Kamis, 09 Februari 2012

Menperin: wujudkan segera percepatan hilirisasi industri pangan











Jakarta. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan bahwa percepatan pada hilirisasi industri pangan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi dan harus segera diwujudkan oleh semua pemangku kepentingan.

"Percepatan hilirisasi industri pangan sangat strategis untuk peningkatan produksi, pengembangan keanekara
gaman produk, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan perekonomian dan devisa, oleh karena itu harus segera diwujudkan oleh semua pemangku kepentingan," kata Hidayat, dalam pidato penutupan Jakarta Food Security Summit 2012, di Jakarta, Rabu.

Hidayat mengatakan bahwa percepatan itu harus dilakukan karena kebutuhan pangan terus meningkat dari tahun ke tahun yang juga diiringi dengan peningkatan jumlah penduduk serta kebutuhan pangan merupakan hal yang sangat mendasar.

"Indonesia yang ditunjang dengan iklim yang baik serta sumber daya alam pertanian yang melimpah, sudah seharusnya dapat mencukupi kebutuhan pangan untuk dalam negeri, dan kedepannya diharapkan bisa menjadi lumbung pangan dunia," tambah Hidayat.

Namun yang paling penting, lanjut Hidayat, industri hilir harus terus tumbuh dan didukung dengan pasokan bahan baku yang berkelanjutan, distribusi yang lancar dan biaya produksi yang rasional. Untuk pemenuhan bahan baku, perlu dilakukan perluasan lahan pertanian dengan memberdayakan lahan terlantar dan hutan terdegradasi.

"Pembangunan pangan tidak akan terwujud apabila infrastruktur tidak memadai, dan pembangunan infrastuktur itu harus disinergikan antara pusat dengan daerah, kerja sama antara pemerintah dan swasta, dan sinkronisasi kebijakan terkait perusahaan atau investor," tambah Hidayat.

Ia mengatakan hal tersebut penting untuk dilakukan agar arus distribusi semakin lancar, energi tersedia dengan cukup, pasar dapat berkembang dari skala nasional ke skala internasional dengan biaya yang wajar.

Selain itu, dukungan pembiayaan dari perbankan, asuransi pertanian, koperasi petani dan bantuan pemerintah berupa insentif pembiayaan pada mata rantai agribisnis-agroindustri merupakan hal yang sangat penting.

Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto, mengatakan bahwa untuk mencapai ketahanan pangan dibutuhkan sinergi dan integrasi dari semua pihak baik lokal, nasional, regional, dan global.

"Permasalahan ketahanan pangan sangat rumit dan bukan hanya mencakup satu sektor, sehingga diperlukan sinergi dan integrasi dari semua pihak," kata Suryo.

Suryo mengatakan bahwa dalam Jakarta Food Security Summit 2012 tersebut telah menghasilkan beberapa poin permasalahan yang bisa dijadikan saran bagi pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan dan menjaga ketahanan pangan nasional.

"Dunia usaha serta para pakar telah bertemu dan membicarakan masalah ketahanan pangan itu, dan untuk mencukupi kebutuhan pangan diperlukan pemikiran, konsep dan paradigma kebijakan yang sifatnya diluar kebiasaan," kata Suryo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar