Kamis, 29 September 2011

Berita Pertanian : Berikan 10% APBN untuk Melindungi Petani














Medan
. Sektor pertanian sudah sepantasnya mendapatkan bagian 10% dari jatah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kondisi lingkungan pertanian yang telah banyak berubah serta kondisi cuaca yang sulit diprediksi, menyebabkan produksi pertanian banyak mengalami penurunan.
"Petani butuh perlindungan dan fasilitasi dari pemerintah untuk mempertahankan dan membangun usahanya. Pertanian merupakan sektor yang sangat penting, tapi kenapa jatah APBN untuk sektor ini sangat kecil, padahal untuk mewujudkan ketahanan pangan dibutuhkan anggaran yang memadai untuk memfasilitasi pertanian seperti pemberian subsidi dan mengganti kerugian bagi petani yang terkena dampak anomali iklim dan bencana alam, sehingga petani tetap bersemangat menanam," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Serdang Bedagai, Fadlan Hasibuan kepada MedanBisnis, Rabu (28/9).

Dia mengatakan, dalam keadaan yang sangat terbatas seperti saat ini, petani membutuhkan adanya terobosan anggaran guna membangun usahanya. "Cara berpikir kita sebaiknya dirubah dengan memandang sektor pertanian menjadi sektor penting dalam pembangunan bangsa,"katanya.

Terobosan anggaran dibutuhkan untuk menanggulangi dampak anomali iklim. Anomali iklim tidak hanya mengakibatkan penurunan produksi tapi akan berdampak pada lonjakan harga komoditas yang merugikan konsumen, namun petani tidak mendapat keuntungan karena harga jual produk mereka tidak setinggi ditingkat pengecer. Hal ini terlihat dari penjualan cabai dan sayuran di pasaran.
Selain pemberian subsidi kepada petani, pemerintah juga harus melindungi harga ditingkat petani.

Pemerintah harus menetapkan bea masuk pada produk-produk pertanian impor, sehingga harganya tidak menjatuhkan produk pertanian lokal.

"Harga produk pertanian impor yang ada saat ini sangat murah menyebabkan kerugian besar bagi petani lokal. Hal yang kita takutkan adalah petani tidak lagi bergairah menanam karena resiko rugi yang cukup tinggi,"katanya.

Disamping dampak negatif dari anomali iklim dan fasilitas yang serba terbatas, sebagian petani menemukan berbagai inovasi dalam budidaya tanaman. Dia mengatakan, banyak inovasi yang dilakukan petani dan ternyata bisa sukses. Contohnya seperti, dalam mengatasi tanaman bawang busuk saat hujan, petani melakukan inovasi teknik budidaya dengan memperdalam parit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar