Rabu, 11 Mei 2011

Berita Pertanian : Petani Hanya Pasrah, Banjir di OKUT












MARTAPURA.
Dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu mulai dirasakan petani jagung di Kecamatan Martapura dan Bunga Mayang, OKUT.

Puluhan hektare tanaman mati hingga rusak lantaran terendam air. Akibatnya, petani menelan kerugian yang cukup besar.Rokbah (80), petani Desa Peracak mengatakan, hujan yang mengguyur mengakibatkan tanaman jagung miliknya tergenang air hingga sepekan. Akibatnya, sebagian tanaman rebah dan mati. ‘’Saat ini air mulai surut, tetapi tanaman sudah telanjur mati hanya sebagian yang bisa bertahan hidup,’’ ujarnya yang menyebutkan tanaman jagungnya belum bisa dipanen.

Dodo (40) petani yang sama mengatakan, hujan membuat tanaman jagung yang baru ditanam menjadi busuk. “Mungkin saat air surut, kami kembali akan melakukan penanaman ulang karena semua tanaman tergenang air,” ujarnya.Padahal, lanjutnya, kegagalan dalam melakukan persemaian cukup merugikan petani. ‘’Karena mengeluarkan biaya, termasuk biaya benih hingga upah pekerja.

Air memang sudah mulai surut tetapi tanaman jagung banyak yang mati karena terlalu lama terendam,” ujarnya. Saat ini, petani hanya bisa pasrah dengan keadaan ini. Selain terancam gagal panen, petani juga harus memikirkan untuk membeli bibit baru untuk tanam kembali. ”Kami sangat membutuhkan bantuan, terutama benih untuk menanam kembali,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar