Minggu, 28 Agustus 2011

Tips Ampuh : Membeli Ikan Segar






IKAN termasuk bahan makanan yang mudah rusak, terlebih bila sudah sekian jam ditangkap. Bila kondisi ikan mulai jelek, maka bakteri akan cepat menyebar ke tubuh manusia yang mengonsumsinya.
Ikan yang sudah ditangkap tidak boleh lebih dari 24 jam untuk segera diolah. Bila Anda mendapatkan ikan yang segar, maka proses pengolahan untuk dijadikan makanan enak bisa berhasil. Seklaigus, aroma yang keluar lebih alami tanpa penambahan bumbu-bumbu terlalu banyak.
Berikut cara membeli ikan segar, seperti dilansir Ehow
Suhu dan bau

Sentuh ikan serta periksa suhunya, beberapa pasar modern memiliki alat pengukur suhu ikan. Suhu ikan harus 32 derajat Fahrenheit (1 derajat Celsius) atau lebih rendah. Ikan harus dingin bila disentuh. Pastikan ikan yang Anda ingin beli dikemas dengan es, jangan membeli ikan bila tidak terdapat esnya. Sebab, udara dingin akan menjaga kondisi ikan tetap segar.

Bau ikan

Ikan yang baik tetap mengeluarkan aroma tetapi aroma yang ringan dan mirip dengan bau air laut. Bau ikan akan menjadi lebih buruk secara bertahap sesuai dengan perubahan kondisi ikan. Jangan membeli ikan yang sudah berbau terlalu amis karena kemungkinan sudah merusak.
Insang

Periksa insang untuk memastikan ikan; warna merah cerah dan bebas berlendir maka ikan itu baik. Jika insang tampak abu-abu atau coklat, berarti ikan sudah berada di luar air sejak lama, lebih baik Anda tidak membelinya. Lendir yang timbul di sekitar insang biasanya sudah terdapat bakteri. Periksa mata ikan apakah masih menempel sempurna. Mata harus jelas, terang, penuh, dan menggelembung. Ikan yang jelek matanya cekung, kusam, dan berdarah.

Sementara pada ikan yang sudah di-fillet, ikan harus mengkilap dan punya warna yang sama. Fillet akan mulai memudar saat ikan mulai rusak dan warna akan menjadi kusam.

Daging

Periksa tekstur ikan untuk lebih mempertegas kondisinya. Fillet ikan segar tidak boleh lembek atau hancur dan daging harus kembali ke tempat semula setelah ditekan. Jangan membeli ikan dengan tanda-tanda kemerahan atau memar pada bagian dagingnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar