Selasa, 26 April 2011

Berita Pertanian : PASCAPANEN RAYA Harga Gabah Lampaui Patokan Pemerintah

SURABAYA. Selepas masa panen raya, harga gabah kering panen di sejumlah sentra beras Provinsi Jawa Timur, Selasa (26/4), terus bergerak naik. Harga gabah dengan kualitas ekonomis mencapai Rp 3.100 per kilogram (kg). Adapun harga beras kualitas medium Rp 5.900 per kg, disusul kualitas premium Rp 7.000 per kg.

Pergerakan harga tersebut melampaui patokan harga pembelian pemerintah. Sesuai Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2009, harga gabah kering panen Rp 2.640 per kg dan harga beras Rp 5.060 per kg.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Madiun, Suharno, menegaskan, patokan harga pembelian pemerintah (HPP) sekarang ini sudah tidak relevan. Sebab, biaya produksi petani meningkat. Apalagi pada musim cuaca ekstrem seperti saat ini.

”Idealnya HPP sudah di atas Rp 3.000 per kg untuk GKP (gabah kering panen), supaya petani dapat menikmati margin atau keuntungan atas jerih payah mereka selama musim tanam,” ujar Suharno.

Terkait dengan itu, Ketua Forum Komunikasi Petani Jember, Jawa Timur, Jumantoro, mengusulkan kepada pemerintah supaya harga gabah kering panen naik menjadi Rp 3.000 per kg. ”Sedang harga beras kualitas medium yang diterima Perum Bulog menjadi Rp 5.300–Rp 5.500 per kg,” kata Jumantoro.

Surajito (56), petani padi di Parijatah, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, mengatakan, tingginya harga gabah tidak lepas dari kondisi cuaca yang cerah, dan sudah lewatnya masa panen raya. ”Masih ada hamparan sawah yang belum dipanen, tetapi tidak sebanyak awal April lalu,” kata Surajito.

Kenaikan harga ini membuat Perum Bulog yang bertahan dengan harga HPP tidak kebagian gabah dari petani ataupun beras dari perusahaan penggilingan padi.

Sampai bulan April 2001 ini, Perum Bulog Jember misalnya, baru mengumpulkan sekitar 10 – 15 persen beras dari target pengadaan tahun ini sekitar 89.000 ton.

”Kami sudah kerja keras dan selalu berupaya datang ke setiap daerah penghasil gabah dan beras, tapi harga sangat tinggi,” kata Tri Wajyudi Saleh dari Perum Bulog Sub Divre Jember.

Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, Wibowo Ekoputro, mengatakan, hingga bulan April 2011 ini Bulog Divre Jatim baru membeli 160.000 ton gabah kering giling dari target 1,6 juta ton GKG tahun 2011 ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar