Rabu, 18 Mei 2011

Berita Pertanian : Harga Jagung dan Pakan Ternak Semakin Mahal

Medan. Tingginya harga jagung di pasar yang disebabkan oleh minimnya produksi, langsung berdampak pada harga pakan ternak. Saat ini, harga pakan ternak kembali mengalami kenaikan sekira 12,28% dari sebelumnya. Kenaikan ini, terjadi karena kebutuhan jagung dalam produksi pakan ternak sangat dominan, yakni mencapai 50%.
Saat ini kenaikan harga jagung bukan hanya terjadi di pasar lokal melainkan juga di dunia. Tidak ayal, pengusaha ternak pun harus melakukan impor sekitar 10-15% jagung untuk memenuhi kebutuhan pabrikan. Kekurangan suplai jagung yang terjadi saat ini, diakibatkan anomali iklim yang berimbas pada penurunan produktivitas tanaman jagung.

Ahwa, pedagang jagung dan pakan ternak di Pasar Petisah Medan, Rabu (18/5), mengatakan, selain naiknya harga pasokan, volume pakan ternak yang sampai ke pedagang cukup minim dan ini membuat mereka kesulitanmemenuhi permintaan konsumen.

"Biasanya, saya mendapat pasokan sekitar 700 kg setiap pekan, tapi sekarang hanya sekitar 50% dari jumlah itu," ujarnya.

Dikatakan Ahwa, kondisi ini tentu akan berakibat pada penurunan penjualan di tokonya yang otomatis akan berpengaruh pada perolehan omsetnya secara keseluruhan.

Sementara harga jagung, kata Ahwa, jika kemarin harganya masih berkisar Rp 5.500 per kg, kini sudah merangkak naik menjadi Rp 6.200 per kg. Ahwa berharap, pemerintah peka terhadap permasalahan ini agar pelaku usaha kecil tidak mendapatkan imbas yang signifikan. "Pengusaha ternak tentu akan terganggu produksinya karena kesulitan untuk mendapatkan pakan ternak. Kalau itu terjadi, harga ayam di pasaran akan melonjak," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Fitria, pedagang pakan ternak di Pusat Pasar Medan. "Iya, harganya naik hingga Rp 700 dari sebelumnya Rp 5.000 menjadi Rp 5.700 per kg. Padahal, permintaan pakan ternak cenderung tinggi," ungkapnya.

Fitria mengungkapkan, kenaikan harga pakan ternak ini membuat stok di tokonya hampir ludes. "Biar pun harganya tinggi, tapi tetap dibeli masyarakat, terutama peternak. Karena memang sangat dibutuhkan untuk makanan ternak mereka. Itu membuat stok di toko saya hampir ludes. Padahal pasokan yang sampai ke pedagang makin menipis," katanya.(MB)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar