Kamis, 18 Agustus 2011

Berita Pertanian : Diskanla Sumut Imbau Petambak Udang Terapkan Sistem Polikultur

Medan. Banyaknya lahan tambak udang yang terbengkalai di daerah pesisir Sumatera Utara (Sumut), merupakan indikasi tidak produktifnya tambak. Hal tersebut juga menyebabkan produksi udang di Sumut masih rendah bahkan terus mengalami penurunan.

"Faktor penyebab tambak terbengkalai tersebut diantaranya adalah para petambak masih trauma dengan adanya beberapa kasus penyakit udang dan kondisi lingkungan di dalam maupun luar tambak yang semakin buruk," kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Sumut Robert Napitupulu ketika ditemui di kantornya di Jalan Sei Batu Gingging, Medan, Kamis (18/8).

Menurutnya, untuk menggenjot produksi udang Sumut yang terus menurun, para petambak sudah seharusnya menggunakan alternatif lain untuk membudidayakan udang. Salah satunya dengan menerapkan sistem polikultur.

Dijelaskannya, polikultur merupakan metode budidaya yang membudidayakan dua atau lebih spesies dalam satu tambak yang sama. Dengan menerapkan sistem tersebut, petambak dapat mengoptimalkan manfaat lahan. Dia mencontohkan, dalam sistem tersebut dapat dipadukan antara udang windu, ikan nila atau bandeng dan rumput laut.

Selain optimalisasi pemanfaatan lahan, beberapa manfaat polikultur udang dan nila adalah, penebaran nila bisa membentuk warna air yang lebih stabil. Dengan demikian pergantian air pun relatif lebih sedikit dibanding petak udang monokultur. Mencegah penyakit viral yang menyerang udang, karena lendir yang dikeluarkan nila mampu merusak sel virus sehingga mencegah terjadinya outbreak oleh virus.

"Polikultur budidaya dapat mengurangi serangan penyakit udang windu serta memberi pendapatan yang berkelanjutan," ujarnya.

Dengan menerapkan sistem tersebut, katanya lagi, bukan tidak mungkin pendapatan petambak akan semakin tinggi, lantaran bukan hanya udang saja yang mereka panen, namun mereka juga bisa memanen ikan dan rumput laut.

Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada para petambak agar menerapkan sistem tersebut. "Kami sangat berharap adanya kerjasama dari semua pihak yang terkait sehingga bukan saja produksi perikanan yang meningkat tetapi kesejahteraan petambak juga semakin meningkat," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar