Jumat, 27 Mei 2011

Kuat Sudarto, Perintis Pestisida Alami di Langkat











Medan
. Kuat Sudarto, asal Kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara (Sumut), merupakan perintis pestisida alami di daerahnya. Sejak 1995, dia telah meracik berbagai bahan alami dan kebanyakan dari tumbuhan untuk dijadikan pestisida.

"Banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari tanaman yang ada di sekitar kita, makanya saya mulai coba-coba untuk membuat pestisida dari tanaman yang ada," kata Sudarto, saat ditemui di sela-sela acara Pekan Raya Lingkungan Hidup dan CSR di Lapangan Benteng Medan, Kamis (26/5).

Bahan-bahan yang digunakannya antara lain, bawang putih untuk mengusir walang sangit, cabai untuk mengusir burung, tembakau untuk mengusir ulat, dan beberapa bahan seperti daun pacar china, lengkuas, tembakau, bandotan, sirsak dan sebagainya.

Menurutnya, bahan-bahan tersebut merupakan musuh alami dari kebanyakan hama. "Pestisida ini kita gunakan sesuai dengan jenis hama yang akan diusir, karena setiap hama punya musuh alaminya sendiri," ucap bapak tujuh anak ini.

Dikatakannya, bahan-bahan tersebut hanya perlu difermentasi agar mendapatkan pestisida dalam bentuk cair. Waktunya pun relatif singkat, hanya berkisar 24 jam, setelah itu, pestisida siap digunakan. Selain itu, banyak manfaat yang bisa didapat dari pestisida alami tersebut. Antara lain tidak menyebabkan polusi tanah, bebas residu bahan kimia pada tanaman, lebih sehat karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya dan beberapa manfaat lainnya.

Hasil kerja kerasnya tersebut, pada 2001, Sudarto dianugerahi penghargaan Kalpataru dari Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Sumut, kemudian pada 2002 penghargaan Kalpataru diperolehnya dari Kementerian Lingkungan Hidup, kemudian tahun 2003 ia juga mendapat penghargaan Kalpataru dari DPRD Sumut. "Semuanya masuk dalam kategori perintis, karena menurut mereka, saya yang merintis kegiatan tersebut," tambahnya.

Kini, dia tidak lagi memproduksi pestisida alami karyanya. Dia lebih banyak menyibukkan diri dengan memfasilitasi kelompok-kelompok tani yang ada di daerahnya maupun luar daerah yang mau menggunakan pestisida alami. Selain itu, dia juga kekurangan biaya dan peralatan produksi untuk meneruskan kegiatan membuat pestisida. "Ya, saya hanya memberi pelatihan kepada petani maupun mahasiswa, biar mereka sendiri yang akan membuat pestisida alami," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar