyelewengkan pupuk."

Permasalahan ini diperparah dengan kondisi infrastruktur yang buruk sehingga HET pupuk bersubsidi yang ditetapkan pemerintah untuk urea sebesar Rp1.600/kg sulit ditepati. Peningkatan harga di luar HET ini terpaksa terjadi untuk menutupi ongkos distribusi pupuk oleh distributor dan agen.

Penyaluran Capai 56%

Lebih lanjut Haerul mengatakan hingga Juni 2011, realisasi penyaluran urea bersubsidi sudah mencapai 56% atau 175.019 ton dari total alokasi 315 ribu ton. Sedangkan bila dihitung dari alokasi kumulatif Januari hingga Juni sebanyak 188.419 ton, urea subsidi yang sudah disalurkan sebanyak 88%.

Dari jumlah tersebut, hingga akhir 2011 mendatang masih tersisa alokasi 139.981 ton. Sedangkan sisa alokasi untuk Juni masih tersedia 23.038 ton. Meskipun demikian, realisasi alokasi untuk Kabupaten Mesuji sudah habis. Untuk itu, PT Pusri masih menunggu SK bupati Mesuji untuk penambahan alokasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar