Kamis, 14 April 2011

Peluang Usaha Pertanian : Susu Biji Nangka Berr!, Kreasi Wirausaha Prospektif

Sebagai sebuah kota yang masih mempertahankan nilai-nilai lokal, Yogyakarta memiliki beragam keunikan dan ciri khas. Mulai dari seni, tradisi membaca, tata tertib warga hingga hal paling prinsip yakni kuliner. Sajian kuliner tradisional tersedia dari mulai kaki lima hingga hotel berbintang ada. Salah satu makanan yang menjadi ciri khas adalah gudeg. Makanan berbahan dasar nangka ini memang menjadi makanan khas, orang serasa belum ke Yogyakarta jika belum pernah mencicipi gudeg.


Dalam pembuatannya, ada satu bagian yang terkadang diabaikan tetapi terkadang pula menjadi permasalahan yakni bijinya. Jika masih berupa nangka muda, maka bisa begitu saja dicampur dalam masakan. Tetapi, tidak dipakai jika sudah tua karena kulitnya sudah keras. Selama ini, bijinya hanya dimanfaatkan masyarakat pedesaan dengan merebusnya saja untuk konsumsi pribadi. Melihat hal ini, beberapa mahasiswa PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan UNY yakni Irma Nurmalasari, Rahma Titi Larasati, Triyani, Bayu Aji dan Isdiyono melihat peluang dalam memanfaatkan biji nangka sebagai alternatif minuman dalam bentuk susu biji nangka.


Biji nangka merupakan sumber karbohidrat (36,7 g/100 g), protein (4,2 g/100 g), dan energi (165 kkal/100 g), sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang potensial. Biji nangka juga merupakan sumber mineral myang baik. Kandungan mineral per 100 gram biji nangka adalah fosfor (200 mg), kalsium (33 mg), dan besi (1,0 mg). Selain dapat dimakan dalam bentuk utuh, biji nangka juga dapat diolah menjadi tepung. Selanjutnya dari tepungnya dapat dihasilkan berbagai makanan olahan (Astawan, 2005).


Pada penjualan awal, tanggapan pasar cukup bagus terhadap produk olahan baru ini. Penjualan produk ini pada minggu pertama terjual rata-rata 80% dari total produksi. Strategi ke depan, mereka memperluas pemasarannya. Adapun kendala produksi adalah mengingat pohon nangka adalah buah musiman, artinya pencarian bahan agak sulit jika tidak pada musimnya. “ Kendala kami adalah pasokan bahan baku, mengingat produksi yang cukup besar dan terus bertambah. Jadi, kami masih terus mencari pemasok biji nangka karena pasarnya cukup bagus,” kata Irma. Susu biji nangka memiliki prospek yang cerah dalam usaha minuman, berkaca dari kesuksesan pemasaran susu kedelai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar