Jumat, 27 Mei 2011

Berita Pertanian : Luas Areal Tembakau di Lampura Naik 37%







KOTABUMI. Areal komoditas tembakau di Lampung Utara (Lampura) dalam tiga tahun terakhir meningkat hingga 37%. Pasalnya, tanaman tersebut dinilai petani lebih menguntungkan dibanding dengan tanaman lain seperti palawija.

Menurut Kabid Produksi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lampura Najamudin, didampingi Staf Bidang Produksi Joni, hal itu terlihat dari data luas areal tembakau untuk jenis rosok atau rajang dan virginia di Lampura pada 2009 seluas 25 ha, kemudian pada 2010 naik menjadi 30 ha, dan pada 2011 meningkat lagi menjadi 40 ha.

Sedangkan areal tembakau tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Tanjungraja, Abungtimur, Abungsemuli, Bukitkemuning, Abungtinggi, dan Sungkaitengah. "Dari 23 kecamatan se-Lampura, hanya ada enam kecamatan yang sebagian kelompok taninya melakukan budi daya tanaman tersebut dengan luas areal penanaman dari tahun ke tahun selalu meningkat," katanya, Rabu (25-5).

Joni menambahkan meningkatnya luas areal penanaman juga dipicu adanya pola kemitraan pihak ketiga antara petani dan perusahaan. Pola kemitraan banyak terjalin di kalangan petani yang tinggal di Kecamatan Abungtimur dan Abungsemuli dengan melakukan penanaman tembakau jenis virginia.

"Provinsi Lampung, seperti di Kabupaten Lampura, menjadi sasaran utama di luar Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai lokasi perluasan areal penanaman tembakau untuk memenuhi kebutuhan bahan baku rokok, baik bagi perusahaan dalam maupun luar negeri," ujar Joni.

Joni menuturkan luas areal penanaman tembakau jenis virginia yang dilakukan dengan pola kemitraan mulai 2010 lalu meningkat signifikan. Pada 2010 luas areal penanaman tembakau jenis virginia di kalangan petani sekitar 15 ha. Kemudian pada 2011 meningkat menjadi 25 ha. Sedangkan sisanya merupakan tembakau jenis rosok atau rajang yang dibudidayakan secara swadaya.

"Sekitar 80% hasil tembakau jenis virginia diekspor untuk memenuhi pasokan bahan baku rokok di luar negeri. Sedangkan 20% sisanya baru digunakan untuk pasokan industri rokok dalam negeri," kata Joni.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar