Kamis, 23 Februari 2012

Petani Bengkulu Diminta Tanam Jagung












BENGKULU
. Para petani di kawasan sawah tadah hujan atau di wilayah jaringan irigasi di Kota Bengkulu terancam kekurangan pasokan air, sehingga disarankan untuk menanam palawija termasuk jagung.

"Jagung lebih efektif dan nilai jualnya sama dengan beras, karena ada puluhan hektare sawah milik petani di kawasan itu terancam gagal tanam padi," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu Arif Gunadi di Bengkulu, Jumat (24/2).

Ia mengatakan saran menanam jagung itu salah satu langkah antisipasi kemungkinan gagal tanam akibat kekurangan pasokan air dari jaringan irigasi daerah itu.

Akhir-akhir ini pasokan air dari Danau Dendam tak Sudah setempat berkurang akibat debit air menurun karena kawasan hutan cagar alam sebagai penyanggah sudah gundul dirambah masyarakat.

"Kami menyarankan agar para petani yang terkendala pasokan air untuk menanam tanaman semusim seperti jagung ataupun palawija untuk meminimalkan tingkat kerugian karena tanaman tersebut tidak membutuhkan banyak air," katanya.

Ia mengatakan, pergantian pola tanam dari tanaman padi ke jagung tersebut salah satu antisipasi bila terjadi sawah patni gagal tanam, namun tetap berharap dalam beberapa hari kedepan ada turun hujan.

Para petani tidak perlu khawatir saat pasokan air minim karena bisa menerapkan pergantian pola tanam ke tanaman jagung atau palawija," katanya.

Ia menjelaskan, luas lahan persawahan di Kota Bengkulu yang bisa menerapkan pergantian pola tanam tersebut luasnya berkisar antara 100-200 hektare, lahan seluas itu jauh dari sumber irigasi Danau Dendam Tak Sudah dan Danau Air Lagan.

Selain pergantian pola tanam, petani juga disarankan untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam tanaman sayuran seperti kangkung, tomat dan sebagainya, sehingga tetap ada tambahan penghasilan selain tanaman padi.

"Namun untuk mewujudkan itu semua kami masih terkendala dengan pola pikir petani yang kebanyakan belum mau menerapkannya, sehingga tetap mengharapkan hasil dari tanaman padi saja," katanya.

Anggota DPRD Kota Bengkulu Effendi Salim mengatakan, untuk meningkatkan pemahaman petani pada perubahan jenis tanaman itu, instansi terkair meningkatkan sosialisasi kepada petani mengenai manfaat bertanam jagung pada lahan yang rawan kekeringan tersebut.

"Bila masyarakat sudah diberikan pemahaman dan manfaat merubah pola jenis tanaman itu, maka akan memudahkan instansi terkait dalam melakukan program pertanian pada lahan sawah tadah hujan," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar