Kamis, 14 April 2011

Berita Pertanian : Bantu Petani Hadapi Masalah, Gudang Pangan Akan Dibangun di Simalungun

Pematangsiantar. Panen raya tiba, petani sering dihadapkan pada masalah anjloknya harga hingga pada tingkat yang tidak menguntungkan bagi petani. Selain itu, mereka juga mengalami kondisi yang sulit karena harus mempunyai uang tunai untuk musim tanam berikutnya.

Para petani juga sering diharuskan melakukan penjualan sebelum panen tiba, yang kerap jatuh kepada para tengkulak. Hal ini disebabkan keterbatasan sarana dan prasarana seperti, lantai jemur, gudang, transportasi dan sebagainya.

Guna membantu para petani dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi, pemerintah berupaya untuk mencari jalan keluar. Salah satu solusi yang dilakukan, dengan menerapkan pola sistem resi gudang (SRG)

Resi gudang merupakan dokumen yang membuktikan, suatu komoditas disimpan pada suatu gudang dan dokumen itu bisa ditransaksikan dan resi ini disamakan dengan surat berharga. Dengan resi gudang ini, petani dapat mengajukan pembiayaan ke lembaga keuangan (perbankan) untuk memenuhi kebutuhan uang tunai.

Kabupaten Simalungun merupakan salah satu daerah sentra pertanian di Sumatera Utara. Dalam membantu para petani dan menjaga hasil produksi pertanian di daerah ini Pemkab Simalungun, pada tahun 2011 ini akan membangun gudang pangan dengan SRG.

Sebagai tahap awal, Sabtu, (9/4), tim dari Kementrian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) bersama Dinas Perindag dan BP4K Hanpang Kabupaten melakukan peninjauan lokasi pembangunan SRG.

Rencana lokasi pembangunan SRG ini, oleh Pemkab Simalungun akan memanfaatkan aset milik Pemkab yang berada di Nagori Purba Tongah Kecamatan Purba (eks. UPT Dinas Peternakan) dengan luas arean 4.250 M². di lokasi ini tim disambut para kelopok tani dari Kecamatan Purba.

Sekretaris Bappebti Nizarli saat meninjau lokasi di hadapan koordinator PPL para kelompok tani Kecamatan Purba menjelaskan tentang manfaat SRG ini.

Jaga Kestabilan

Manfaat SRG ini, antara lain menjaga kestabilan dan keterkendalian harga komoditi, memberikan jaminan modal produksi karena ada pembiayaan dari lembaga keuangan, jaminan ketersediaan barang, menjaga stok nasional dalam menjaga ketahanan dan ketersediaan pangan nasional, mampu melakukan efisiensi baik logistik maupun distribusi memberikan kontribusi fiskal kepada pemerintah.

"SRG ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu para petani saat musim panen tiba dan harga anjlok, hingga petani dirugikan. Melalui SRG ini diharapkan, walau pun hasil pertanian membludak dan seiring dengan itu harga turun, petani juga dapat menikmati hasilnya yaitu dapat melakukan pinjaman ke bank yang dihunjuk kementrian perdagangan dengan membawa dokumen di keluarkan petugas di SRG, dengan subsidi bunga yang ringan,"kata Nizrli

Nazarli didampingi Ka Biro Pasar, Fiki dan Jasa BAPPEBTI Sutrisno Edy dan Kasubbag Pengawasan dan Pengelola Agunan BAPPEBTI Marlan L Tungkup mengatakan, dengan SRG ini hasil produksi petani terjamin, karena SRG nantintinya juga dilengkapi dengan lantai jemur, penggilingan dan sarana transportasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar