Rabu, 11 Mei 2011

Berita Pertanian : Pembudidaya Ikan Lele Gulung Tikar

GEDONGTATAAN. Pembudidaya ikan air tawar jenis lele di Gedongtataan banyak yang gulung tikar. Pasalnya, saat panen para peternak ikan tersebut mengaku rugi akibat tingginya harga pakan.

"Boro-boro pulang modal. Setelah dihitung malah rugi. Baru pertama kali panen hasilnya rugi, kerugian besar untuk membeli pakannya," kata Muryanto, warga Desa Bagelen, Gedongtataan, saat ditemui dirumahnya, Selasa (10-5).

Menurut Muryanto, pemerintah melalui dinas setempat pernah memberikan bantuan pakan pada saat perlombaan sebanyak 10 kg. "Itu pun dibagi dua dengan pembudidaya ikan lainnya." Selain itu, dinas juga pernah memberikan sosialisasi secara lisan cara membudidayakan ikan lele. "Sosialisasi sangat butuh buat kami, tapi yang lebih penting bantuan pakannya," kata dia.

Lebih lanjut Muryanto mengatakan saat panen kemarin, dirinya hanya mendapatkan 17 kg yang dijual seharga Rp73 ribu, dipotong untuk membeli pakan Rp40 ribu. "Kalau bibit dan pakannya punya sendiri ruginya makin besar. Untung saja bibitnya dibantu dari Dinas, jadi ruginya hanya tenaga untuk mengurus," kata dia.

Hal yang sama juga dikatakan pembudidaya ikan lele lainnya. Sri, mewakili suaminya, Jumadi, yang tidak lagi membudidaya lele karena tidak kuat membeli pakan atau pelet. "Baru merasakan panen satu kali, itu pun rugi," kata dia.

Mengomentari hal ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pesawaran Sujanto mengatakan kerugian pembudidaya ikan lele disebabkan mahalnya harga pakan. Sementara itu, bantuan bibit dan pakan tidak ada.

Harga Ikan Segar Naik

Sementara itu, harga berbagai jenis ikan segar di beberapa pasar tradisional di Kecamatan Katibung, Merbaumataram, dan Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, meningkat.

Pantauan Lampung Post di Pasar Margomulyo, Desa Sumberagung, Kecamatan Way Sulan; Pasar Suban, Kecamatan Merbaumataram; dan Pasar Tanjungan, Kecamatan Katibung, harga ikan bandeng Rp16 ribu—Rp18 ribu/kg, ikan bawal Rp16 ribu/kg, ikan kembung Rp22 ribu/kg, dan ikan manyong Rp16 ribu/kg. "Sudah beberapa pekan terakhir ini harga ikan mengalami kenaikan kendati tidak terlalu drastis," kata Nuriyah, pedagang ikan daerah setempat.

Menurut keterangan para pedagang di daerah tersebut, saat ini pasokan ikan baik dari Lampung Selatan maupun dari daerah lain, seperti dari Kotaagung, Tanggamus, agak berkurang sehingga harga meningkat.

Menurut mereka, harga ikan laut akan naik jika cuaca buruk, seperti terjadi angin kencang atau ombak laut tinggi. Dengan demikian pasokan ikan laut menjadi berkurang dan harganya naik. Demikian pula harga ikan air tawar. Sementara itu, harga ikan air tawar, seperti gabus, patin, tawes, dan ikan mas juga meningkat. Saat ini harga ikan mas Rp28 ribu/kg, ikan patin Rp15 ribu/kg, dan ikan gabus Rp30 ribu/kg. Sedangkan ikan asin sepat Rp30 ribu/kg, ikan asin tembakang Rp25 ribu/kg, dan ikan teri asin Rp32 ribu/kg. Nurmayulis, seorang ibu rumah tangga di Desa Babatan Katibung, mengatakan saat ini untuk mendapatkan ikan segar para konsumen tidak mengalami kendala. Selain ketersediaan di pasar mencukupi, juga bagi ibu rumah tangga yang enggan ke pasar cukup menunggu pedagang ikan keliling di rumah masing-masing.

"Sekarang ini pedagang ikan sudah canggih. Mereka menjajakan ikannya tidak lagi dengan berjalan kaki tapi dengan menggunakan sepeda motor. Kami enggak perlu ke pasar untuk membeli ikan dan setiap hari ada," kata ibu berputra tiga ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar