Rabu, 12 Oktober 2011

Peluang Usaha Pertanian : BISNIS KULINER MAKANAN BAYI













Sajikan makanan segar agar si kecil tetap bugar

Bisnis kuliner tak harus menyasar segmen pembeli dewasa. Bisnis kuliner bisa menyasar segmen bayi seperti yang dilakukan produsen makanan bayi segar (baby fresh food). Bisnis kuliner untuk bayi itu ternyata juga mampu mengundang omzet hingga puluhan juta rupiah.

Banyak orang tua ingin putra-putri mereka mendapatkan asupan gizi yang terbaik. Terutama orangtua yang memiliki putra-putri yang masih berusia enam bulan hingga tiga tahun.

Untuk mendapatkan asupan makanan yang terbaik bisa dilakukan dengan cara membuat makanan bayi sendiri hingga dengan membeli. Sayangnya, makanan bayi di pasaran banyak yang cepat saji.

Kekosongan makanan bayi yang dalam kondisi segar itulah yang dilirik produsen makanan bayi segar (baby fresh food), Yuli Herlina.

Pemilik Baby Bar di Jakarta ini menawarkan makanan bayi segar sejak Januari 2011. Lewat bisnis makanan bayi itulah ia mampu meraup omzet Rp 50 juta per bulan.

Omzet ini datang dari penjualan aneka menu makanan bayi. Ia mengklaim, setiap menu dan makanan bayi itu mengandung asupan gizi dan higienis. "Sekarang jumlah menu kami berjumlah ratusan agar bayi tak bosan untuk memakannya," ujarnya.

Yuli menekuni bisnis makanan bayi saat melihat banyak orang tua bayi yang sibuk bekerja. Ia khawatir, kesibukan orang tua bayi itu berimbas pada asupan gizi dan makanan bayinya. "Khususnya ibu muda yang bekerja, jangan sampai asupan gizi bayi berkurang gara-gara sibuk kerja," terang Yuli yang mendirikan usaha itu bersama dua orang sahabatnya.

Untuk membuat asupan bergizi, Yuli membuat makanan bayi dari produk segar seperti buah, ikan, dan sayuran organik. Dari ratusan menu yang ada, yang terlarisnya adalah apple herbal soup, steamed fish cake, dan Broccoli & Banana Oat. "Selain menu utama kami juga punya camilan untuk bayi," terang Yuli yang menjual produknya itu lewat dunia maya.

Untuk pemesanan, Yuli menawarkan sistem pesan antar ke pelanggan yang berdomisili di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Harga makanan bayi itu mulai dari Rp 20.000 per paket hingga Rp 50.000 per paket. "Harga tergantung bahan makanan," jelas Yuli.

Berkat bisnis makanan bayi segar itu, setiap bulan Yuli dan dua rekannya mampu mendulang laba 30% dari total omzet.

Menurut Yuli, usaha makanan segar ini punya peluang bisnis yang ciamik. Apalagi, pemain bisnis ini jumlahnya juga relatif sedikit.

"Produk makanan bayi banyak tetapi mayoritas dalam bentuk instan," jelas Yuli yang punya 15.000 follower di dunia maya itu.

Pemain lain yang menekuni penjualan makanan bayi segar itu adalah Neura Azzahra di Bintaro, Tangerang.

Neura merintis usaha bisnis ini sejak tahun lalu. Sama dengan Yuli, ia merintis usaha makanan bayi karena melihat banyak bayi ditinggal orang tuanya bekerja.

Ada 12 varian menu makanan bayi dalam bentuk segar dan beku yang ditawarkan Neura. Untuk makanan bayi segar, ia menjualnya dengan cara katering. Untuk katering selama lima hari, Neura mengenakan tarif Rp 235.000, khusus wilayah Bintaro.

Adapun untuk makanan bayi beku, Neura melayani pembelian satuan kemasan yang dijual mulai dari Rp 8.000 hingga Rp 38.000, tergantung bahan. "Dalam sebulan omzet saya bisa Rp 10 juta," jelas Neura.

Saat memulai usaha makanan bayi itu, Neura merogoh modal usaha senilai Rp 3 juta. Uang itu untuk membeli aneka peralatan memasak dan juga untuk membeli kemasan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar