Rabu, 18 Mei 2011

Berita Pertanian : Pertumbuhan Sayur Mayur di Kaki Gunung Sinabung Lebih Subur










Karo
. Salah satu tanaman yang menjadi primadona para petani yang berada di bawah kaki Gunung Sinabung, Kabupaten Karo adalah kentang, tomat, kubis, cabai dan ubi jepang. Sedangkan untuk tanaman musiman seperti jeruk dan kopi ateng juga masih dalam kategori terawat.

Beberapa petani yang ditemui, Selasa (17/5) di beberapa desa seperti Desa Merdeka, Jumaraja, Ujung Teran, Deram, Deskati, Suka Debi, Suka Tepu, Naman, Suka Nalu, Kuta Rakyat, Sigarang-Garang, dan Laukawar, mengatakan pertumbuhan ekonomi mereka mulai membaik. Dengan merujuk dari hasil pertanian mereka, yang terus tumbuh berkembang.

Bahkan pertumbuhan tanaman pasca semburan abu vulkanik tersebut, terlihat lebih subur. “Sejauh ini kami menemukan kerusakan tanah, namun ada juga yang negatif atas reaksi Gunung Sinabung ini, seperti hama penggerek batang mulai banyak menyerang tanaman seperti tebu, ubi, cabai dan jeruk.

Namun semua itu masih dapat dikendalikan para petani,” kata T Sembiring Pendia, salah seorang petani di Desa Merdeka.

Pernyataan Sembiring juga diakui petani lainnya. Bahkan menurut para petani musim panen kali ini, setiap tanaman yang mereka tanam hasilnya sangat memuaskan.

Hanya saja dari sisi harga beberapa tanaman tidak menguntungkan seperti harga kol, cabai yang anjlok. Sedangkan kentang, tomat, ubi dan kopi harganya lumayan baik, petani bisa meraih laba.

Mereka juga mengatakan, pertumbuhan tanaman di bawah kaki Gunung Sinabung sedikit berbeda dengan pertumbuhan sayur mayur di bawah kaki Gunung Barus yang terdapat di Kecamatan Barus Jahe. Di kecamatan ini banyak petani mengalami kerugian, karena hampir rata-rata para petani menanam kol dan cebai yang harganya saat ini sedang turun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar