Rabu, 04 Mei 2011

Berita Pertanian : DKP Jadikan Pantai Timur Sentra Lele Jumbo

Jambi. Dinas Kelautan dan Perikanan Jambi menjadikan kawasan pantai timur sentra pengembangan lele jumbo.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jambi Herman Rahim di Jambi, Selasa
(3/5), mengatakan, kawasan pantai timur banyak terdapat kanal yang
sangat potensial untuk lokasi pengembangan lele jumbo. "Guna mewujudkan
kawasan itu sebagai sentra lele jumbo, balai benih ikan di Desa Koto
Kandis, Kecamatan Rantau Rasau, dijadikan pusat pembenihan lele jumbo,"
katanya.

Khusus di Kabupaten Tanjung Jabung Timur terdapat 3.775 kanal atau parit yanag menjadi sasaran pengembangan ikan lele jumbo. Pengembangan lele jumbo di kanal sudah dikembangkan oleh warga setempat, namun belum optiml, karena baru mencapai puluhan kilometer, sementara areal yang tersedia ribuan kilometer.

Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang sebagian besar wilayah daratannya adalah daerah rawa atau payau, sangat potensial bagi pengembangan lele jumbo yang permitaannya juga cukup tinggi di pasaran.

Payau atau rawa itu terdapat sepanjang 3.775 kanal, dan untuk beberapa tahun ke depan bisa mencapai 1.000 kilometer lebih, karena masyarakat setempat cukup berminat untuk mengembangkannya.

Dalam mewujudkan program tersebut, balai benih Ikan (BBI) yang terdapat di Desa Koto Kandis, Kecamatan Rantau Rasau, menjadi pusat pembenihan ikan lele jumbo tersebut untuk disebarluaskan atau diberikan pada warga.

Selanjutnya petugas penyuluhan lapangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan diperintahkan supaya gencar melakukan pembinaan dan pelatihan pada warga, supaya budidaya yang dilakukan bisa berhasil dengan baik.

Bekerjasa dengan Dinas PU juga terus dilakukan membersihkan dan menata kanal itu dengan baik, supaya dapat dijadikan pengembangan lele jumbo sistim jaring apung yang kini sebagian sudah dimanfaatkan.

Pengembangan lele jumbo itu juga bertujuan untuk menambah pendapatan warga setempat, terutama bagi ekonomi menengah ke bawah, dan khususnya bagi nelayan yang tingkat ekonominya masih di bawah kelompok masyarakat lainnya. (ant)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar