Minggu, 04 September 2011

Tips Ampuh : Kentang mampu turunkan tekanan darah tinggi













Di balik fungsinya sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi, kentang menyimpan manfaat sebagai makanan super penurun tekanan darah. Kentang selama ini selalu mendapat reputasi buruk, terutama karena makanan berbahan kentang yang terkenal adalah kentang goreng atau keripik kentang yang tinggi kalori. Padahal, jika diolah dengan benar, maka kentang bisa menyehatkan jantung.

Dalam sebuah penelitian berskala kecil, terbukti bahwa kentang (Solanum tuberosum L) bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan menjaga berat badan. Efek kentang tersebut diklaim hampir sama seperti jika kita mengonsumsi oatmeal.

Joe Vinson, seorang profesor kimia di University of Scranton, Pennsylvania, menganalisis 18 pasien yang mengonsumsi enam hingga delapan kentang ungu kecil sebanyak dua kali sehari selama satu bulan. Hasil analisis menunjukkan, tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing turun sebesar 3,5 dan 4,3 persen.

Kentang ungu yang dimakan para partisipan studi itu dimasak dengan microwave agar nutrisi penting dalam kentang tidak rusak. Kentang seukuran bola golf itu juga dan tidak diberi topping seperti keju atau krim agar tidak ada tambahan kalori.

Vinson menyebutkan, kentang ungu merupakan salah satu jenis kentang yang memiliki antioksidan paling tinggi. Meski begitu, pada dasarnya kentang yang berkulit merah dan putih juga memiliki antioksidan.

"Kentang mengandung karbohidrat tinggi dengan sedikit kalori, kami berharap, penelitian ini akan membantu mengurangi risiko serangan jantung dan stroke,” ujar Vinson

Lona Sandon, juru bicara American Dietetic Association, mengatakan bahwa kentang merupakan bahan pangan yang kaya akan kalium, yang dikenal mampu membantu mengontrol tekanan darah.

"Kentang merupakan makanan pokok yang sehat karena rendah lemak, relatif rendah kalori, dan sarat akan nutrisi, terutama pada bagian kulit," kata Sandon, yang juga seorang asisten profesor gizi di University of Texas Southwestern Medical Center, Dallas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar