Rabu, 07 September 2011

Peluang Usaha Pertanian : Meraup laba dari usaha pembekuan buah segar kupas












Banyak orang malas membuat jus buah karena enggan mengupas kulit buah. Tapi tak perlu risau, kali ini, ada produsen buah beku yang menawarkan buah beku yang sudah dikupas dan siap untuk diblender menjadi jus. Selain rumah tangga, pelanggan buah beku itu datang dari restoran.

Bagi sebagian orang, mengonsumsi jus buah tidak lagi sekadar kebutuhan tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Agar bisa menikmati jus buah, tentu bisa membuat jus sendiri, atau memesan di warung-warung penyedia jus atau di restoran.

Tapi, kalau Anda ingin mempertahankan hiegienitas, tak ada salahnya membuat jus sendiri. Masalahnya, membuat jus sendiri juga ribet karena harus mengupas buah sendiri yang jelas membutuhkan waktu.

Namun tak perlu risau. Sebab sekarang ada gerai Frozen Fruit yang khusus menjual buah beku tanpa kulit. Jadi, begitu beli bisa, potong-potong sesuai kebutuhan, dan langsung diblender. "Buah kami tinggal diblender dan diminum," kata Stanley, pemilik gerai Frozen Fruit di Semarang, Jawa Tengah.

Stanley memulai membuka gerai Frozen Fruit pada 2010 lalu. Ketika itu, ia melihat saat panen buah banyak buah yang tak bisa terjual lantaran membusuk sehingga terbuang sia-sia. "Saat itu saya membeli mesin pendingin agar buah petani bisa tersimpan lebih lama," kata Stanley.

Dengan modal mesin pendingin senilai Rp 15 juta itulah Stanley memulai bisnis dengan menjual lima jenis buah beku tanpa kulit yang sering dikonsumsi, seperti mangga, apel, jambu, stroberi, dan melon. "Usaha ini belum banyak pemain," ungkap Stanley.

Stanley menjual buah beku itu seharga Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per kilogram (kg). Ternyata, jualan itu laris manis. Bahkan dalam sebulan Stanley bisa menjual hingga 400 kg buah beku, dengan omzet sekitar Rp 16 juta. "Buah beku lebih tahan lama, bisa bertahan di lemari es hingga tiga bulan," kata Stanley yang juga pemilik usaha mebel di Semarang itu.

Menurut Stanley, permintaan buah beku itu datang dari kalangan rumah tangga hingga restoran di Semarang dan sekitarnya. Selain Stanley, Flegon Koen juga memproduksi buah beku merek Buabeku. Flegon membuka gerai Buabeku-nya di Jakarta. Ia terbilang pemain baru di bisnis buah beku ini. Namun begitu ia sudah memiliki pelanggan dari kalangan restoran di Jakarta.

Seperti halnya Stanley, Flegon yang baru membuka usaha kurang lebih dua bulan silam itu juga menjual buah beku yang sudah dikupas dan sudah siap untuk dijus. "Hasil observasi kami, pasar buah beku ini adalah restoran," ungkap Flegon.

Untuk membekukan buah itu, Flegon mendinginkan dalam alat bernama blast frezzer. Mesin pendingin ini diklaim memiliki kemampuan mendinginkan hingga beku sampai ke sari buah. Karena itu, "Buah beku kami mampu bertahan hingga tiga bulan atau lebih," klaim Flegon.

Meski baru buka dalam kurun dua bulan ini, Flegon mengaku sukses meraih 20 restoran yang menjadi pelanggan tetap buah bekunya. Untuk setiap restoran pelanggannya, Flegon memasok 3 kg sampai 4 kg buah beku setiap pekan.

Saat ini, Flegon sudah memproduksi 320 kg buah beku dalam sebulan. "Ini selalu habis setiap bulan untuk langganan saya dari restoran di Kelapa gading," terang Flegon.

Saat ini, Flegon menjual sembilan jenis buah yang laris, yakni alpukat, sirsak, mangga, jambu, stroberi, nanas, melon jepang, dan kedondong. "Harga jual buah beku itu mulai Rp 25.000 - Rp 58.000 per kg," kata Flegon yang mengaku mampu meraih omzet hingga Rp 15 juta saban bulannya itu. (KONTAN)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar