Minggu, 01 Mei 2011

Berita Pertanian : Resi Gudang Bantu Permodalan Petani











Bappebti Proyeksi Bangun Tiga Gudang


MAKASSAR
. Sistem resi gudang yang diberlakukan di Indonesia, sangat membantu permodalan petani.
Untuk mewujudkan program tersebut, saat ini Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel serta kalangan perbankan dan akademisi, menyiapkan peraturan tata tertib (PTT) pasar lelang dan resi gudang yang digodok di Hotel Yasmin, Rabu, 27 April.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Andi Murny Amien Situru, Kabag Pengawasan Pasar Lelang Bappebti, Dharmayugo Hermansyah, Humas Bank Indonesia Makassar Gusti Raizal Eka Putra, dan Tim Promotor PTT Resi Gudang, Prof Syahnur Said.

Kabag Pengawasan Pasar Lelang Bappebti, Dharmayugo Hermansyah, pada kesempatan tersebut mengungkapkan, dengan sistem resi gudang ini, petani akan mendapatkan bantuan permodalan dengan menitipkan komoditasnya di gudang, dan mereka akan mendapatkan dana sebesar 70 persen dari nilai komoditas yang dititipkan.

Saat ini, resi gudang baru ada di Sidrap Sulsel. Pasalnya, gudang yang merupakan bantuan pemerintah tersebut baru ada di daerah Sidrap dengan nilai Rp3,9 miliar dan kapasitas 1.500 ton untuk komoditas beras yang sifatnya plat atau 400 ton untuk silo.

Tahun ini kata Yoga, sapaan akrab Dharmayugo, pihaknya akan membangun gudang di Pinrang dan Bantaeng. "Kita juga sementara menjajaki Palopo," sebutnya.

Humas BI Makassar, Gusti mengungkapkan, sistem resi gudang ini sangat membantu petani yang mengalami masalah pokok di permodalan. Keterlibatan perbankan sendiri sebut Gusti, sebagai bentuk komitmen untuk mendorong sektor riull.

Pasalnya kata dia, kalau sektor riil tidak jalan, maka sektor moneter juga akan terhambat. Pasar lelang yang diterapkan pada sistem resi gudang sebut dia, akan menciptakan mekanisme pasar yang sehat bagi petani dalam menjual produk mereka. Potensi Sulsel cukup bagus, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) 8,18 persen dan sektor pertanian tumbuh 2,18 persen pada 2010.

Tim promosi PTT resi gudang, Prof Syahnur, pada kesempatan tersebut menjelaskan, pihaknya sementara menyusun standard operational procedure (SOP) juga menyusun business plan yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pasar lelang dan resi gudang di Sulsel.

Selain Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat, Sulsel adalah salah satu daerah yang ditunjuk untuk menjadi pengelola pasar lelang dan resi gudang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar