Selasa, 31 Mei 2011

Berita Pertanian : Wereng Makin Ganas, Petani Wonogiri Dibayangi Gagal Panen

WONOGIRI. Petani padi di 15 kabupaten wilayah kabupaten Wonogiri,Jawa Tengah, resah dibayangi gagal panen, akibat serangan wereng coklat dan hama kerdil yang terus meluas dan semakin sulit diatasi.

Kerugian padi puso akibat dua hama itu sudah mencapai Rp 500 juta dan akan terus membengkak hingga puluhan miliar rupiah, jika sekitar 1300 hektare tanaman padi yang diserang gagal diselamatkan dengan pengobatan pestisida.

Di wilayah Pracimantoro, sejumlah petani yang sudah putus asa, telah nekat membakar tanaman padi miliknya yang tidak lagi bisa diselamatkan. Pada saat ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura ( DPTPH ) mencoba membujuk petani bersedia beralih ke palawija untuk memutus mata rantai wereng coklat yang mengganas dalam beberapa musim tanam terakhir ini.

"Sudah beberapa hari ini, petani di Pracimantoro secara sporadis membakar tanaman padi yang dipastikan gagal dipanen, karena batangnya sudah menguning dan kering. Ada sedikitnya 3 hektare yang sudah dibakar," ujar Kastono, petani Pracimantoro di tengah kegalauannya untuk menyelamatkan tanaman padi dari keganasan hama wereng coklat.

Bupati Wonogiri Danar Santosa telah memerintah Kepala DPTPH Wonogiri Guruh Santosa agar bahu membahu dengan petani untuk mengenyahkan wereng coklat yang sulit dibrantas itu, sehingga kerugian petani tidak semakin membesar. Sebab jika sampai 1300-an hektare tanaman padi gagal diselamatkan, kerugian bisa mencapai puluhan miliar.

"Jadi kita bersama petani terus bekerjasama membrantas wereng coklat. Mudah-mudahan dengan cara ini, padi puso bisa ditekan. Dari hujan yang semakin menipis, kita yakin, wereng coklat dapat dienyahkan. Tapi nanti habis panen, petani harus mengganti dengan palawija, agar mata rantai wereng coklat benar-benar dapat diputus," tandas Guruh Santosa.

Di tempat terpisah Bupati Karanganyar, Rina Iriani juga memerintahkan Dinas Pertanian untuk bekerja keras membantu petani mengatasi serangan wereng coklat yang sudah meluas di 8 kecamatan.

"Terus kita pantau, dan Alhamdulillah serangan semakin menyempit sekarang. Padi puso tidak banyak, sehingga kabupaten Karanganyar saya pastikan tidak begitu terganggu dan tetap surplus beras nantinya," ujar Rina. (MI)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar