Kamis, 15 September 2011

Berita Pertanian : Petani Rugi Miliaran Rupiah Akibat Kekeringan

Bandung. Kekeringan lahan pertanian yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, telah menyebabkan ribuan petani mengalami kerugian yang cukup besar. Petani di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, misalnya, mengalami kerugian hingga Rp 17 miliar akibat puso (gagal panen). Pasalnya, luas areal pertanian yang puso mencapai 87 hektar dari total luas areal pertanian 36.212 hektar.
Sedangkan untuk luas areal persawahan yang mengalami kekeringan di daerah ini dengan kategori ringan mencapai 496 hektar, sedang 195 hektar dan kekeringan berat 195 hektar.

Selain di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sekitar 340 hektar tanaman padi di Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tersebar di lokasi Tetkolo, Airbaun, Wilakdale dan Supdale, juga terancam puso karena kekeringan.

Sementara dari Jawa Tengah, ratusan hektar areal persawahan yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Sukoharjo juga dilaporkan terancam kekeringan akibat pengeringan air di saluran irigasi Dam Colo.

Kabid Pertanian Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Bandung, Erwin Hermawan saat dihubungi, Rabu (14/9), mengatakan untuk mereka yang baru mengalami kekeringan, masih bisa ditanggulangi dengan berbagai upaya seperti pengadaan air. "Tapi bagi mereka yang puso kita hanya bisa sarankan mereka untuk beralih fungsi tanaman," kata Erwin.

Disampaikannya, petani yang banyak mengalami puso di Kabupaten Bandung mayoritas terjadi di tiga kecamatan seperti Nagreg, Banjaran dan Pameungpeuk. Menurutnya, kerugian yang dialami petani akibat puso ini lebih disebabkan akibat minimnya pasokan air selama musim kemarau.

Kondisi seperti ini terjadi belum lama, dan dirinya yakin memasuki Oktober musim hujan akan kembali terjadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Sukoharjo Proboningsih Dwi Danarti di Sukoharjo, menyatakan jika pihaknya telah meninjau lahan pertanian di tiga kecamatan yang mengalami krisis air untuk mengantisipasi ancaman gagal panen pada musim kemarau ini.

"Kami melakukan peninjauan ke Kecamatan Bulu, Weru, dan Tawangsari yang merupakan wilayah yang rawan krisis air akibat kekeringan ini," kata Proboningsih.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono telah menegaskan jika pemerintah kini berada pada posisi ‘siaga satu’ menghadapi kondisi terburuk musim kemarau tahun ini. Pemerintah, kata Mentan, telah menyiapkan dana darurat sebesar Rp2 triliun untuk mengatasi masalah kekeringan ini.

Dana itu sendiri selain bisa digunakan untuk pengadaan pompa air, perbaikan irigasi dan lainnya, termasuk dana Rp380 miliar yang disiapkan sebagai pergantian kepada petani yang mengalami gagal panen (puso). (ant)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar