Kamis, 20 Oktober 2011

Produsen Pertanian Harus Punya Strategi Rebut Pasar

Medan. Pemasaran produk pertanian baik dalam bentuk segar maupun olahan memerlukan strategi khusus agar dapat dikenal masyarakat luas. Produsen hasil pertanian harus mencari cara agar produknya mempunyai kekhasan dibanding produk pertanian dari produsen lain sehingga mempunyai keunggulan kompetitif ataupun komparatif sehingga bisa merebut pasar. "Jika produk pertanian yang dihasilkan dan ditawarkan produsen tidak mempunyai keunggulan spesifik maka akan kalah bersaing dengan produsen lain yang mempunyai keunggulan," kata Staf Informasi Pasar Dinas Pertanian Sumut, Zainal Abdi ketika ditemui di kantornya di Medan, Rabu (19/10).

Menurutnya, hal utama yang harus diperhatikan oleh produsen produk pertanian adalah kualitas dari produk itu sendiri sehingga bisa merebut hati konsumen. Jika hati konsumen sudah bisa direbut, otomatis konsumen tersebut tidak akan beralih kepada produk lain.

Selain itu, kata Zainal, tampilan dari produk itu sendiri menjadi salah satu penilaian yang dilakukan konsumen. Saat ini, kata dia, kecenderungan konsumen adalah melihat tampilan suatu produk, jika tampilannya baik akan banyak yang memburu produk tersebut, sebaliknya kalau tampilannya buruk maka peminatnya pun sedikit.

Kalau produk yang dihasilkan berupa produk pertanian olahan dalam kemasan, maka kebersihan dan tampilan kemasan yang didesain semenarik mungkin merupakan salah satu strategi yang harus diperhatikan produsen dalam menarik pelanggan. "Di Sumut, kemasan produk-produk olahan hasil pertanian, khususnya dari industri rumah tangga masih kurang menarik," tambahnya.

Makanya, hingga saat ini, produk-produk lokal dari luar daerah banyak yang mengusai pasar di Sumut hanya karena perbedaan tampilan kemasan. Untuk itu, para produsen produk pertanian sudah harus mempunyai strategi yang baik untuk merebut pasar. "Yang penting, kualitas di jaga, mulai dari kualitas produk itu sendiri hingga kualitas SDM dari industri," ungkapnya.

Dengan begitu, kata Zainal, kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan tetap terjaga bahkan meningkat, sehingga kesejahteraan petani hingga pelaku industri itu sendiri mengalami peningkatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar