Minggu, 17 April 2011

Peluang Usaha Pertanian : Puluhan Juta dari Penjualan Sansevieria


Medan. Sansevieria, salah satu tanaman yang termasuk dalam famili Agavaceae ini ternyata merupakan tanaman yang bisa membawa untung hingga puluhan juta rupiah sebulan.
Ini telah dibuktikan Triwati (47), yang membudidayakan tanaman ini sebagai tanaman hias. "Saya berbisnis khusus Sansevieria sejak tahun 2004," katanya saat ditemui di kebunnya di Jalan Dr Mansyur, Medan, Kamis (14/4).

Tanaman ini, menurutnya, telah dikenal manusia sejak berabad-abad yang lalu. Sejak zaman dahulu, orang memanfaatkan daun sansevieria sebagai penghasil serat, yakni untuk membuat tali anyaman, jangkar kapal dan kain.

Sedangkan di Afrika, yang dipercaya sebagai asal tanaman ini, digunakan penduduk lokal sebagai penghalau racun akibat gigitan ular dan serangga. Selain itu, manfaat lain dari tanaman ini adalah untuk menyuburkan rambut, mengobati diabetes, wasir hingga kanker ganas. Di Jepang, sansevieria digunakan untuk menghilangkan bau perabotan dalam ruangan. "Sejak abad ke-19, sansevieria kemudian dikenal sebagai komoditas tanaman hias yang paling penting di dunia," kata wanita satu anak ini.

Menurutnya, banyak orang yang tertarik pada tanaman ini karena bentuk dan corak daunnya yang indah dan sangat beragam, sehingga mampu memikat hati para penggemar tanaman hias. "Tanaman ini sangat banyak jenisnya, hingga ratusan jenis,"tambahnya.

Sansevieria atau yang sering disebut lidah mertua (mother in-law tongue) ini, pejualannya telah mencapai beberapa daerah di Indonesia, seperti Jawa, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan. Untuk Sumatera sendiri, tanaman yang dibudidayakan ini laris terjual di Aceh, Padang, Palembang, Jambi, dan beberapa kota lainnya. "Tanaman ini bisa dijual sejak masih dalam bentuk anakan,"paparnya.

Biasanya, anakan tanaman ini didapat dengan stek daun. Satu daun, bisa menghasilkan puluhan anakan. Mengenai harga, dia mengatakan, bervariasi mulai dari Rp 10.000 hingga puluhan juta rupiah per pot, tergantung umur dan kelangkaannya. "Semakin langka tanaman ini, semakin mahal harganya," tambah wanita yang mengaku memulai bisnis ini karena hobi.

Dalam sebulan, dia bisa menjual 100 hingga 300 pot. Biasanya, para pemesannya juga merupakan pedagang tanaman hias di daerah mereka. Untuk yang ada di Sumatera, dia biasa menjual 30 pot dalam seminggu untuk masing-masing daerah. “Biasanya yang datang membeli adalah dari kalangan ibu rumah tangga, kolektor, bahkan beberapa pegawai kantoran,” jelasnya.

Triwati mengatakan, manfaat lain dari sansiviera ini juga kemampuannya dalam menyerap racun dan polusi, sehingga banyak yang memajangnya di dalam ruangan.

Mengenai omzet, dalam sebulan dia bisa mendapat keuntungan Rp 10 juta hingga Rp 20 juta. "Walaupun sekarang, gairah peminat tanaman hias berkurang untuk membeli tanaman hias," tambahnya.

Memang, menurutnya, saat ini sebagian besar pebisnis tanaman hias yang lain banyak yang pendapatannya berkurang, karena peminatnya rendah. "Banyak yang trauma dengan harga tanaman hias, misalnya tanaman aglaonema yang beberapa waktu lalu harganya sangat mahal, sekarang tidak seberapa," katanya.

Menurutnya, harga tanaman hias yang tiba-tiba anjlok membuat para peminat menjadi berhati-hati saat membeli tanaman."Takutnya, ketika hari ini bunga masih mahal, dan mereka membeli, tiba-tiba besok sudah turun harganya, jauh lagi turunnya," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar