Minggu, 31 Juli 2011

Berita Pertanian : Jelang Ramadhan, Petani Ikan Lakukan Pemanen










Panyabungan
. Mendekati bulan Ramadhan, kalangan petani ikan mas di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) banyak yang melakukan pemanenan dengan harapan bisa memperoleh untuk lebih besar karena permintaan yang lagi meningkat dan harganya yang semakin bagus.

Seperti yang dilakukan para petani ikan mas di Saba Pesong Desa Malintang Jae Kecamatan Bukit Malintang, Madina. Mereka kini beramai-ramai melakukan pemanenan ikan mas-nya untuk segera di tolak ke pedagang penampung.

Seperti diungkapkan Hambali Batubara, petani ikan mas di sana. Dikatakannya, ia telah menabur bibit ikan mas di kolamnya sekitar 6 bulan lalu dan saat ini memang telah siap untuk dilakukan pemanenan. "Saya memang sengaja mengukur waktu untuk pemanenan saat akan menjelang puasa Ramadhan, karena kebiasaannya harga jualnya akan lebih tinggi karena permintaan ikan mas dari masyarakat semakin meningkat," ujarnya, Kamis (28/7), yang ditemui saat melakukan pemanenan di kolamnya.

Namun, kata Hambali, mungkin karena pasokan ikan mas yang terlalu banyak akibat banyaknya petani yang melakukan pemanenan, sehingga saat ini harga ikan mas di tingkat penampung tak juga mengalami kenaikan. "Harganya masih tetap seperti biasanya, Rp20.000 per kg. Padahal di pasar, harga jual ikan mas sudah cukup tinggi yakni berkisar Rp25.000 - Rp26.000 per kg," sebutnya yang mengaku untuk pemanenan kali ini mendapatkan hasil sekitar 1 ton ikan.

Dikatakannya, dalam membudidayakan ikan mas ini tidaklah membutuhkan modal yang terlalu besar. "Saya memiliki 6 ekor ikan mas indukan yang bisa menghasilkan puluhan ribu bibit ikan mas. Tapi tidak semua bibit itu saya besarkan. Sebagiannya besarnya saja jual ke petani lainnya, sedang yang saya besarkan hanya sekitar 3000 bibit di dua kolam berukuran 1 rante," katanya.

Sedangkan hasil penjualan bibit ikan yang ia peroleh, ia gunakan untuk pembelian pellet untuk makanan ikan mas yang akan ia besarkan. "Saya butuh sekitar 1 ton pellet untuk makanan ikan hingga panen dan dananya saya ambil dari hasil penjualan bibit. Sehingga bisa dikatakan saya tidak mengeluarkan modal sama sekali. Dan saat ini saya mendapatkan hasil sekitar 1 ton lebih ikan mas. Itu artinya penghasilan saya selama 6 bulan ini dari membudidayakan ikan mas sebesar Rp20 juta, bersih," ujarnya.

Melihat begitu menggiurkannya penghasilan yang bisa dihasilkan dari pembudidayaan ikan mas ini, Hambali berharap Pemerintah Daerah lebih menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat petani tentang pembudidayaan ikan mas serta membantu dukungan permodalan bagi para petani pembudidaya, terutama untuk pengadaan bibit dan pakan.

Disebutkan Hambali, karena banyaknya petani yang tidak memiliki modal yang cukup untuk membuat kolam dan membeli pakan, akhirnya banyak petani yang membudidayakan ikan mas ini di sawah-sawah yang tengah ditanamai padi sehingga hasil yang didapatkan kurang optimal.

"Pemkab Madina melalui Diskanla memang telah sering memberikan sosialisasi tentang budidaya ikan air tawar, namun tanpa pernah memberi dukungan permodalan. Padahal, jika budidaya ikan mas di daerah ini berkembang, ikan mas yang dihasilkan dari Madina tak hanya mampu menyukupi kebutuhan pasar di Madina tetapi juga bisa dipasok ke daerah lainnya, karena permintaan dari daerah lain juga cukup besar," tandasnya.

Sementara, Kadiskanla Madina Lis Mulayadi yang dihubungi secara terpisah, menyatakan bahwa pihaknya belum lama ini telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang budidaya ikan air tawar di Balai Pembenihan Perikanan Saba Jambu. Pihaknya juga telah melakukan pengelompokan serta pendataan petani ikan di daerah itu. "Kita memang memiliki program untuk menjadikan Kabupaten Madina sebagai sentra budi daya ikan air tawar. Dalam program ini, tentunya masalah pemasaran dan permodalan bagi petani pembudidaya juga kita pikirkan.

Mungkin bisa saja nantinya dengan mengundang pihak ketiga atau investor. Dan itu sedang dalam proses penggodokan kita," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar