Jumat, 03 Februari 2012

Peluang Usaha Pertanian : Olahan Kacang Kedelai Bawa Rezeki

















APA yang terlintas dalam benak Anda jika mendengar kata kacang kedelai? Biasanya, Anda akan berpikiran tempe dan tahu. Namun tahukah Anda jika kacang kedelai bisa diolah menjadi berbagai makanan yang menggugah selera?

Di tangan Ibu Dewi, kacang kedelai bisa diolah menjadi berbagai makanan enak dan tentunya juga memiliki nutrisi dan vitamin yang cukup tinggi. Di samping juga bisa menjadi alternatif untuk mendulang rupiah.

"Pertamanya saya sering lihat lomba di kabupaten, kayaknya kalau olahan tempe dan tahu itu kan kita bosan. Apalagi anak-anak pasti susah makannya. Padahal kedelai itu banyak vitaminnya dan nutrisinya. Makanya saya mencari cara bagaimana olahan tersebut bisa diterima masyarakat luas," tutur wanita berkerudung ini kepada okezone, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kacang keledai ini dapat menjadi alternatif bagi orang yang tidak punya uang untuk membeli daging sapi dan ayam.

"Itu sudah ada nutirisinya di dalam kedelai. Selain bagus untuk kesehatan dan pengolahannya mudah, rasanya enak dan harganya juga terjangkau," jelas dia.

Wanita berusia 45 tahun ini terbukti dapat mengubah kacang kedelai menjadi beberapa makanan yang menggugah selera seperti nugget tempe, rolade tempe, steak galantin, sampai brownies tempe juga banyak diminati oleh banyak orang.

Selain itu, olahan satai pun bisa diolah menjadi satai tempe dan begitu juga keroket tempe bisa diolah dari bahan kedelai tersebut.

Tidak kurang sebanyak 16 hingga 20 macam makanan bisa dihasilkan dari kacang kedelai tersebut. "Semua bahan dari kacang kedelai ini bisa diolah. bahkan ampas kedelai pun bisa diolah menjadi kerupuk," ungkap ibu dua anak ini.

Dalam merintis usaha pengolahan tempe tersebut, Dewi bergabung dengan tiga orang temannya. dengan modal awal sekira Rp100 ribu saja. "Untuk modal awal kita ini masih kecil-kecilan sekali. awalnya modalnya Rp100 ribu karena kedelai kan per-Kg nya hanya Rp6 ribu saja," paparnya.

Dalam sehari, rata-rata Dewi mengolah 10 kilogram (kg) kedelai untuk dijadikan olahan-olahan yang lain selain tahu dan tempe. Dari modal awal hanya Rp100 ribu, kini Dewi dan teman-temannya dapat meraup omzet sekira Rp950 ribu hingga Rp1,5 juta per bulannya.

"Omzet kita bisa mencapai Rp1,5 juta kalau ramai. Dan yang paling banyak dipesan adalah nugget tempe, karena itu disukai oleh anak-anak," jelas Dewi.

Hingga saat ini, pemasaran produk-produk olahan kedelai ini masih terbatas di wilayah Bantul, Jogjakarta saja yaitu tempat tinggal daripada Dewi dan teman-temannya. Dewi pun ingin hasil kreasinya dapat dipasarkan ke luar Yogyakarta, namun karena terkendala modal yang masih kecil Dewi hanya bisa memasarkan produknya di sekitar wilayah Yogyakarta saja.

"Selama ini pemasarannya masih di sekitaran Yogya saja. Misalnya olahannya dititipkan ke pasar-pasar," tuturnya singkat.

Dalam menjalankan usaha ini pun, Dewi mengaku tidak ada suka dukanya karena semuanya dilakukan dengan senang hati dan juga gotong royong antara satu sama lainnya.

"Kita kan dalam satu kelompok ini barengan empat orang. Tapi saya bersyukur selama ini semuanya berjalan baik-baik saja karena kita semua gotong royong dalam melakukan ini," tuturnya.

Dewi pun berharap peran pemerintah untuk mendukung usaha yang tergolong kepada sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) seperti miliknya agar kelak bisa berkembang dan tentunya bisa bersaing dengan usaha-usaha yang sudah memiliki omzet yang sangat besar.

"Selama ini dukungan pemerintah baik. kiuta selalu dibina, tapi kami juga mengharapkan pemerintah memberikan perhatian yang lebih lagi terhadap sektor usaha UKM tersebut. agar dapat mendongkrak perekonomian di daerah," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar