Jumat, 27 Mei 2011

Upaya Penanganan Perbenihan Kelapa Sawit Indonesia ke Depan


Dolok Masihul. Ketersediaan produksi benih kelapa sawit unggul dan berkualitas dalam negeri relatif stabil dan terus meningkat semenjak tahun 2008. Diperkirakan terus meningkat dan bahkan berlebih dalam beberapa tahun ke depan, sehingga saat ini pemerintah sedang mengkaji untuk tidak melakukan importasi atau tidak membuka keran impor.

Apalagi saat ini permintaan atau kebutuhan benih dalam negeri jauh berada di bawah kapasitas produksi yang ada. Saat ini kapasitas produksi benih dalam negeri mencapai 205 juta, rencana produksi 143.5 juta butir dan kebutuhan dalam negeri diperkirakan 111.5 juta.

Demikian Dirjen Perkebunan, Gamal Nashir kepada wartawan didampingi Seed Production Manager PT. Socfindo, Indra Syahputra dan Seed Sales & Marketing Manager Eko Dermawan, saat mengunjungi pembenihan kecambah yang telah diproses di laboratorium produksi kecambah di Pusat Seleksi Bangun Bandar (PSBB) Socfindo Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumatra Utara, Rabu (25/05).

Penurunan permintaan tersebut terjadi sejak triwulan ke 3 tahun 2008 dan sangat erat kaitannya dengan adanya krisis keuangan global, di samping adanaya permasalahan status tata ruang lahan di daerah pengembangan perkebunan kelapa sawit dan adanya permasalahan sosial yang terus terjadi hingga saat ini.

Indonesia adalah produsen, sekaligus konsumen benih kelapa sawit terbesar di dunia. Sebagai gambaran produksi benih kelapa sawit dunia ini pemerintah mengantisipasi maraknya penyaluran bibit kecambah palsu yang beredar di masyarakat.

Lebih Lanjut Ditjenbun Gamal Nasir menjelaskan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan benih tersebut, mulai 2009 pemerintah dalam jangka pendek akan mendorong peningkatkan kapasitas produksi benih kelapa sawit di dalam negeri .

Peningkatan produksi benih ini melalui penambahan pohon induk aktif oleh beberapa perusahaan produsen benih antara lain PT. Socfindo yang memiliki kebun induk, dan pusat produksi kecambah yang seluruh kegiatan berkaitan dengan produksi di pusatkan di Bangun Bandar Deli Serdang.

Hal Senada juga disampaikan Seed Producyion Meneger Socfindo, Indra Syaputra, produksi kecambah yang dihasilkan Bangun Bandar merupakan produksi hasil persilangan 5.020 pohon induk dari 24.000 sementara luas tetuajantan dengan populasi 8.000 pohon yang diaktifkan sebanyak 387 pohon disamping itu juga populasi induk sebanyak 1.876 yang berada di Aek Loba.

Dari keseluruhan pohon induk yang selektif bertujuan mendapatkan benih kelapa sawit yang memiliki potensi dengan kualitas terbaik sesuai karakter yang diharaapkan . Hingga saat ini PSBB pembenihan mampu meproduksi benih DxP unggul Socfindo sebanyak 35 hingga 40 juta butir pertahun.

Selanjutnya, dalam jangka panjang sedang dilakukan upaya-upaya penambahan jumlah sumber benih baru, penanganan benih kelapa sawit ilegal (palsu).

Cegah

Untuk mencegah beredarnya benih kelapa sawit palsu di tengah masyarakat, pemerintah menurut Dirjen akan mewajibkan perusahaan produsen benih untuk mengalokasikan minimal 30 persen dari total produksi benihnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik yang didanai pemerintah maupun swadaya masyarakat.

Pemerintah juga akan memberikan kemudahan bagi masyarakat, untuk mendapatkan benih kelapa sawit secara langsung ke sumber benih untuk pesanan di bawah 5000 butir dengan persyaratan hanya cukup membawa keterangan dari kepala desa setempat, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah benar-benar petani kelapa sawit.

Untuk diketahui dalam rangka menghindari pemalsuan benih, maka untuk pemesanan benih dipersyaratkan adanya Surat Persertujuan Permohonan Benih Kelapa Sawit (SP2BKS) yang dikeluarkan oleh Dinas yang membidangi Perkebunan di Kabupaten maupun di Propinsi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar