Senin, 03 Oktober 2011

Berita Pertanian : Kenaikan Harga Beras dan Cabai Dorong Inflasi
















JAKARTA.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan andil terbesar dari inflasi 0,27 persen pada September 2011 lebih disebabkan oleh komoditas beras dan cabai merah.

"Andil terbesar inflasi September 2011 adalah beras yang memiliki andil 0,08 persen, dan cabai merah yang memiliki andil 0,08 persen dari angka 0,27 persen tersebut," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Djamal di Jakarta, Senin (3/10).

Djamal mengemukakan, hal tersebut telah terindikasi karena beberapa waktu yang lalu pada September 2011, harga-harga komoditas tersebut mulai naik.

Selain beras dan cabai merah, ujar dia, andil lainnya terhadap inflasi September sebesar 0,27 persen adalah emas dan perhiasan yang menyumbang kontribusi sebesar 0,05 persen.

Ia memaparkan, meski harga emas mulai turun tapi tampaknya komoditas tersebut juga masih memiliki kontribusi yang besar.

Sedangkan kontribusi lainnya terhadap inflasi September antara lain kenaikan harga rokok kretek filter sebesar 0,04 persen dan transportasi angkutan udara sebesar 0,03 persen.

Djamal mengatakan, inflasi 0,27 persen itu dinilai sangat rendah dibanding dengan inflasi pada Agustus 2011 yang tercatat mencapai hingga 0,93 persen.

"Inflasi bulan September 2011 0,27 persen. Angka ini rendah sekali dibanding bulan Agustus yang lalu sebesar 0,93 persen," katanya.

Pada inflasi Agustus 2011, emas dan perhiasan diberitakan menyumbang kontribusi sebesar 0,19 persen dan biaya pendidikan memberikan sumbangan sebesar 0,12 persen dari jumlah inflasi sebesar 0,93 persen tersebut.

Secara keseluruhan, inflasi tahun kalender Januari hingga September 2011 tercatat mencapai 2,97 persen sedangkan inflasi year-on-year (September 2010 - September 2011) tercatat 4,61 persen.

Djamal mengemukakan, inflasi periode Januari-September 2011 itu juga dinilai jauh lebih rendah dibanding dengan inflasi periode yang sama tahun 2010 yang mencapai 5,28 persen.

Sementara itu, ia juga menuturkan bahwa komponen inti pada September mengalami inflasi sebesar 0,34 persen dan inflasi inti year-on-year adalah sebesar 4,93 persen.

Dari 66 kota IHK, sebanyak 45 kota dilaporkan mengalami inflasi, dan 21 kota dilaporkan mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang (1,53 persen) dan Padang Sidempuan (1,43 persen), sedangkan inflasi terendah adalah Bogor (0,01 persen). (ant)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar