Senin, 02 Mei 2011

Manfaat Cabai untuk Kesehatan






Oleh: Krisma Dewi

MESKIPUN harga cabai sedang melambung tinggi, sekiranya Anda jangan sampai tidak mengkonsumsinya sama sekali. Karena cabai sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Cabai, merupakan tanaman yang termasuk ke dalam keluarga tanaman Solanaceae.

Spesies tanaman cabai yang paling sering digunakan meliputi Capsicum annum, Capsicum frutescens, Capsicum chinense, Capsicum pubescens, dan Capsicum baccatum.

Para peneliti dari Los Angeles Center for Human Nutrition, universitas California, AS telah melakukan sebuah penelitian kecil, mereka menemukan bahwa zat yang terkandung di dalam cabe yang memberi rasa pedas yaitu capsaicin, ternyata tidak hanya menimbulkan keringat ketika disantap, tetapi juga membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak energi.

Capsaicin mirip seperti minyak dan menyengat sel-sel pengecap lidah. Selain capsaicin, cabai juga mengandung dihidro capsaicin, capsaicinoids, karoten, vitamin A dan C, zat pewarna alami, fosfor, zat besi dan niasin.

Capsaicinoids mirip dengan capsaicin. Apabila cabai dimakan, senyawa-senyawa capsaicinoids berikatan dengan reseptor nyeri di mulut dan kerongkongan sehingga menyebabkan rasa pedas. Kemudian reseptor ini akan mengirimkan sinyal ke otak yang mengatakan bahwa sesuatu yang pedas telah dimakan. Otak merespon sinyal ini dengan menaikkan denyut jantung, meningkatkan pengeluaran keringat, dan melepaskan hormon endorfin.

Adapun manfaat cabai untuk yang mengkonsumsi adalah sebagai berikut:

1. Memperkecil risiko terserang stroke, impotensi, jantung koroner dan penyumbatan pembuluh darah. Hal ini karena dengan mengkonsumsi capsaicin secara rutin darah akan tetap encer dan kerak lemak pada pembuluh darah tidak akan terbentuk. Cabai juga berkhasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis).

2. Meredakan pilek dan hidung tersumbat karena capsaicin dapat mengencerkan lendir. Sehingga, lendir yang tersumbat dalam rongga hidung akan menjadi encer dan keluar. Ini berlaku pada sinusitis dan juga batuk berdahak.

3. Meningkatkan nafsu makan. Karena capsaicin dapat merangsang produksi hormon endorphin. Endorphin adalah hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan.

4. Menurunkan hipertensi, karena cabai mengandung banyak vitamin C dan betakaroten (provitaminA) lebih dari buah-buahan seperti mangga, pepaya, nanas, dan semangka. Cabai membantu memperkuat pembuluh darah, yang membuat mereka lebih elastis sehingga dapat menyesuaikan dengan fluktuasi tekanan darah.

5. Mengurangi resiko kanker prostat, menurut penelitian capsaicin tidak hanya membuat lidah menjadi terasa panas tetapi juga membunuh sel-sel jahat yang menyebabkan kanker prostat.

6. Menurunkan berat badan, karena cabai dapat membantu merangsang tubuh untuk lebih cepat membakar lemak dan menyeimbangkan metabolisme tubuh melalui rasa panas yang dihasilkan dari capsaicin dan diyakini dapat membantu pembakaran kalori hingga 25 persen.

7. Kandungan antioksidannya dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.

8. Ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit.

9. Menurunkan kadar kolesterol, menormalkan kaki dan tangan yang lemas, meredakan migraine, gangguan rematik dan jari nyeri karena kedinginan, mengobati perut kembung, memberi kalsium dan fosfor bagi tubuh (karena kandungan kalsium dan fosfor pada cabai tidak kalah dari yang ada pada ikan segar.

Manfaat lain cabai selain manfaat jika cabai dikomsumsi, yaitu :

  1. Selain dikonsumsi, cabai juga bisa menghilangkan rasa dingin pada tubuh dengan cara mengoleskannya pada bagian yang terasa dingin. Daun cabai juga bermanfaat mengatasi sakit perut dan bisul, dengan cara digiling kemudian dibalurkan di daerah yang sakit. Bubuk cabai merah kering sangat berkhasiat meredakan rasa nyeri dan pendarahan pada bagian tubuh yang terluka (seperti terluka karena pisau). Bubuk cabai tersebut tidak akan menimbulkan perih pada luka karena adanya zat capsaicin pada cabe merah yang menghilangkan rasa sakit.
  2. Penurun demam tinggi. Daun cabai juga dapat mengatasi demam tinggi, caranya adalah segenggam daun cabai rawit ditumbuk sampai halus dan campurkan satu sendok minyak selada sampai rata. Setelah itu tempelkan ramuan pada ubun-ubun atau dibalurkan pada seluruh badan. Selimuti badan penderita dengan selimut yang tebal. Tak berapa lama, badan akan mengeluarkan keringat, sehingga panas badan akan menurun dengan cepat.

Cabai memang sangat bermanfaat, tapi bukan berarti dianjurkan mengkonsumsinya sebanyak mungkin cabai juga memiliki dampak negatif , yaitu menyebabkan seseorang menjadi pelupa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar