Sabtu, 23 Juli 2011

Berita Pertanian : Puluhan Hektar Tanaman di Tanah Karo Terancam Mati

Berastagi. Kemarau panjang yang berlangsung pada musim ini tak hanya meresahkan kalangan petani di dataran rendah yang khawatir akan mengalami gagal panen, namun juga meresahkan para petani di dataran tinggi seperti Tanah Karo, Simalungun, dan Dairi. Pasalnya, akibat kemarau panjang ini, puluhan hektar tanaman muda di Tanah Karo terancam mati.

Kalangan petani yang ditemui di Tanah Karo, Kamis (21/7) menyatakan, jika musim kemarau ini terus berlangsung panjang, mereka mengkhawatirkan pertumbuhan tanaman mereka akan terganggu. Bahkan, puluhan hektar tanaman muda yang baru mereka tanam dikhawatirkan akan mati atau tumbuh dalam keadaan tidak besar (kerdil). Apalagi jika pupuk yang digunakan tidak tepat.

Hal itu seperti diungkapkan Ninok, petani kol bunga di Jalan Samura Kabanjahe dan Andera Pelawi petani jeruk di Desa Aji Jahe, Kecamatan Tiga Panah. Hal yang sama juga disebutkan Peraturan Gurusinga, petani kol dan cabai di Desa Gurusinga, Kecamatan Berastagi dan Tomas Tarigan, petani tomat dan kentang di Kecamatan Simpang Empat.

Karenanya, menurut para petani ini, agar tanaman bisa tumbuh dengan baik meski di saat musim kemarau, petani harus pandai dan bijak dalam memilih pupuk yang akan digunakan untuk tanaman, baik pupuk tabur maupun cair.

Seperti yang dilakukan Ninok pada tanaman kol bunga miliknya di Jalan Samura Kabanjahe, meski musim kemarau namun kol bunga miliknya tetap tumbuh segar dan buahnya besar-besar.

"Kita melihat saat ini banyak tanaman muda seperti kol, kol bunga, kentang, tomat, cabai, sawi, daun sop, daun pere dan sejumlah tanaman lainnya mengalami stress, di mana pertumbuhannya terganggu akibat kekurangan air. Namun tanaman kita tetap bisa tumbuh subur dan stabil serta buahnya terus membesar, ini karena pupuk yang kita gunakan tepat sehingga dapat membantu pertumbuhan tanaman meski air kurang," kata Ninok.

Saat ditanya pupuk apa yang digunakannya agar pertumbuhan tanaman tetap bisa stabil di saat musim kemarau ini, Ninok menyatakan bahwa ia saat ini memilih menggunakan pupuk tabur Bintang Tani dan pupuk cair Aura Multi yang di pasarkan oleh Bintang Anugerah, karena terbukti lebih mampu meningkatkan kesuburan tanaman meskipun di saat musim kemarau.

Ninok juga membandingkan tanamannya dengan tanaman milik saudaranya yang lokasinya tidak begitu jauh dan menggunakan pupuk yang lain. Memang terlihat, tanaman milik Ninok jauh lebih segar dan stabil pertumbuhannya ketimbang tanaman milik saudaranya.

Disebutkan Ninok, tak hanya untuk tanaman kol bunga, untuk tanaman jenis lainnya seperti kentang, cabai dan lainnya ia juga tetap menggunakan kedua jenis pupuk itu dan hasilnya memang mampu meningkatkan hasil panennya.

Dari hasil penelusuran MedanBisnis di beberapa kecamatan seperti Simpang Empat, Naman Teran, Payung, Kabanjahe, Berastagi, Tagi Panah dan Merek, terlihat sejumlah tanaman muda termasuk tanaman jeruk tumbuh dalam keadaan layu dan kecil-kecil akibat musim kemarau, sehingga diperkirakan memasuki bulan Ramadhan 1432 H kedepan, harga sayur-mayur dan buah-buahan akan mengalami lonjakan harga karena hasil produksi sayur-mayur dari Tanah Karo mengalami penurunan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar