Kamis, 23 Juni 2011

Berita Pertanian : BPTP Sumut Uji Daun dan Pelepah Kelapa Sawit Jadi Pakan Sapi

Medan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumut telah melakukan penelitian terhadap daun dan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak sapi.

Siti Suryani, staf penyuluhan BPTP Sumut, Rabu (22/6), mengatakan, daun sawit mengandung protein kasar 14,8%, lignin 27,6% dan kecernaan invitro kurang dari 50%, temasuk kualitas biologis medium. “Karena itu disarankan pemberian daun sawit kepada ternak jangan melebihi 20 persen dan sebaiknya diberi perlakuan lebih dulu. Daun sawit diketahui memiliki keambaan, daya serap air dan kelarutan yang lebih tinggi. Nilai keambaan yang tinggi merupakan karakteristik berserat tinggi," ujarnya.

Berdasarkan kriteria tersebut kata Siti, pelepah dan daun sawit termasuk ke dalam pakan dasar. “Pelepah daun sawit dapat menggantikan rumput sampai 80 persen tanpa mengurangi laju pertumbuhan bobot badan sapi yang sedang tumbuh. Pelepah dapat diberikan dalam bentuk segar atau diproses terlebih dahulu menjadi silase,” jelasnya.

Dijelaskannya, penggunaan pelepah sawit dalam bentuk silase pada sapi sebanyak 50% dari total pakan dapat menghasilkan pertambahan bobot badan harian berkisar 0,62 - 0,75 kg.

Perlakuan fermentasi untuk menghasilkan silase pada prinsipnya untuk preservasi dan konservasi. Pengaruhnya terhadap nilai gizi bahan relatif kecil. Untuk meningkatkan kandungan gizi dalam proses fermentasi dapat ditambahkan urea. "Pelepah sawit menjadi produk silase tidak meningkatkan kecernaan, namun jika menambahkan urea sebanyak 3 – 6 persen akan meningkatkan kandungan protein bahan dari 5,6 menjadi 12,5 atau 20 persen,” ujar Siti.

Menurut Siti, proses pembuatan silase dilakukan dengan mencacah bahan menjadi partikel yang halus. Cacahan diberi salah satu bahan seperti tepung kanji, tepung jagung, onggok atau molases sebanyak 3-5%. Selain itu juga perlu ditambahkan urea 3 – 6 persen kemudian semua bahan dimasukkan ke dalam drum, dipadatkan dan ditutup rapat untuk mempertahankan kondisi tanpa udara (anerob) selama 2-3 minggu. Untuk kemudian bisa digunakan. “Namun, saat silase dibuka, harus dikeringanginkan terlebih dulu,” jelasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar