Senin, 27 Februari 2012

Pupuk Organik Tonggak Kebangkitan bagi Petani















Binjai
. Forum Silaturahmi Umat Sumatera Utara (FSU Sumut) mengakui ketergantungan petani terhadap pupuk kimia pabrikan (sintetik) merupakan dampak dari revolusi hijau. Keajaiban pupuk kimia yang mampu meningkatkan produksi pangan berlipat dalam waktu singkat telah menyihir negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

Situasi itu berlangsung selama bertahun-tahun, sehingga melahirkan kondisi ketergantungan pada petani. “Implikasi lebih jauh, riset-riset tentang pupuk organik nyaris tak tersentuh, bahkan terlupakan,” kata Ketua FSU Sumut, Suseno Arto WP di Binjai, Senin (27/2), saat launching program “Petani Indonesia Bangkit Menuju Perubahan”.

Masalahnya kata Suseno, kini keajaiban itu telah hilang. “Dampak dari penggunaan pupuk kimia sintetik selama bertahun-tahun telah menyedot semua unsur hara dalam tanah. Tanah menjadi kering, tidak lagi gembur dan subur. Akibatnya, produksi menurun dan petani makin terpuruk,” jelasnya.

Keterpurukan itu kata dia lagi, ditambah lagi dengan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk urea bersubsidi per Januari 2012 sesuai dengan Peraturan Menteri Petanian No : 87/Permentan/SR.130/12 /2011 tentang Kebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi untuk sektor pertanian tahun anggaran 2012.

Begeitupun dirinya agak terhibur dengan kebangkitan petani Sumut. “Saya sering mendengar, baik melalui media maupun sebuah pertemuan, adanya sebuah terobosan luar biasa dari pemerintah tentang pencanangan program, pupuk organik buat rakyat,” ujarnya

Menurut Suseno, kenaikan HET pupuk urea tanpa diikuti upaya mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi pupuk kimia bagaikan bom waktu. Karenanya, momentum penggalakan pemanfaatan pupuk organik merupakan langkah tepat dan solusi yang sangat luar biasa.
FSU sendiri sesuai dengan komitmen akan memberikan apresiasi yang tinggi dan dukungan penuh bagi program-program pemerintah yang pro rakyat.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Sumut, M Roem, saat dikonfirmasi via ponsel mengatakan, pengugunaan pupuk organik bermanfaat bagi petani dalam meningkatkan kesuburan lahan.
Menurutnya, ada tiga fungsi utama penggunaan pupuk organik bagi tanah, yakni memperbaiki struktur tanah, memberikan unsur hara bagi tanaman serta menjadi sumber energi bagi aktivitas mikroba tanah. “Jadi sekarang ini, suka tidak suka penggunaan pupuk organik harus digalakkan.

Apalagi dengan pertimbangan pupuk organik dapat dibuat sendiri oleh petani melalui teknologi tepat guna yang mudah diakses petani dan harganya sangat murah,” jelasnya.

Hanya saja lanjut dia, sekarang ini yang menjadi masalah adalah petani belum terbiasa menggunakannya. “Tapi mudah-mudahan ke depan mereka menjadi terbiasa,” harap Roem.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar