Minggu, 01 Mei 2011

Berita Pertanian : Pemprov Segera Bangun Gudang Pangan











Pernan Bulog Dinilai Tak Maksimal

MAKASSAR
. Tak puas dengan kemampuan daya serap Perum Bulog Sulsel, Pemerintah Provinsi Sulsel bernencana membangun gudang pangan alternatif. Gudang tersebut, untuk memaksimalkan serapan komoditas pangan terutama beras.

Rapat persiapan pembentukan gudang alternatif digelar, Jumat, 29 April, di Kantor Gubernur Sulsel diikuti SKPD terkait, antara lain Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Badan Ketahanan Pangan Nasional dan beberapa UPTD.

Sekretaris Provinsi Sulsel Andi Muallim usai menggelar rapat mengungkapkan, Sulsel segera mencari solusi jika memang Bulog tidak bisa memaksimalkan penyerapan beras produksi petani Sulsel tahun ini. Menurutnya, sistem pengelolaan gudang pangan alternatif tersebut sudah sangat dibutuhkan karena pada saatnya nanti kemampuan Bulog.

Menurut dia, Bulog hanya menyerap beras berdasarkan kemampuan keuangan atau anggaran yang kucur dari APBN. "Ini sering tidak seimbang antara jumlah kemampuan dengan keinginan petani. Adakalanya juga faktor cuaca atau faktor lain, rakyat menghendaki dibeli seketika padahal Bulog tidak bisa seperti itu," katanya.

Muallim memimpin rapat pembahasan rancangan pembentukan gudang pangan alternatif tersebut dengan membahas anggaran yang harus disiapkan serta struktur organisasi pengelolaannya. Bentuknya belum dipatenkan, namun menurut Muallim, alternatifnya bisa dibuatkan semacam Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) di bawah kendali Badan Ketahanan Pangan (BKP) atau Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikulura atau ke Perusahaan Daerah (Perusda) bekerjasama dengan bank pembangunan daerah.

"Jika hasil rancangannya telah disepakati, tinggal memikirkan pendistribusian beras yang telah diserap. Persoalannya ini kan ketataniagaan nasional. Kalau kita yang mengadakan selanjutnya bagaimana, setelah beras dibeli dibawa kemana," ujarnya.

Di berbagai kesempatan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sering mengeluhkan minimnya daya serap Bulog Sulsel. Karena itu wacana untuk mengambil alih peran Bulog di daerah terus mengemuka.

"Bulog jangan lagi mempersoalkan kualitas beras dan membelinya sesuai dengan harga yang ditetapkan terutama pada saat kondisi cuaca tak menentu seperti sekarang. Inilah saatnya Bulog mengambil peran dengan membantu petani," kata Syahrul.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar