Jumat, 18 Februari 2011

Berita Pertanian : "Bulog Lebih Suka Cari Untung dari Impor Beras"

Serapan Beras Masih Minim


JAKARTA - Kinerja Perum Bulog dalam menyerap beras petani masih jauh dari harapan. Hal ini tergambar dari kinerja Bulog yang hingga akhir Februari ini baru menyerap 60 ribu ton beras dari target 3,5 juta ton beras petani tahun 2011.

Anggota Komisi IV DPR RI Ma’mur Hasanuddin menilai bahwa masih rendahnya penyerapan beras petani ini karena Bulog lebih suka mengambil keuntungan dari impor beras yang dilakukan pemerintah dengan dalih untuk menjaga pasokan beras nasional.

"Dengan minimnya serapan beras petani hingga saat ini, mengindikasikan bahwa Bulog terkesan lebih suka cari untung dari proses impor dibanding bekerja membeli gabah/beras petani," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, Sabtu (19/2/2011).

Produksi beras petani dalam negeri selama satu tahun, 70 persennya dihasilkan diawal semester pertama, sehingga Bulog harus menyerap 2,45 juta ton. Namun, hingga saat ini baru 1,7 persen beras yang diserap Bulok.

"Produksi beras petani dalam negeri selama satu tahun, 70 persennya dihasilkan di awal semester. Artinya hingga akhir juni nanti, Bulog harus sudah dapat menyerap beras petani sebesar 2,45 Juta Ton. Nyatanya, Bulog baru menyerap 60 ribu ton, yang artinya baru 1,7 persen beras petani yang diserap dari amanat yang diberikan pemerintah," jelasnya.

Untuk itu, dirinya berharap bahwa Bulog mampu menunjukkan keberpihakannya kepada petani. Karena jika tidak maka Petani akan menjadi sasaran empuk dari tengkulak.

Menurutnya, sekarang tidak ada alasan lagi bagi Bulog untuk tidak mampu menyerap beras petani. Pemerintah telah menyiapkan anggaran cadangan risiko fiskal Rp2 triliun untuk mendukung kebijakan pangan di tahun 2011

"Semester pertama di tahun 2011 ini sebagai ajang pembuktian kepada Bulog, yang di hadapkan pada panen raya, apakah lembaga ini berpihak kepada petani atau tidak. Pembuktian ini akan terlihat pada seberapa besar serapan beras petani hingga akhir juni ini. Serapan beras petani oleh Bulog mendekati 70 persen dari 3,5juta ton atau jauh dari angka 70 persen, akan menjadi bukti keberpihakan Bulog kepada petani atau pro beras impor," tuntasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar