Sabtu, 23 Juli 2011

Peluang Usaha Pertanian : Meneguk laba dari minuman sari wortel

Pola hidup sehat adalah sebuah kebutuhan. Nah, agar hidup kita tetap sehat, tentu banyak caranya. Yang sudah kita kenal adalah berolah raga teratur dan mengudap makanan bergizi. Tetapi, olah raga dan asupan makanan saja belum cukup. Minuman yang sehat dan penuh vitamin juga perlu untuk menyempurnakan kebutuhan gizi di badan kita.

Itulah sebabnya banyak produsen makanan dan minuman berlomba-lomba membuat minuman nikmat namun tetap kaya gizi dan vitamin. Salah satunya adalah Guntoro Joko Santoso.

Pria asal Kediri, Jawa Timur, ini mempunyai produk minuman bernama Mr Carrot. Menilik namanya, kita bisa menduga, minuman ini berbahan baku wortel (Daucus carota).

Menurut Guntoro, selain dijual di gerai Mr Carrot, minuman wortel itu juga dikemas dalam bentuk bubuk instan yang dijual di beberapa apotek atau melalui sistem kemitraan. Walaupun baru berdiri tahun ini, Mr Carrot sudah mendapatkan dua mitra di Madiun dan Surabaya. Guntoro sendiri memasarkan produknya ini di pusat perbelanjaan Ramayana di Kediri dan di Paragon, Semarang.

Guntoro mengungkapkan, dia membuat Mr Carrot itu karena minuman berbahan baku sayuran belum banyak dijajakan. "Saya melihat minuman dari wortel itu belum ada," kata Guntoro.

Karena berbahan baku wortel, dia mengklaim bahwa Mr Carrot mengandung banyak vitamin A. "Survei kami menyebutkan, minuman wortel dikonsumsi oleh mereka yang sadar kesehatan, seperti dokter," klaim Guntoro.

Untuk memproduksi Mr Carrot dalam bentuk instan, Guntoro bekerja sama dengan pabrik jamu. Karena itu, dia mengemas bubuk instan Mr Carrot sesuai dengan standar industri jamu.

Guntoro menjual Mr Carrot di rentang harga Rp 3.500 hingga Rp 5.000 per gelas. Mr Carrot sendiri mempunyai tiga varian, yakni wortel polos, wortel campur jeruk, dan wortel dengan tambahan jeli.

Untuk investasi kemitraan, Guntoro menawarkan investasi terendah sebesar Rp 7,5 juta. Dengan investasi sebesar ini, mitra akan mendapatkan booth, seragam, banner, pemanas, blender, bahan baku, dan perlengkapan kerja plus biaya pelatihan karyawan.

Selain itu, Guntoro menyediakan paket investasi Rp 40 juta. Dengan paket ini, mitra mendapat lima booth, pemanas, seragam, banner, blender, bahan baku serta perlengkapan kerja. Investasi sebesar itu sudah termasuk biaya pelatihan bagi para calon karyawan. Agar mitra lebih tertarik, Guntoro membebaskan mitra dari kewajiban membayar royalty fee.

Guntoro bilang, setiap booth bisa menjual 40 gelas sehari. Jika harga segelasnya hanya Rp 5.000, dalam sebulan omzet booth minuman ini bisa mencapai paling tidak Rp 6 juta.

Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, Amir Karamoy, menilai positif kemitraan minuman berbahan sayuran ini. Ia bilang, minuman berbahan sayuran boleh dikatakan belum ada. "Kalau minuman yang menggunakan bahan baku buah sudah banyak, namun dari wortel belum ada," kata dia.

Namun demikian Amir mengingatkan, karena usaha ini pionir, ia meminta calon mitra harus hati-hati melihat segmen pasar. "Lihat dahulu pasarnya bagaimana, apakah ada peminat atau tidak? Walau investasinya murah tetap sayang kalau usaha kita merugi," ujar Amir.(KONTAN)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar