Rabu, 16 Februari 2011

Berita Pertanian : Harga Beras Mulai Turun

JAKARTA. Memasuki bulan Februari 2011, harga beras terus menunjukan tren penurunan secara nasional. Beberapa lokasi sentra beras sudah terjadi panen.

"Harga beras seminggu ini memang sudah mulai turun, karena sudah ada panen di Jawa Tengah, Jawa Barat sudah mulai. Tiga minggu lagi akan mulai panen besar di Maret," kata Ayong Suherman Dinata pemilik CV Alam Makmur Sembada salah satu pedagang beras, Kamis (10-2).

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) tanggal 10 Februari harga beras medium rata-rata nasional mencapai Rp7.457 per Kg atau turun Rp12 per Kg dibandingkan harga beras kemarin.

Harga beras medium rata-rata minggu pertama bulan Februari 2011 mencapai Rp7.507 per Kg. Jika dibandingka hari per hari harga beras menunjukan terus turun misalnya pada tanggal 7 Februari Rp7.480 per kg, 8 Februari Rp7470 per kg, 9 Februari Rp7.469 per Kg, 10 Februari Rp7.457 per Kg, sementara rata-rata bulab Februari mencapai Rp7.485 per Kg.

Harga beras medium tertinggi pada 10 Februari 2011 terjadi di Pekanbaru Rp12.000 per Kg dan harga beras terendah di Kendari dan Mataram sebesar Rp5.700 per Kg.

Sementara harga beras IR 64 di beberapa pasar tradisional di DKI Jakarta rata-rata juga mengalami penurunan yaitu hari ini mencapai Rp7.260 per Kg atau turun Rp40 per Kg dibandingkan hari sebelumnya. Harga beras IR 64 di Pasar Senen Rp8.000 per Kg, Pasar Koja Rp7.000 per Kg, Pasar Minggu Rp7.800 per kg dan Pasar Grogol Rp6.500 per Kg. (LP)

Susu Sapi Murni Bukan P-ASI

Susu sapi murni sebaiknya tidak dikonsumsi anak usia di bawah 12 bulan (1 tahun), karena susu sapi murni merupakan susu yang tidak memenuhi syarat sebagai P-ASI (pendamping ASI/Air Susu Ibu).

“Susu sapi murni masuk dalam katergori susu non formula. Contoh susu non formula adalah susu sapi segar, susu skim atau susu kental manis. Susu ini komposisinya tidak sesuai dengan komposisi yang direkomendasikan oleh WHO atau komposisinya tidak sesuai dengan kebutuhan bayi,” terang Andriyanto, Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Jatim.

Menurut dia, susu sapi murni sangat berbeda dengan susu formula meski bahan baku susu formula dari susu sapi. “Dalam susu formula, ada tambahan nutrisi yang sudah terukur dan disesuaikan dengan gizi yang dibutuhkan bayi. Karena itu, pemberian susu formula kepada bayi harus sesuai dengan kebutuhan bayi dan kandungan yang telah dianjurkan,” ujarnya.

Andriyanto juga menyampaikan cara aman mengonsumsi susu sapi murni bagi orang dewasa maupun anak-anak usia di atas 1 tahun. Sebelum dikonsumsi, kata Andriyanto, susu sapi murni sebaiknya dipasteurisasi untuk membunuh bakteri patogen di dalam susu.

“Metode pasteurisasi sangat mudah, yaitu panaskan susu hingga mencapai suhu 72 derajat celcius, kemudian dipertahankan hingga 15 detik, lalu matikan apinya,” jelasnya. “Jangan mengonsumsi susu sapi murni yang sudah lewat dari 6-8 jam, karena susu itu bisa disebut sudah rusak dan itu tidak baik untuk kesehatan,“ tuturnya.

Susu sapi murni yang tak langsung habis diminum, kata Andriyanto, bisa disimpan dalam kulkas paling lama 2 hari. Jadi, kalau sudah dua hari di dalam kulkas belum habis juga, buang saja.

Manfaat dan Cara Tanam Kedelai

Kedelai yang bernama latin Glicine max ini merupakan tanaman semusim berupa semak rendah, tumbuh tegak dan berdaun lebat dengan beragam morfologi. Tanaman kedelai berasal dari dataran China yang kemudian dikembangkan diberbagai negara seperti Amerika, Amerika Latin dan Asia.

Sugito menyatakan, tanaman kedelai merupakan tanaman daerah subtropis yang dapat beradaptasi baik di daerah tropis dengan penyinaran penuh minimal 10 jam perhari, kelembaban rata-rata 65% kedelai dapat berkembang bagus. Untuk memperoleh pertumbuhan yang optimal, sebaiknya kedelai ditanam pada bulan-bulan yang agak kering, tetapi air tanah masih cukup tersedia. Air diperlukan sejak pertumbuhan awal sampai pada periode pengisian polong.

“Kalau pada tanah yang terlalu becek apalagi sering tergenang air tidak baik untuk pertumbuhan kedelai. Terlalu banyak hujan pada saat menjelang panen pun kurang menguntungkan karena akan mengakibatkan turunnya kualitas hasil,” jelasnya.

Kedelai dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah, asalkan drainase dan aerasi tanah cukup baik. Pada lahan sawah kedelai ditanam setelah panan padi (pola tanam padi-padi kdedelai atau padi-kedelai-palawija lain/sayuran). Budidaya kedelai meliputi penggunaan benih bermutu tinggi, pengolahan lahan, bertanam, pemupukan dasar, penyiangan dua kali, pembubunan (saat penyiangan pertama), penyemprotan pestisida (sesuai keperluan), panen, penjemuran dan perontokan.

Untuk teknik teknologi penanganan pra dan pasca panen kedelai meliputi benih, penyiapan lahan meski tidak perlu diolah, tapi lahan harus dibersihkan dan dibuat saluran drainase dengan jarak 3 meter khususnya untuk menghindari genangan air. Kemudian penanam biasanya dilakukan Sugito, optimal 7 hari setelah panen padi sawah.Untuk pemupukan, tanah sawah yang subur cukup diberikan 50 kg saat tanam sebagai pemicu awal pertumbuhan.

Selain itu, ia juga selalu melakukan penyiangan agar gulma tidak menganggu pertumbuhan kedelai, pengairan, pengendalian hama dan penyakit dan teknologi pasa panen yakni secara visual saat panen ditandai dengan daun berwarna kuning. “Untuk cara panen diupayakan tidak tercabut agar bintil akar tetap dalam tanah sebagai pupuk,” saran Sugito.

Sementara untuk manfaat kedelai, Sugito mengungkapkan gizi biji kedelai cukup tinggi dan aromanya disukai sehingga sangat diminati sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Tinggi tanaman kedelai berkisar 10 sampai 200 cm. Perakaran tanaman kedelai terdiri dari akar tunggang dapat mencapai 2 meter namun umumnya sedalam lapisan olah tanah.

Kedelai mengandung gizi tinggi terutama protein dan rendah kolestrol sehingga kedelai sangat diminati masyarakat. Begitu besarnya kontribusi kedelai dalam penyediaan bahan pangan bergizi bagi manusia sehingga kedelai dijuluki sebagai gold from soil atau world miracle.

Kedelai dapat digunakan untuk bahan pangan, seperti tempe, tahu, kecap, tauco, susu kedelai, oncom, kripik, tauge, yogurt, mentega, minyak kedelai, dan lain-lain. Selain sebagai bahan pangan, kedelai juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri non- pangan dengan hasil olahan sebagai formulasi produk nonpangan/penggunaan dalam bidang teknik.

Selain itu juga kedelai digunakan untuk pakan ternak dan manfaatnya sebagai tanaman leguminosae, maka jerami kedelai sangat bermanfaat sebagai pupuk hijau. “Dengan demikian, lahan bekas pertanaman kedelai relatif lebih subur, karena itu sangat cocok sebagai salah satu tabnaman pada pola tanam setahun yakni padi-padi kedelai dan sebaliknya,” imbuh Sugito.

Orang Minang Paling Berisiko Dislipidemia

Ilustrasi masakan rendang khas Minang

Ragam masakan Masyarakat Minangkabau yang banyak berbahan santan dan daging membuat asupan lemak jenuh mereka lebih tinggi dibanding suku-suku lain di Indonesia.

Hal itu terungkap lewat penelitian tahun 2007 yang dilakukan dr Ratna Djuwita dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Ia melakukan riset mengenai asupan nutrien pada empat suku, yakni Minangkabau, Sunda, Jawa, dan Bugis.

"Rata-rata asupan lemak orang Indonesia sudah memenuhi pedoman gizi, tetapi kualitasnya masih buruk karena lebih banyak lemak jenuhnya," katanya dalam acara seminar bertajuk "Pentingnya Lemak Esensial dan Manfaatnya untuk Tubuh" di Jakarta, Sabtu (12/2/2011).

Rasio asupan lemak yang sehat, kata Ratna, adalah satu banding satu antara asam lemak jenuh (saturated fatty acid/SAFA), asam lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated fatty acid/PUFA), asam lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acid/MUFA). Dalam kombinasi yang tepat yakni 1:1:1, asupan makanan relatif akan lebih menyehatkan.

"Dari total 30 persen lemak yang harus kita konsumsi tiap hari, sebaiknya SAFA tidak lebih dari 10 persen dan 20 persen, lemak tak jenuh yang terdiri dari PUFA 6-10 persen, dan MUFA 10 persen," katanya.

Kelebihan SAFA akan meningkatkan berbagai risiko kesehatan yang dipicu oleh dislipidemia. Dislipidemia adalah gangguan kesehatan akibat kelainan lemak dalam darah. Pada dislipidemia, kadar lemak-lemak jahat seperti kolesterol LDL dan trigliserida mengalami peningkatan. Sebaliknya kadar lemak yang baik, yaitu kolesterol HDL, justru mengalami penurunan.

"Orang Minang tingkat dislipidemianya lebih tinggi dibanding 3 suku lainnya," kata Ratna.

Dari penelitian terungkap, asupan SAFA orang Minang berasal dari santan, minyak goreng, daging, telur, dan daging unggas. "Orang Jawa dan Sunda suka makan santan juga, tetapi tidak sekental masakan Minang. Selain itu, pola makanan Jawa dan Sunda banyak sayuran, tahu, dan tempe," kata dosen dari Ilmu Gizi FKUI ini.

Hasil penelitian Ratna tersebut sama dengan RISKESDAS tahun 2007 yang menemukan rasio asupan lemak jenuh dan tidak jenuh orang Indonesia belum seimbang. "Rasionya masih kurang dari 1, terbanyak masih SAFA," imbuhnya. (kompas)

Berita Pertanian : Kedelai Mahal Tapi tak Menarik Minat Petani

Bila mendengar kedelai, semua orang akan terbayang dengan produksinya tahu dan tempe. Karena memang kedua makanan sehat khas Indonesia tersebut terbuat dari biji kedelai yang mengandung gizi yang tinggi. Inilah yang seharusnya membuat tanaman kedelai bukan hanya sekadar dikembangkan atau tanaman selingan di lahan petani sesudah panen padi.
Peluang investasi pada masa depan semakin cerah yang semamin sadar akan protein nabati dan kedelai juga dapat mengurangi penyakit darah tinggi dan serangan jantung sehingga diperkirakan konsumsi kedelai per kapita nya akan terus bertambah.

Apalagi saat ini selain menjadi bahan baku tahu dan tempe, telah berkembang pula berbagai produk olahan kedelai berupa susu cair dan bubuk serta minuman siap saji yang telah dijual. Dengan melihat kebutuhan biji kedelai dalam negeri yang terus meningkat baik sebagai bahan baku industri pangan dan nonpangan maupun pakan ternak, seharusnya ini dapat dimanafaatkan petani di Indonesia khususnya Sumatera Utara (Sumut) dan menjadikan kedelai peluang yang sangat besar.

Sayang, tanaman subtropis ini belum banyak dikembangkan petani di Indonesia. Tanaman ini masih dijadikan tanaman selingan di lahan padi yang telah usai atau sebelum panen. Dengan harga jual yang belum menguntungkan, membuat petani enggan meningkatkan produksi kedelai sehingga luas lahan tanaman pun terus menyusut.

Meskipun, upaya pemerintah mengembangkan produksi kedelai terus dilakukan salah satunya melalui pemberian benih unggul kepada petani, tapi tetap saja, gairah untuk meningkatkan produksi kedelai itu belum ada. Karena masih rendahnya harga jual kedelai lokal dibandingkan kedelai impor yang memang sudah membanjiri pasar.

Kondisi ini diakui Sugito, petani kedelai di Desa Celawan Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Ia yang mempunyai luas lahan satu hektar, hanya menanam kedelai setelah usai panen padi untuk memanfaatkan lahan yang sudah kosong serta dengan tujuan tanah menjadi subur untuk ditanami padi selanjutnya.

“Biasanya petani menanam kedelai untuk memanfaatkan lahan kosong bekas panen padi. Apalagi di desa kami biasanya setelah panen padi, siklus air ditutup sehingga lahan cocok ditanami kedelai atau komoditas lain seperti jagung, dan kacang hijau,” jelasnya kepada MedanBisnis.

Bayangkan saja, untuk tanaman kedelai yang dikembangkan Sugito hanya bisa menghasilkan produksi kedelai sekitar 1,5 hingga 1,8 ton dengan harga jual kedelai basah maksimal Rp 4.000 per kg. Padahal biaya operasional yang harus dikeluarkan untuk membeli bibit saja sudah mencapai Rp 15.000 per kg dengan kebutuhan bibit mencapai 40 kg.

Ditambah lagi harus membeli pestisida untuk membasmi serangan hama ulat penggerek batang. Jika ditotalkan, biaya produksi dikeluarkannya dalam satu hektar mencapai Rp 600.000 untuk bibit saja ditambah lagi membeli obat dengan menunggu waktu masa panen selama 60 hingga 65 hari.

“Uang jual kedelai yang kita dapat hanya sekitar Rp 6,4 juta per hektarnya. Dipotong dengan biaya produksi sekitar mencapai Rp 1 juta, maka yang didapat hanya sedikit saja. Tapi lumayan untuk membeli modal bibit padi pada tanaman selanjutnya,” jelasnya.

Minimnya pendapatan yang diperoleh , Sugito melihat petani di desanya sudah sedikit mengembangkan tanaman kedelai dan mengalihkannya ke tanaman lain seperti jagung, kacang hijau dan jenis hortikultura seperti cabai merah, tomat, dan bayam.

Memang, petani menyadari kalau lahan bekas tanaman kedelai menjadi subur dan bagus untuk menanam padi sehingga penggunaan pupuk bisa diminimalisir. Begitu juga sebaliknya, tanaman kedelai tidak perlu lagi Tanpa Olah Tanah (TOT) dan pupuk. “Kedelai masih merupakan tanaman sela karena belum menguntungkan. Tapi lahan bisa menjadi subur sehingga menguntungkan bagi tanaman setelahnya seperti padi,” ucap Sugito.

Menanam kedelai tidaklah begitu sulit. Ia bersama petani lainnya mau saja mengembangkan asal pemerintah dapat menjamin harga jualnya. Dengan harga Rp 6.000 per kg saja, petani akan bergairah meningkatkan produksi karena masih mendapatkan keuntungan setelah dipotong biaya operasional. Karena petani hanya menanam satu komoditas yang menguntungkan dan kepastian harga sepantasnya menjadi gairah sendiri.

Tantangan menambah produksi kedelai ini, lanjut Sugito semakin bertambah karena belum tersedianya benih unggul yang memiliki produktivitas diatas 2 ton per hektarnya. Ditambah lagi dengan kebijakan pembebasan Bea Masuk (BM) pangan yang didalamnya termasuk komoditas kedelai akan menjadi hambatan dalam persaingan usaha kedelai lokal.

“Kedelai kita pasti akan terus kalah dibandingkan impor. Meski kualitas kedelai lebih bagus, tapi penampilan kedelai impor bagus dengan bulir biji besar dan rata. Jadi dengan pembebasan BM pangan, pasti kedelai impor semakin banyak dan membanjiri,” tuturnya.

Upaya Peningkatan
Kepala Cabang PT Pertani Persero Wilayah Sumut, Alhani Yandi mengatakan, target swasembada kedelai secara nasional dapat tercapai jika tersedia lahan permanen untuk menanam kedelai. Sebab selama ini, tanaman kedelai masih merupakan tanaman sampingan atau tanaman sela setelah atau sesudah bertanam padi dan jagung.

"Padahal kedelai ini makanan utama masyarakat Indonesia dan semua menyukainya untuk dikonsumsi. Tapi memang petani masih belum tertarik mengembangkannya karena harga dan produktivitas tanaman yang rendah," ujarnya.

Lahan permanen tanaman kedelai dapat dilakukan dengan pemanfaatkan lahan milik PTPN. Peningkatan produksi juga dapat dicapai dengan menemukan varietas benih yang memiliki produktivitas diatas 3,5 ton per hektar serta diperlukan ikut campur pemerintah terhadap jaminan harga pemasaran sehingga dapat menguntungkan petani.

"Kalau menguntungkan, petani akan mau mengembangkannya. Tapi saat ini harga kedelai hanya berkisar Rp 4.000 perkg dan bersaing dengan kedelai impor yang banyak dipasaran," katanya.

Pemerintah pusat melalui Departemen Pertanian Indonesia telah menemukan dan mengambangkan beberapa varietas benih kedelai yang memiliki produktivitas tinggi yakni varietas Merubetiri bisa menghasilkan 3 ton per hektar, varietas Baluran dengan produktivitas 2,5 hingga 3,5 ton per hektar dan varietas Rajabasa dengan produktivitas 3,90 ton per hektar serta varietas Argopuro 3,05 ton per hektarnya. (MB)

Berita Pertanian : Pemkab Samosir Miliki Mesin Olah Sampah Jadi Kompos

Pangururan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir merupakan daerah pertama di tujuh kabupaten se-kawasan Danau Toba (Samosir, Karo, Dairi, Simalungun, Tobasa, Humbahas dan Taput) yang memiliki tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) yang ramah lingkungan.
Kepala Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan (Kaban BLH) Darwin L Harianja, Senin (14/2) di Pangururan mengatakan, dengan keberadaan TPST di Desa Cinta Maju Kecamatan Simanindo, tingkat kebersihan lingkungan Samosir, yang mempunyai misi menjadi daerah pariwisata semakin bersih dan nyaman dari sampah.

Diharapkan juga pendirian TPST mampu menghasilkan pupuk kompos. “Kita berharap masyarakat Samosir bisa memanfaatkan keberadaan TPST dengan baik,” ungkap Darwin.

Dikatakan Darwin,TPST bukan sekAdar menyelamatkan lingkungan alam Samosir saja tapi juga menopang mesin pengolahan sampah menjadi pupuk, terutama menghancurkan sampah-sampah yang tidak berguna didaur ulang menjadi pupuk kompos yang berguna bagi petani Kabupaten Samosir.

Khusus para petani yang ada di Samosir Darwin berharap agar lebih banyak menggunakan pupuk kompos daripada pupuk kimia sintetik lainnya. “Mari kita ciptakan Samosir sebagai daerah pariwisata yang berbasis lingkungan bersih, dan aman untuk Kabupaten Samosir pada tahun 2011 ini,” imbau Darwin. (MB)

Berita Pertanian : Bank Dunia: Harga Pangan Dorong 44 Juta Orang Miskin

Washington. Kenaikan harga pangan telah mendorong sekitar 44 juta orang jatu ke dalam kemiskinan di negara berkembang sejak Juni 2010, Bank Dunia memperingatkan Selasa.

Biaya makanan terus meningkat mendekati tingkat pada 2008, ketika lonjakan harga pangan dan minyak telah berdampak buruk bagi masyarakat miskin, pemberi pinjaman pembangunan mengatakan, mencatat angkanya yang dirilis menjelang pertemuan kepala keuangan Kelompok 20 minggu ini.

"Harga pangan global naik ke tingkat berbahaya dan mengancam puluhan jutaan orang miskin di seluruh dunia," Kepala Bank Dunia Robert Zoellick mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Kenaikan harga sudah mendorong jutaan orang ke dalam kemiskinan, dan menempatkan tekanan pada yang paling rentan, yang menghabiskan lebih dari setengah dari pendapatan mereka pada makanan."

Menurut Food Price Watch (Pengamatan Harga Pangan) terbaru Bank Duni, harga naik 15 persen antara Oktober 2010 dan Januari 2011.

Laporan itu muncul menjelang pertemuan dua hari para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 yang dijadwalkan dibuka Jumat di Paris.

Zoellick mengatakan kepada wartawan bahwa laporan itu "menggarisbawahi perlunya G20 untuk menempatkan makanan sebagai yang pertama."

"Indeks Harga Makanan Bank Dunia menunjukkan harga pangan sekarang 29 persen lebih tinggi daripada setahun yang lalu dan hanya tiga persen di bawah puncak krisis pangan terakhir pada Juni 2008," katanya dalam pidato pembukaan di sebuah konferensi pers.

"Jelas, ini menimbulkan keprihatinan serius."

Bank menyoroti bahwa inflasi makanan meningkatkan peringkat kehidupan dalam kemiskinan ekstrim, yang mendefinisikannya sebagai di bawah 1,25 dolar per hari per orang. Hasil ini pada orang yang kurang makan, dan meningkatnya gizi buruk, menurut laporan tersebut.

"Tahun ini membentuk sebuah tahun yang sangat berat bagi kurang gizi kronis," ujar Zoellick.

"Kita tahu harga pangan yang tinggi dan volatile adalah kekuatan ampuh," ia memperingatkan, mengutip kerusuhan pangan pada 2008.

"Meskipun bukan penyebab utama untuk ketidakstabilan politik yang kita lihat sekarang di Timur Tengah, kenaikan harga masih tetap merupakan faktor yang memberatkan yang bisa menjadi lebih serius."

Bank Dunia mengutip dua faktor kunci yang telah mencegah lebih banyak orang jatuh ke dalam kemiskinan: panen yang baik di banyak negara Afrika telah memelihara harga stabil dan kenaikan harga beras global yang moderat.

Pemberi pinjaman anti-kemiskinan mengatakan, Program Penanggulangan Krisis Pangan Global membantu sekitar 40 juta orang yang membutuhkan melalui dukungan 1,5 miliar dolar.

Dalam sebuah laporan Desember 2008, ekonom bank memperkirakan bahwa 105 juta orang telah didorong ke dalam kemiskinan ekstrim, pada waktu yang ditentukan pada satu dolar per hari per orang. (ant)

Berita Pertanian : 1.000 Hektar Sawit Digunduli Hama Ulat Api

Jambi. Sedikitnya sekitar 1.000 hektare lahan sawit milik PT SAL di Kecamatan Tabir Timur dan Tabir Selatan Kabupaten Merangin, Jambi, dilaporkan telah gundul akibat diserang hama ulat api.

"Sekurang-kurangnya sudah 1.000 hektar lahan sawit di Tabir Timur dan Tabir Selatan telah gundul karena daunnya habis dimakan hama ulat api semenjak tiga pekan belakangan," ungkap Kadishutbun Ir. Syafri, di Bangko, Senin.

Semenjak mulai kasus serangan ulat api yang melahap habis daun-daun sawit hingga hanya menyisakan batang, buah dan sedikit lidi tersebut, pihak Dishutbun bersama petugas dari PT SAL dan Disbun Provinsi Jambi sudah melakukan tindakan pemberantasan hama.

"Kita semenjak sepekan lalu sudah menurunkan tim menangani serangan hama ulat api tersebut. Kita sudah melakukan tindakan Fogging (pengasapan) dan penyemprotan insektisida. Sudah 500 hektare sudah tertangani," terang Syafri.

Lebih jauh dia merinci, serangan ulat api tersebut adalah kasus pertama yang terjadi terhadap perkebunan sawit setidak di Kabupaten Merangin. Dia juga merinci 1.000 hektare lahan yang diserang tersebut berada di Desa Sungai Durian, Seri Sembilan, dan Bukit-bukit, serta beberapa desa yang berada dalam kawasan Betung Berdarah yang merupakan wilayah administratif Kabupaten Tebo.

Kasus tersebut, menurut Syafri sudah langsung mendapat respon dari pihak Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi dengan langsung memberikan peralatan fogging dan penyemprotan insektisida.

Menurut Syafri, serangan hama ulat tersebut memang hanya menyerang daun sawit dan tidak menyerang bagian lain seperti buah, sehingganya buah sawit tetap aman dan bisa diproduksi.

"Pohon sawit yang diserang tetap hidup atau tidak mati, hanya saja akibat serangan ulat api ini mengakibatkan pohon sawit mengalami kegundulan sehingga mengakibatkan tanaman kesusahan untuk melakukan fotosintesa memasak makanan di klorofil daunnya yang berguna untuk pertumbuhan sawit itu sendiri," terangnya.

Ditegaskan Syafri, akibat serangan ulat api yang menyebabkan kegundulan tersebut, tanaman sawit akan mengalami kegundulan terus-menerus hingga situasi kembali normal.

"Menurut analisa tim ahli kita, kondisi kegundulan itu tidak bisa kembali pulih dalam waktu singkat, minimal baru bisa kembali tumbuh normal dalam jangka waktu setahun. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap kemampuan berproduksi pohon-pohon sawit itu sendiri dalam jangka panjang," tandasnya.(ant)

Sabtu, 12 Februari 2011

Berita Pertanian : Jelang Valentine Pedagang Bunga Gandakan Harga

JAKARTA - Menjelang hari valentine atau hari kasih sayang nampaknya merupakan momentum bagi para pedagang bunga untuk meraup untung, pasalnya saat ini sudah naik dua kali lipat.

Demikian diungkapan salah seorang penjual bunga mawar Udin. Udin Mengaku menjelang hari valentine yang identik dengan bunga mawar membuat harga jual bunga mawar naik, bahkan kenaikan tersebut telah terjadi sejak tanggal 10.

"Harganya naik mas. Naiknya sudah dari tanggal 10," ungkap Udin kepada Okezone di Pasar Kembang Rawa Belong, Jakarta, Sabtu (12/2/2011).

Menurut Udin kenaikan ini dipicu karenannya banyaknya permintaan dari pembeli. "Naiknya ya karena banyak permintaan," jelasnya.

Namun Udin menuturkan kalau valentine tahun ini tidak seramai valentine tahun tahun sebelumnya. Menurutnya jika dibandingkan tahun lalu di tanggal yang sama Udin sudah kebanjiran pesanan. "Valentine tahun ini kurang rame, biasanya hari kaya gini udah banyak pesanan, sekarang rada berkurang" tuturnya.

Untuk Mawar lokal kenaikan mencapai hampir dua kali lipat, sementara untuk mawar lokal asal Malang dirinya mematok harga lebih dari dua kali lipat."Kalau yang biasa kita 80 sekarang 150 - 160 an itu untuk mawar impor ya, Mawar Malang dulu 25 ribu, sekarang 50-60 ribu," pungkasnya. (Okezone)

Berita Pertanian : 302 Hektar Tanaman Padi Terserang Hama Penyakit

Batang. Lebih kurang 302 hektar dari 12.624 hektar tanaman padi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), terserang hama dan penyakit sehingga kondisi tersebut dikhawatirkan mengakibatkan gagal panen.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Batang, Singgih, di Batang, Kamis (10/2) mengatakan, organisme pengganggu tanaman itu (OPT) yang menyerang tanaman padi itu, antara lain tikus sebanyak 10 hektar, keong emas 158 hektar, penyakit tanaman 52 hektar dan kresek 82 hektar. "Intensitas serangan OPT itu masih ringan sehingga dampaknya belum sampai menimbulkan ancaman tanaman padi rusak dan puso," katanya.

Ia mengatakan, meskipun serangan organisme pengganggu tanaman masih relatif ringan, Dinas Pertanian meminta para petani tetap waspada meluasnya serangan hama dan penyakit itu dengan melakukan pengendalian dan pemberantasan. "Pemberantasan hama dan penyakit perlu dilakukan petani secepat mungkin agar tidak menjalar ke tanaman padi lainnya," katanya.

Suwandi, petani setempat mengatakan, serangan hama tikus dan penyakit tanaman padi kini makin menjalar padahal petani sudah berusaha melakukan pemberantasan, seperti menyemprotan cairan pestisida dan pengasapan ke lubang tanah tempat persembunyian hewan itu.

Namun, katanya, upaya pembasmian terhadap serangan hama dan penyakit ini yang dilakukan para petani belum membuahkan hasil maksimal, karena sebagian tanaman padi masih banyak yang rusak. "Saat ini, kami sudah hampir kewalahan mengatasi serangan hama dan penyakit itu sehingga para petani khawatir gagal panen," katanya. (ant)

Berita Pertanian : Pertani Sediakan Toko Pertanian Swalayan bagi Petani

Medan. PT Pertani akan segera menyediakan Toko Pertanian Swalayan (Topsindo) di Sumatera Utara (Sumut) guna membantu petani mendapatkan segala kebutuhan pertaniannya. Dengan konsep toko spesialis pertanian ritel modern tersebut juga disediakan layanan klinik konsultasi bagi para pembeli.

Kepala cabang PT Pertani (Persero) Wilayah Sumut, Alhani Yandi mengatakan, Topsindo dibuat untuk membantu petani mendapatkan produk sarana produksi pertanian seperti benih, pupuk, pestisida dan alat mesin pertanian. Sebab, selama ini belum tersedia toko tipe modern yang menyediakan sarana pertanian secara lengkap.

"Peresmian Topsindo ini akan kita lakukan tanggal 16 Februari 2011. Semoga ini dapat membantu petani di Sumut," ujarnya kepada wartawan, Kamis (10/2) di Medan.

Menurutnya, dengan adanya Topsindo, Pertani sebagai salah satu produsen benih dan peduli terhadap pertanian di Indonesia mengharapkan bisa terus berperan aktif membantu petani. Apalagi tantangan dalam sektor pertanian semakin banyak, sehingga sudah waktunya perlengkapan sarana dan prasarana tersedia sehingga petani dengan mudah mendapatkan apa yang dibutuhkannya.

Selain itu, dalam Topsindo ini, lanjut Alhani, pihaknya juga menyediakan layanan konsultasi pertanian bagi setiap pembeli yang membutuhkan anjuran dan pengarahan terlebih dahulu dari pihak-pihak yang berkompeten di bidang pertanian. "Selain penyuluh pertanian yang berkualitas, kita juga akan sediakan pakar pertanian untuk membantu petani berkonsultasi," katanya.

Dengan konsultasi yang telah dilakukan, diharapkan petani bisa mengefisiensikan biaya yang dipakai untuk membeli sesuai dengan kebutuhan yang diterapkan di lapangan. Di samping itu juga, Topsindo memberikan pelayanan prima kepada pelanggan atau petani yang membutuhkan perlengkapan pertanian. "Kita ingin semua kecamatan di Sumut memiliki Topsindo," tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian Sumut, Muhammad Roem, menyambut baik hadirnya Topsindo di Sumut, karena dapat membantu petani mendapatkan sarana dan prasarana pertanian yang dibutuhkan. Karena selama ini petani masih sulit mendapatkan kemudahan akses tempat tersedianya alat pertanian.

"Ini langkah baik bagi pertanian di Indonesia dan harus kita dukung dengan positif. Kalau bisa, toko swalayan ini ada di seluruh daerah se Sumut," pungkasnya.(MB)

Berita Pertanian : Warga Ternate Mengeluh Beras Mahal

Ternate. Warga Ternate, Maluku Utara, mengeluhkan mahalnya harga beras di daerah iniyang mencapai Rp10 ribu per kg untuk beras kualitas bagus dan Rp9 ribu per kg untuk kualitas sedang.

"Harga beras kualitas bagus di Ternate sebelumnya hanya Rp9 ribu per kg, sedangkan kualitas sedang Rp7 ribu per kg. Kami berharap harga beras bisa kembali normal, " kata seorang warga Ternate, Muliana, Jumat.

Masih mahalnya harga beras membuat warga Ternate, khususnya yang berpendapatan rendah harus mengurangi pembelian kebutuhan pokok lainnya, seperti ikan dan sayuran. Ikan yang semula mereka jatahkan Rp20 ribu per hari dikurangi menjadi Rp10 ribu per hari.

Menurut Muliana, sejumlah warga menyiasati mahalnya harga beras dengan mengkonsumsi ubi kayu dan sagu, jika uang untuk membeli beras tidak cukup.

Warga Ternate dan daerah lain di Maluku Utara terbiasa mengkomsumsi sumber pangan non beras itu, bahkan saat harga beras murah pun mereka sering mengkomsusmsinya.

Warga berharap Pemda setempat mengambil langkah-langkah kongkret guna mengatasi mahalnya harga beras tersebut.

Sementara itu, Wakil Walikota Ternate, Arifin Djafar mengatakan, Pemkot Ternate tidak bisa berbuat banyak untuk menekan mahalnya harga beras tersebut, karena harga beras ditentukan mekanisme pasar.

Pemkot Ternate hanya meningkatkan pengawasan terhadap distributor dan pedagang beras guna mencegah kemungkinan penimbunan stok beras untuk mendorong naiknya harga.

"Tapi saya yakin, walaupun harga beras mahal, warga Ternate tidak akan mengalami krisis pangan, karena di daerah ini banyak sumber pangan alternatif, seperti ubi, sagu dan talas yang harganya sangat murah," kata Arifin.(ant)

Berita Pertanian : Davao Borong 100 Ton Arang Tempurung Sulut

Manado. Pembeli Davao, Filipina memborong 100 ton arang tempurung produksi pabrik pengolah produk turunan kelapa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada pekan kedua Februari 2011.

"Jumlah yang dikirim ke Davao sebanyak 100 ton dengan nilai 43 ribu dolar AS, dan masih ada tambahan pesanan untuk pekan-pekan mendatang dari negara tetangga tersebut," kata Manager Pemasaran PT Serimpi Asli Wenang, Debby Pamikiran, eksportir arang tempurung di Manado, Jumat.

Debby mengatakan, permintaan arang tempurung oleh pembeli Davao menunjukkan peningkatan dalam tahun ini, menyusul banyaknya kebutuhan industri di negara tersebut yang memanfaatkan arang tempurung sebagai salah satu bahan baku.

Permintaan arang tempurung berbagai negara yang terus meningkat, kata Debby, menjadi peluang bagi industri produk turunan kelapa di Provinsi Sulut.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Hanny Wajong, mengatakan arang tempurung merupakan salah satu komoditas unggulan daerah ini yang diminati beberapa negara Eropa dan Asia.

"Perancis merupakan salah satu pasar potensial arang tempurung, sedangkan di kawasan Asia terutama China dan Korea, dan sekarang Filipina, memang masih ada beberapa negara lainnya yang membutuhkan komoditas unggulan ini," kata Hanny.

Menyusul permintaan Filipina yang terus meningkat, maka harga beli arang tempurung di tingkat petani di Kota Manado meningkat menjadi Rp1.600 per kilogram. (ant)

Berita Pertanian : Lele Bantuan Dirjen Perikanan Panen Lebih Awal

Cirebon. Kelompok petani Kota Cirebon berhasil panen lele bantuan dari Dirjen Budidaya Perikanan yang seharusnya dipelihara selama dua sampai tiga bulan, tetapi baru 45 hari dipanen karena sudah memenuhi syarat berat ikan.
"Kami panen dipercepat dan berdasarkan perhitungan besarnya sudah cukup yakni sekitar 12 ekor per kilogram," kata Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Cirebon Enjo Suharjo kepada wartawan, Jumat (11/2).

Dikatakannya, panen dipercepat juga dimaksudkan guna menghindari jangan sampai terlalu banyak yang stres dan mati karena cuaca tampaknya sudah berubah manjadi panas.

Ia menjelasakan, Dirjen Budidaya Perikanan memberi bantuan kepada 75 paket lele di kota Cirebon. Satu paket berupa terpal untuk kolam ukuran 5x10 meter, benih ikan sebesar rokok sebanyak 6500 ekor dan pakan sebanyak 650 kilogram.

Berdasarkan pengelamannya memeliharan ikan sebanyak itu yang mati sekitar 20%. "Hasilnya diharapkan paling sedikit 300 kilogram dan dijual Rp10 ribu per kg," katanya.

Menurut dia, terpal tersebut selanjutnya bisa digunakan hingga puluhan kali memelihara ikan lele dengan tenaga satua orang. Adapun keutungan memilihara ikan lele dalam kolam terpal terhindar dari hama dan penyakit bila dibanding dilepas di kolam tanah. Selain itu, bisa mamanfaatkan pekarangan rumah yang sesuai dengan kota Cirebon yang memaliki wilayah yang tidak begitu luas. "Sedangkan, pemasaran ikan lele masih cukup baik, buktinya begitu kita panen pembeli sudah datang langsung," katanya.

Upaya peternak ikan lele Cirebon itu juga ikut menyukseskan progra pemerintah yang hendak menjadi negara terbesar dalam memproduksi ikan budidaya tahun 2005, tmbahnya.

Sementra itu, Penyuluh Perikanan Kota Cirebon Nanang yang hadir pada panen ikan lele tersebut, mengatakan sebanyak 75 unit kolam bantuan Dirjen Budidaya Perikanan tersebut berjalan baik di Cirebon. "Kita saksikan hari ini, salah satu paket bantun tersebut justru dipanen lebih awal karena sudah memenuhi syarat dari segi berat ikan. Anjuran sekitar dua sampai tiga bulan panen, ternyata pak Enjo sudah panen hanya dalam waktu 45 hari," katanya. (ant)

Kamis, 10 Februari 2011

Berita Pertanian : Lagi, Gajah Rusak Perkebunan Warga

Lagi Gajah Rusak Perkebunan Warga

ANTARA/Irwansyah Putra/wt

PEKANBARU. Setelah Aceh, kini kawanan gajah mengganggu ketenteraman penduduk Mandau, Riau. Karena itu, puluhan warga Desa Petani Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, melakukan ronda malam untuk mengusir kawanan gajah yang merusak tanaman kelapa sawit dan masuk ke permukiman.

Kepala Desa Petani Rianto, Jumat (11/2), mengatakan aktivitas ronda ini sudah mereka lakukan sejak dua pekan terakhir.

Diperkirakan, sekitar dua hektare tanaman sawit dan karet warga yang rusak dimakan gajah. "Biasanya kawanan gajah tersebut mulai masuk ke perkampungan pada malam hari," kata Rianto.

Gerombolan mamalia besar yang berjumlah enam ekor itu, lanjutnya, berkeliaran memakan tanaman sawit dan karet warga hingga subuh. Setelah itu rombongan hewan berbelalai ini kembali masuk ke dalam hutan.

Warga, lanjut Rianto, menggunakan petasan terbang untuk menakuti kawanan satwa dilindungi tersebut hingga menjauh dari perkampungan dan perkebunan warga.

Paling tidak, kata Rianto, dalam semalam, warga menghabiskan dua lusin petasan untuk mengusir kawanan gajah tersebut. Kawanan gajah berulang kali masuk ke perkampungan karena desa tersebut termasuk dalam wilayah jelajah hewan ini.

Menurut Rianto, pihaknya sudah bosan melaporkan kejadian serupa ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau selaku pihak yang berwenang mengatasi masalah ini.

"Laporan ke BBKSDA malah membuat kami repot karena harus mengantarkan petugas instansi tersebut ke titik munculnya gajah di perkampungan. Namun, setelah itu tidak pernah ada penyelesaiannya," lanjutnya.(MI)

Berita Pertanian : PDIP Tolak Impor Beras


Ketua I FPDIP, Puan Maharani


Jakarta
. Fraksi PDI Perjuangan mendesak Pemerintah mencabut Permenkeu No.241/2010 mengenai pembebasan bea masuk khususnya beras dan Permendag No.39/2010 mengenai impor barang jadi karena kedua peraturan itu dinilai melukai hati rakyat.

"Fraksi PDIP menyatakan menolak kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah. Aneh saja, hari ini alam sudah membingungkan antara musim dingin dan musim panas, tapi pemerintah juga ternyata punya alur pikir yang aneh," kata Ketua I Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, berdasarkan data yang ada, produksi beras sebenarnya surplus tapi tetap mengimpor beras dan malah tanpa bea masuk.

Menurut Puan, antara perencanaan pemerintah dan realisasinya tidak sinkron. Pemerintah berencana ekspor, tapi realitanya justru impor.

Puan meminta pemerintah tidak melukai hati petani dan panen raya petani dalam waktu dekat ini harus diselamatkan.

"Kami bertanya kebijakan ini merugikan petani tapi kok masih mau impor?" katanya.

Namun, jika pemerintah berkeras mengimpor beras dengan bebas bea masuk beras, FPDIP mendesak pemerintah membuat kebijakan khusus yang menjamin semua hasil panen raya petani periode Januari hingga April 2011dibeli pemerintah.

Puan Maharani menengarai pemerintah akan impor beras hingga 2,5 juta ton dan berdasarkan PMK No.241/2010 impor beras itu tanpa bea masuk. (ant)

Tips Ampuh : Lidah Buaya dan Pepaya Mengatasi Sakit Maag



Sakit maag disebabkan oleh asam lambung berlebihan yang dapat mengakibatkan iritasi dan atau luka dilambung, karena itu sakit maag disertai rasa perih/pedih.

CARA MENGATASI SAKIT MAAG :
  1. Hindari makanan dan minuman yang PEDAS, MASAM, PANAS, KOPI, MIE INSTAN,TEH, ALKOHOL, MAKANAN YG BERSIFAT KERAS, MAKANAN BERKOLESTEROL TINGGI.
  2. Makan nasi hangat 4-5x sehari semalam yaitu jam 7, 11, 15, 19, 22 dengan porsi yang lebih kecil. ( tiap kali makan nasi cukup setengah piring aja )
  3. SEHABIS MAKAN NASI JANGAN LUPA MINUM AIR PUTIH 1,5- 2 GELAS, ini akan bermanfaat untuk menetralkan dan mengeluarkan asam lambung yang berlebihan pada saat buang air kecil.
  4. Minum susu pada saat siang hari terutama yang berkadar lemak rendah.
  5. Jangan banyak pikiran yang berakibat Stress.
Penyakit mag bukanlah penyakit yang susah disembuhkan. Asalkan kita disiplin waktu makan dan mau mengubah pola hidup sehari-hari. Untuk resep peraktisnya secara alami adalah :
  • ambil 1 buah pisang ambon matang, 2 potong pepaya matang, 2 batang lendir lidah buaya, 3 sendok makan madu atau sari kurma
  • semua bahan di atas diblender lalu tambahkan air secukupnya
  • minum 3 kali sehari sebelum makan hingga perasaan lambung Anda membaik

Tips Ampuh : Jenis Makanan Sebelum Olahraga

Ada orang yang bisa berolahraga jalan pagi tanpa makan lebih dulu, ada pula yang harus makan dulu. Memang tubuh perlu bahan bakar untuk mendapatkan stamina yang baik. Namun, jika “salah makan” sebelum olahraga, makanan bisa membuat perut mual atau kembung.

Makanan apa yang terbaik supaya perut tetap nyaman di bawa jalan pagi? Inilah tip-tip dari klub jalan kaki di AS, the Amerikan Volkssport Association.

  1. Bagi yang tidak biasa sarapan, bisa minum jus buah untuk mendapatkan sedikit kalori, mengingat semalaman perut habis puasa.
  2. Bagi yang biasa sarapan makanan berlemak, berserat, dan berprotein, tunggulah hingga 3-4 jam untuk pencernaan mengolah makanan tersebut, baru boleh berolahraga. Atau simpan makanan itu untuk disantap seusai berolahraga. Sebagai gantinya, pilih menu sarapan yang ringan saja seperti roti dan buah-buahan.
  3. Bila menu sarapannya ringan atau rendah lemak, lakukan 1-3 jam sebelum berolahraga. Anda akan mendapatkan manfaat dari kalorinya tanpa mengalami gangguan perut.
  4. Bila hanya memilih camilan berkarbohidrat seperti pisang, jus buah, yogurt rendah lemak, bisa disantap 30-90 menit sebelum berolahraga.

Berita Pertanian : Perajin Tahu dan Tempe Menjerit

JAKARTA. Kenaikan harga kedelai impor membuat perajin tempe di Jakarta menjerit karena kenaikan harga itu tidak bisa diikuti dengan kenaikan harga jual tempe. Akibatnya, keuntungan perajin kian merosot.

”Sekitar enam bulan lalu, harga kedelai impor kualitas terbaik masih Rp 5.800 per kilogram (kg). Sekarang harga kedelai sudah sampai Rp 6.600 per kg. Hampir setiap hari ada kenaikan harga,” ucap Kamuri (61), pedagang tempe di Jalan Utan Panjang III, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (8/2/2011).

Sementara harga jual tempe masih tetap, yakni Rp 20.000 per lonjor sepanjang 2 meter. Bila dirata-rata, satu kg tempe harganya Rp 3.000 dan Rp 5.000 untuk kualitas super.

Harga tempe tidak bisa naik karena daya beli masyarakat terbatas. ”Selain itu, persaingan perdagangan tempe semakin ketat. Kalau kami menaikkan harga tempe, pembeli bisa cari tempe dari tempat lain yang harganya lebih murah,” ujar Kamuri.

Persoalan serupa dihadapi perajin tempe dan tahu di sentra produsen tempe tahu di Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. ”Dengan harga kedelai normal Rp 5.500 per kg saja, pendapatan yang diperoleh perajin tahu berkisar Rp 60.000 per hari jika produksinya 100 kg. Kalau harga kedelai seperti sekarang, bisa-bisa mereka rugi, bahkan tidak produksi,” kata Ketua Primkopti Swakerta Jakarta Barat, Suharto.

Di wilayah Semanan terdapat sekitar 1.200 perajin tahu dan tempe. Dalam sehari mereka membutuhkan sekitar 60 ton kedelai mentah.

Pakan ayam

Sementara itu, beberapa peternak ayam broiler, pemasok ayam potong di pasar-pasar di Jakarta Selatan mengeluhkan tingginya harga pakan.

”Sudah sejak sekitar dua tahun lalu harga pakan terus naik. Kualitasnya juga makin enggak bagus,” kata Rohis, salah satu pemasok daging ayam di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Harga dedak berkualitas bagus tanpa campuran gilingan kulit padi untuk pakan ternak saat ini mencapai Rp 2.500-Rp 3.000 per kg. Tahun 2007-2008 harga dedak kualitas bagus masih berkisar di bawah Rp 2.000. Padahal, tambah Rohis, biaya pengadaan pakan biasanya ditambah asupan vitamin dan antibiotik yang mencapai 70 persen dari total biaya operasional peternakan ayam. (kompas)

Berita Pertanian : Petani Padi Kian Sulit Kembalikan Biaya Produksi

Padang. Nasib petani padi kini makin memprihatinkan akibat rendahnya harga gabah kering yang menyulitkan petani untuk mengembalikan biaya produksi.
"Nasib petani padi kini ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, ditindih pula dengan karungan beras impor, hingga nasib mereka memang amat tragis dan mengenaskan," kata Ismed Hasan Putro, Ketua Bidang Perdagangan DPN HKTI, di Padang, Rabu (9/2).

Menurut dia, kondisi yang memprihatinkan makin miris, apalagi di saat harga beras di pasar konsumen tinggi dan harga gabah kering yang dijual petani hanya berkisar Rp1.900-Rp2.500 per kg.

Dengan harga yang demikian rendahnya, katanya, tentu sulit bagi petani padi bisa mengembalikan biaya produksi.

"Bisa dipastikan untuk musim tanam berikutnya, petani akan makin tersandera oleh rentenir sebab petani sangat membutuhkan bibit dan pupuk," katanya daya beli mereka rendah akibat harga jual gabah yang saat ini kian anjlok.

Nasib petani padi, katanya, makin memiriskan karena tidak transparan dan konsistennya pemerintah dalam hal cadangan beras nasional hingga menimbulkan kecemasan mendalam terhadap nasib petani padi.

Diakui atau tidak, kebijakan pembebasan bea masuk nol persen atas beras impor semakin menegaskan posisi pemerintah dan posisi petani padi terus disisihkan. "Bahkan kebijakan impor beras dengan bea masuk nol persen menjadi fakta bahwa pemerintah memang tidak serius memikirkan nasib jutaan keluarga petani padi nasional dan lebih mengutamakan kepentingan para pemburu rente importir beras," katanya.

Karena itu, dua langkah yang harus dilakukan pemerintah adalah segera mencabut kebijakan bea nol persen atas beras impor. Selain itu, pemerintah juga harus transparan atas stok cadangan beras nasional.

Jika memang dianggap cukup, katanya, pemerintah harus segera menghentikan impor beras dan Bulog segera membeli gabah petani saat ini tengah panen raya. (ant)

Berita Pertanian : Pemerintah Kaji Penurunan BM Kedelai

DENPASAR. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Teddy Saleh mengatakan, pemerintah saat ini sedang mengkaji untuk melakukan penurunan bea masuk impor kedelai.

"Kajian ini dilakukan dalam upaya membantu masyarakat dan para pengusaha kecil menengah yang berbahan baku kedelai," katanya di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (10/2/2011).

Ia mengatakan, naiknya harga kedelai tersebut menyebabkan besarnya biaya produksi berbagai jenis produk yang berbahan baku kedelai. "Biaya produksi yang tinggi menyebabkan harga produk, seperti tahu dan tempe yang dilepas ke masyarakat juga melambung naik. Bila tidak dijual dengan harga tinggi maka pengusaha akan menderita kerugian," katanya.

Untuk itu katanya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Keuangan sedang melakukan kajian untuk menurunkan atau bahkan membebaskan biaya bea masuk impor kedelai ke Indonesia sehingga tidak terjadi lonjakan harga seperti saat ini.

Teddy mengatakan, selama ini harus diakui, persediaan produksi dalam negeri untuk kedelai tidak mencukupi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia terpaksa harus mengimpor.

Bahkan, kondisi di luar negeri juga mengalami hal yang sama karena terjadi penurunan produksi akibat faktor cuaca dan serangan penyakit. Penurunan produksi ini menyebakan naiknya harga kedelai di pasaran luar negeri. "Namun hal tersebut belum dirasakan dampaknya karena umumnya di negara-negara maju sudah mengatur kebutuhan dalam negeri," ucapnya.

Dikatakan, selain kajian untuk menurunkan bea masuk impor kacang kedelai, pemerintah juga akan mengoptimalkan produksi kedelai dalam negeri. "Selama ini produksi dalam negeri hanya mengandalkan daerah penghasil utama seperti Jawa dan Aceh. Padahal masih banyak daerah lain di Indonesia yang berpotensi untuk menanam kedelai," ujarnya.

Ia menyebutkan, produksi kedelai tahun 2010 defisit hingga 700 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi kedelai nasional tahun lalu turun menjadi satu juta ton karena perubahan cuaca yang ekstrim. "Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kedelai tahun lalu yang mencapai 1,7 juta ton, pemerintah harus mengimpornya dari dari berbagai negara," kata Teddy.

Impor dilakukan guna memenuhi kebutuhan dalam negeri. Harga kedelai saat ini meningkat menjadi Rp 8 ribu per kilogram (kg), yang sebelumnya hanya berkisar Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu per kg. (kompas)

Berita Pertanian : Akibat Virus, Ekspor Udang Sumut Turun

Medan. Penurunan nilai ekspor udang di Sumatera Utara (Sumut) masih terus terjadi akibat tingginya serangan virus. Padahal permintaan masih tetap ada, namun produksi yang menipis mengakibatkan pamor udang terus hilang.

Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Subdis Perdagangan Luar Negeri (PLN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, Fitra Kurnia, mengatakan, permintaan udang dari negara luar masih ada namun karena pasokan terbatas Sumut tidak mampu memenuhi semua permintaan buyer. "Kalau untuk ekspor udang memang terus turun, karena produksi lokal saja tidak mencukupi," ujarnya, Selasa (8/2) di Medan.

Berdasarkan data surat keterangan asal (SKA) nilai realisasi ekspor udang tahun 2010 mengalami penurunan hingga 8,56% dengan nilai US$10,133 juta dan volume 10.133 ton dibanding tahun 2009 dengan nilai US$ 79,077 juta dan volume 12.123 ton. Sedangkan untuk negara tujuan ekspor masih dikirim ke Amerika, Jepang, Itali, Hongkong, Perancis dan Belgia.

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, ekspor udang dan ikan Sumut mengalami penurunan sebesar 0,87% dengan nilai ekspor mencapai US$ 181,7 jura, sedangkan tahun 2009 sebanyak US$ 183,2 juta. "Buyer terbesar dari Sumut yakni Inggris dam Amerika Serikat dikhawatirkan akan beralih ke komoditi China. Apalagi, diketahui bahwa China mengandalkan harga murah," ungkapnya.

Kepala Sub Dinas Bina Produksi dan Teknologi Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut Robert Napitupulu mengatakan, serangan virus pada udang windu sebenarnya telah dilakukan. Tapi persoalannya semua aspek baik teknis, lingkungan dan sosial juga ikut bepengaruh.

"Penyebab virus dan penyakit nya sudah bisa diatasi, tapi masih diperlukan pencegahan dan perlindungan yang harus dilakukan masyarakat dan pihak terkait," katanya.

Perlindungan produksi dari serangan virus dibutuhkan dari pelaku-pelaku usahanya baik dari awal budidaya hingga masa pasca panen. Jadi, jangan berhenti dijalan, karena biasanya di seperempat perjalanan usaha, pelaku budidaya melupakan pencegahan datangnya virus.

"Dengan perubahan iklim dan lingkungan ini, seharusnya menjadi lebih efektif lagi bagi pelaku usaha untuk melindungi produksi budidaya udangnya terhadap penyakit dan virus yang datang," kata Robert.

Untuk penyebab utama serangan virus, lanjutnya, difaktori adanya pencemaran lingkungan dan masyarakat tidak cepat melakukan antisipasi. Padahal virus sangat sensitif menyerang produk hasil laut seperti ikan dan udang.

"Produksi udang naik, tapi tidak signifkan. Tahun ini kita harapkan produksi ikan dan udang rata-rata bisa naik sekitar 10 hingga 20 persen dari pencapaian produksi tahun lalu sebanyak 26.000 ton," harapnya.

Dimana, pembinaan teknis terus dilakukan di setiap Kabupaten/kota penghasil ikan dan udang. Selain itu, yang sifatnya informasi perbaikan akan disampaikan dan pemberian kredit usaha pada petani skala kecil sehingga bisa mengembangkan produksi budidayanya."Pelaku usaha skala kecil selalu terkendala modal dan ini menjadi prioritas utama pemerintah membantu dalam meningkatkan produksi termasuk udang," pungkasnya. (MB)

Berita Pertanian : Pasca Merapi, Pasokan Susu Turun


SLEMAN. Pascaerupsi Gunung Merapi pasokan susu ke sejumlah perusahaan melalui Koperasi Usaha Peternakan dan Pemerahan Kaliurang macet akibat turunnya produksi susu sapi perah hasil budidaya warga lereng Gunung Merapi.

"Saat ini produksi susu tiap hari menurun tajam dari sebelum erupsi Merapi sebanyak 6.000 liter kini hanya mencapai 900 liter saja dan hanya dijual ke sesama koperasi susu," kata Ketua Koperasi Usaha Peternakan dan Pemerahan (UPP) Kaliurang Sokimun, Kamis (10/2/2011).

Menurunnya populasi sapi akibat mati terkena erupsi membuat usaha peternakan sapi perah sampai saat ini tidak dapat berjalan sebagaimana diharapkan.

"Hasil perahan susu dari anggota kelompok ternak yang akan disetor ke perusahaan sebelumnya melalui proses penampungan dan pendinginan menggunakan empat unit alat pendingin susu segar (Cooling Unit), karena produksi sekarang ini sangat minim, keempat alat tersebut tidak difungsikan dan susu perahan hanya dijual ke sesama koperasi," katanya.

Dengan kapasitas produksi yang minim jika diproses sendiri rugi, karena biaya operasional termasuk listrik dan lainnya cukup tinggi sehingga untuk sementara pasokan ke perusahaan dihentikan.

"Anggota koperasi yang sudah aktif kini hanya mampu memproduksi sekitar 900 liter per hari, padahal untuk menyetor ke perusahaan kapasitas produksi minimal harus memiliki stok pasokan 3.000 liter per hari," katanya.

Sokimun mengatakan, untuk mencapai 3.000 liter saat ini harus menunggu tiga hingga empat hari, padahal penundaan pengiriman dapat mengakibatkan penurunan kualitas susu.

"Sebagai antisipasi kerugian yang lebih besar, hasil perahan terpaksa dijual langsung meskipun harga tiap liter susu lebih murah dibanding harga bila dijual di perusahaan," katanya.

Ia mengatakan, selain itu dua unit mobil tangki yang sebelumnya untuk operasional juga tidak difungsikan karena keterbatasan produksi.

"Karena itu bantuan modal usaha dan penambahan populasi masih sangat dibutuhkan agar usaha budidaya sapi perah di lereng Gunung Merapi ini bisa kembali pulih," katanya. (kompas)

Berita Pertanian : Musnahnya Burung Picu Punahnya Tanaman

Jakarta. Musnahnya spesies burung di dunia berdampak dengan rusaknya tanaman karena banyak tanaman yang bergantung pada burung untuk penyerbukan dan penyebaran bibit mereka.

Masuk akal jika populasi burung menurun akan berdampak pada spesies tanaman seperti musnahnya dua burung jenis bellbird (Anthornis melanura) dan stitchbird (Notiomystis cincta) di suatu semak belukar di North Island, Selandia Baru.

Bunga semak Rhabdothamnus solandir bergantung pada kedua burung tersebut untuk penyerbukan. Dave Kelly dari Universitas Canterbury di Christchurch, Selandia Baru dan rekannya membandingkan tanaman di North Island dengan tanaman cagar alam yang dirawat baik di tiga pulau kecil dimana burung-burung tersebut hidup.

Dibantu Tangan

Tim peneliti telah menyerbuk 79 tanaman di seluruh North Island dan di tiga pulau tempat cagar alam. Kemudian membandingkan buahnya dengan buah dari bunga yang belum tersentuh di lokasi tersebut.

Sekitar 70 persen dari bunga di North Island dan pulau-pulau kecil menghasilkan buah lantaran dilakukan penyerbukan. Tanpa bantuan ini, hanya 22 persen bunga di North Island yang menghasilkan buah. Jelas jauh jika dibanding dengan 58 persen di pulau cagar alam.

Buah di North Island rata-rata lebih kecil dan, secara rata-rata, menghasilkan kurang dari 84 persen bibit dibanding buah di pulau-pulau kecil. Hal itu menjadi tanda bahwa benih mereka tidak diserbuki secara maksimal.

Pengurangan produksi benih dipengaruhi oleh populasi Rhabdothamnus solandri, karena terdapat sedikit tanaman muda di North Island dibanding di pulau-pulau kecil itu.

Masih Ada Waktu

Kelly yakin hal itu dikarenakan kurangnya penyerbukan oleh burung. Pengamatan di lapangan menunjukan burung mengunjungi hingga 80 persen bunga dimana bellbird dan stitchbird masih berkembang, tetapi hanya seperempat dari bunga itu ketika burung-burung telah menghilang.

"Kepunahan tanaman cenderung lebih lambat dari hewan, karena tanaman hidup lebih lama," kata Kelly.

"Kami punya waktu untuk mengatasi hal itu," katanya, seperti menghitung ulang populasi stitchbirds dan bellbirds di North Island. Dia memperkirakan bahwa Rhabdothamnus solandri dapat hidup lebih dari 150 tahun.

"Ini benar-benar menarik," ujar Martine Maron, seorang ahli ekologi burung di Universitas Queensland di Brisbane, Australia. Burung bertanggung jawab untuk penyerbukan sebagian besar tanaman berbunga, "masalah ini mungkin terjadi di seluruh dunia," katanya.

"Ini bukan hanya tentang kehilangan satu spesies dari muka bumi," tambah Maron dikutip New Scientist. "Kehilangan spesies kunci dari wilayah lokal dapat menyebabkan keruntuhan ekosistem."(ant)

Selasa, 08 Februari 2011

Lowongan Kerja Pertanian Pebruari 2011

1. PT. Gagah Putera Satria adalah perusahaan multi nasional berbentuk corporate yang bergerak secara konglomerasi dengan melakukan difersifikasi usaha dibidang Perkayuan (Woodbase Industries), Logging, Hutan Tanam Industri, Perkebunan Kelapa Sawit (Palm Oil Plantation), Pabrik Kelapa Sawit Palm Oil Factory, Produksi Kelapa Sawit (CPO), Pertambangan Batu Bara (Mining), Hotel, Galangan Kapal (Dockyard), Pertambangan Batu Bara (Mining), Persewaan Alat Berat, Persewaan Lahan Batu Bara(Stock pile), Serta Jasa Pengurusan Dokumen membuka kesempatan berkarier sebagai :

Assisten Afdeling (Kode A – Afd)
(Kalimantan Selatan – Banjarmasin)

Responsibilities:

  • Mempersiapkan / menyusun kebutuhan tenaga kerja bulanan dan harian, meminta kebutuhan barang / bahan dan alat, membuat peta kerja program pemeliharaan.
  • Melaksanakan pekerjaan sesuai pedoman kerja.
  • Mengoptimalkan potensi produksi.
  • Melakukan pengawasan aktivitas terhadap pekerjaan pemeliharaan rutin (land clearing,nursery) dan proses panen sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan.
  • Membuat analisa data dengan metode dan alat yang sesuai dan menyampaikannya kepada manager untuk ditinjau dan disetujui.
  • Mengendalikan penanganan pemeliharaan dan panen sampai pabrik sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
  • Melakukan evaluasi terhadap pencapaian sasaran mutu pada setiap bulannya.

Requirements:

Pria

Umur maks 30 tahun

S1/DIII Pertanian Jurusan Agronomi, Ilmu Tanah

Berpengalaman pada jabatan yang sama minimal 2 tahun

Penempatan Sungai Danau

Kirimkan lamaran di sertai CV, copy ijazah, copy transkrip, foto berwarna segera email ke :

rekrutmen@gpsgroup.co.id



2. Citra Borneo Indah Group adalah sebuah group perusahaan swasta yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit terpadu yang berkantor pusat di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Dengan tim manajemen yang solid dan berdedikasi serta didukung oleh karyawan yang memiliki integritas dan semangat kerja yang tinggi, kami berkembang pesat sebagai perusahaan lokal daerah yang memiliki visi untuk menjadi perusahaan perkebunan yang terkemuka di Indonesia.

Sejalan dengan perkembangan perusahaan yang demikian pesat, kami membutuhkan beberapa tenaga keja sebagai berikut:


Asisten Kebun (Kode: AK)

Fungsi Pekerjaan:

  • Memimpin tim kerja lapangan yang terdiri dari beberapa mandor dan pekerja lapangan, untuk melakukan pekerjaan spesifik di lapangan, misalkan panen buah, perawatan tanaman, polinasi, dan lainnya.
  • Bekerja dengan target harian dan melapor kepada Assisten Kepala/Manager Estate.

Persyaratan :

  • Usia kurang dari 30 tahun dan berbadan sehat.
  • Minimal lulusan D3 Pertanian/Perkebunan dengan 2 tahun pengalaman setara, atau SMK Pertanian dengan 4 tahun pengalaman setara di perkebunan sawit.
  • Memiliki pengalaman sebagai Mandor Kebun.
  • Memiliki kemampuan untuk memimpin.
  • Ditempatkan di perkebunan/estate di wilayah Kalimantan Tengah.
  • Catatan: Lulusan baru S1/D3 Pertanian atau Perkebunan dipersilahkan mendaftar untuk dididik sebagai Trainee Asisten Kebun.

Peminat dapat mengirimkan Curriculum Vitae dengan melampirkan copy ijasah terakhir ke alamat sebagai berikut:

PT CITRA BORNEO INDAH
Jl. H Udan Said No.47, Pangkalan Bun
Kota Waringin Barat
Kalimantan Tengah – 74113
Up: Departemen SDM.

Atau email (hanya CV saja) ke: hrd@citraborneo.co.id

Hanya calon yang memenuhi syarat dan lolos seleksi administrasi yang akan diundang ke kantor pusat di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.


3. APRIL (Asia Pacific Resources International Holdings Limited) is one of the leading players in the global fiber, pulp and paper industry. Headquartered in Singapore, APRIL has principal fiber plantations and manufacturing operations in Indonesia.
APRIL develops over 50,000 ha of sustainable acacia fiber plantations each year integrating environmental conservation and social responsibility with economic objectives under a mosaic plantations landscape concept. It owns and operates one of the world’s largest pulp and paper mill complexes. The industrial site in Pangkalan Kerinci in Riau, Sumatera includes modern pulp and paper mills, an integrated chemical plant, and a power plant that generates all the energy for the complex and nearby town.
The pulp mill, with one of the biggest single production lines in the world, has a design capacity of more than 2.3 million tonnes per year. The paper mill has one of the world’s fastest fine paper machines, running maximum speeds of over 1,500 meters per minute.
The capacity of paper mill is more than 750,000 tonnes per year. PaperOne™ is APRIL’s flagship brand and available in at least 56 countries worldwide. It is made of ECF pulp produced from 100% plantation fiber.
For further information on APRIL, please refer to: http://www.aprilasia.com

Assistant Trainee

Qualifications:

  • Bachelor Degree in Agriculture / Forestry / Fishery / Marine / Industrial / Civil Engineering / Environment / Health & Safety
  • Minimum GPA 2.75 (Scale 4.00)
  • Good command in English (passive)
  • Willing to undergo a training period of 9 months followed by 3 years bond period with the company
  • Willing to work in our sectors / estates

For anybody who is qualified and interested, please submit your complete resume to:

fiber_recruitment@aprilasia.com


4. PT Aladdin Indonesia

Location: Jakarta

Job : Assisten Manager

Requirement :
  1. University Graduate - Food Technology
  2. Good in English (Oral and Written)
  3. Computer Literate
  4. Having experience at least 5 (five) years in Food Industry
  5. Strong Leadership , trust worthy, dedicated, ability to think a head and team player
  6. Familiar with Plan Production, SOP, ISO, HACCP & GMP
Please send complete CV, Recent Photo, salary not later than 10 days to:
PT ALADDIN INDONESIA
Jl. Pulo Buaran IV Kav. J5-J6, Kawasan Industri Pulogadung
Jakarta 13930, Telp. 021-4614312

via email : hrdpta@yahoo.co.id


5. PT Kalimantan Prima Services Indonesia is a multinational company that leads a forestry industry (HTI), chip mills projects and operations in East Kalimantan . Due to rapid business expansion, currently we are seeking for the highly motivated professionals to strengthen our team in the following positions:

MANAGEMENT TRAINEE (MT)

The ideal candidate will be able to smart learn and understand of Forest Planning/Plantation/Administration activities in Hutan

Tanaman Industri (HTI) with strong computer and organizational skills.

Requirements:

  • Age, Max. 25 years old.
  • Bachelor Degree in Agriculture or Forestry, Min GPA 2,75.

GENERAL REQUIREMENTS:

  • English and computer literate.
  • High motivation, trustworthy, discipline, teamwork, dynamic with good personality
  • Willing to work at Site Forestry, East Kalimantan .

Submit your application letter, comprehensive CV with recent photograph, and related certification in Ms 2003 or PDF version before 10th March 2011 to HRD Department of PT KPSI: recruitment@pacific-fiber.com or recruitment@kalimantan-prima.com PO BOX 570 East Kalimantan 76114. Please put the position code on e-mail subject or top right of the envelope and quote your salary expectation in your application letter. Only short listed candidate will be invited for test and or interview.




Berita Pertanian : Pemerintah Beri Petani Uang Tunai


Zubaedah (35), petani di Desa Manggahang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memanen padinya yang terendam banjir.

JAKARTA. Pemerintah memastikan bantuan bagi petani yang mengalami puso atau gagal panen tahun 2011 diberikan dalam bentuk pupuk, benih, dan uang tunai. Bantuan uang tunai tersebut diberikan sekadar mengganti uang tenaga tanam yang telah dikeluarkan oleh petani.

"Jadi sifatnya hanya membantu, ini bukan ganti rugi, sehingga belum tentu menutup seluruh kerugian yang dialami petani akibat kegagalan panen itu," ujar Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Rabu (9/2/2011).

Menurut Bayu, nilai total bantuan uang tunai yang disiapkan pemerintah adalah Rp 2 juta. Ini merupakan dana cadangan fiskal yang dialokasikan untuk kondisi darurat semata dalam APBN 2011.

"Jadi ini adalah dana yang kami harapkan tidak akan pernah dipakai, hanya berjaga-jaga. Dana Rp 2 juta itu hanya untuk anggaran bantuan tunainya saja, sedangkan bantuan pupuk dan benih dialokasikan dari anggaran terpisah," ujarnya.

Dasar hukum pendistribusian bantuan tunai ini ditetapkan dalam sebuah instruksi presiden (Inpres) yang sudah difinalisasi, tinggal menunggu tanda tangan presiden. Mekanismenya adalah setiap pemerintah daerah harus melaporkan adanya gagal panen di wilayahnya kepada pemerintah pusat.

"Jadi daerahlah yang mengawasi dan mengklarifikasi terjadinya puso. Kami belum menentukan besaran ganti ruginya. Yang jelas belum tentu sama besarnya dengan BLT (bantuan langsung tunai yang pernah disalurkan pada tahun 2006 sebagai bantalan untuk menjaga daya beli masyarakat yang tertekan akibat kenaikan harga BBM pada tahun 2005)," kata Bayu.

Berita Pertanian : Program Cetak Sawah akan Digulirkan

Jambi. Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Propinsi Jambi, akan menggulirkan program cetak sawah seluas 400 hektar pada 2011.
Dihubungi di Kualatungkal, Ibu Kota Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Selasa (8/2), Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat Amdani mengatakan, cetak sawah tersebut akan masuk dalam program bantuan sosial khusus petani. "Mulai awal tahun ini kami sudah cek beberapa lokasi dan sosialisasi langsung kepada masyarakat," ujar Amdani.

Dia menjelaskan, program tersebut akan digulirkan dengan mengirim langsung dana bantuan kepada masing-masing rekening kelompok petani yang berhak menerima. "Pencetakan sawah akan disesuaikan dengan usul petani. Dalam pengerjaannya akan diiringi oleh pendamping dari Dinas Pertanian. Jumlah keseluruhan mencapai 400 hektar," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, ada beberapa kriteria kawasan yang akan diubah menjadi lahan sawah baru. Salah satunya adalah status lahan yang tidak ada masalah atau dalam sengketa. Lahan tersebut juga layak untuk ditanami padi. (ant)

Berita Pertanian : Mengintip Warung Roti Bakar Beromzet Ratusan Juta

SHUTTERSTOCK Ilustrasi

Bandung. Bisnis roti bakar memang sudah biasa. Namun, belum tentu bisa bertahan lama. Madtari merupakan salah satu warung roti bakar yang cukup tua. Sejak 1999 hingga kini, Madtari masih memiliki pelanggan setia di Dago. Meski cuma warung roti bakar, Madtari bisa mencetak omzet ratusan juta.

Roti Bakar Edi boleh saja menjadi pilihan anak muda Jakarta menyantap roti di malam hari. Tapi di Bandung, Madtari bisa dibilang menjadi pilihan pertama untuk melahap roti bakar.

Madtari mengklaim sebagai roti bakar satu-satunya di Kota Kembang yang menggunakan selai blueberry. Menu roti spesial dengan campuran selai blueberry, kacang, dan taburan meses coklat membuat rasa roti bakar terasa asam manis.

Tidak hanya itu, rasa gurih dan asinnya didapat dari taburan keju yang menutup seluruh tumpukan roti. Pilihan lain adalah rasa roti keju susu dengan pelbagai macam pilihan rasa, seperti susu, coklat, kacang, dan roti rasa asin. Roti bakar rasa asin, yakni, roti dengan serutan keju pada tumpukan roti yang telah dibakar dengan taburan garam.

Makin larut malam, makin ramai pula pengunjung roti bakar Madtari di Jalan Dr. Oten 11, Dago. Salah satu kelebihan nongkrong di Madtari, selain santapan roti bakarnya, parkir dan tempatnya yang luas. Tidak perlu takut kehabisan tempat. Tak hanya memanfaatkan garasi gedung kuno berarsitektur gaya Belanda, setiap ruangan atau kamar telah disulap dengan kursi-kursi panjang berikut dengan meja. Tapi, dekorasi Madtari memang terbilang minim, tidak ada yang istimewa di warung roti bakar yang telah berdiri sejak tahun 1999 ini.

Menurut Manajer Madtari David Maidy, konsep layaknya warung kopi tetap dipertahankan. "Konsep seperti inilah yang membuat para pengunjung betah," kata David. Ia menambahkan, Madtari yang telah tiga kali berpindah tempat sudah terkenal sebagai roti bakar rakyat di Bandung.

Maksud roti yang merakyat: harga murah dan tempat yang apa adanya di pinggir jalan. Tengok saja, harga aneka roti mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 13.000 untuk menu spesialnya. Bosan dengan santapan roti, pisang bakar bisa jadi pilihan.

Pisang dibakar kemudian dilumuri selai sesuai selera dan tentu saja sebagai ciri khas dari Madtari, yaitu taburan kejunya. Harga pisang mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 10.000 per porsi. Jika malam telah tiba dan udara kian dingin, santapan yang lebih hangat kerap menjadi pilihan.

Misalnya saja, mi instan dengan telur plus minuman yang dapat menghangatkan tenggorokan. Wedang jahe kencod boleh jadi pilihan karena sudah pasti, selain dapat menghangatkan tubuh, juga mampu mengusir pusing. Harganya sudah pasti aman di kantong, mulai Rp 5.000 sampai Rp 11.000.

Menyasar konsumen kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai pelanggan, Madtari sukses meraup untung yang cukup wah. Setiap hari, Madtari menghabiskan 500 kg pisang dan 200 tangkup roti.

Di bulan biasa, omzet Madtari mencapai Rp 150 juta per bulan. Ketika musim libur, Madtari mampu mencapai omzet Rp 200 juta. Pendapatan yang besar ini didukung dengan pelayanan prima selama 24 jam.

"Meski makin banyak roti bakar di Bandung tapi Madtari tetap menjadi pilihan karena kami melayani dengan sungguh-sungguh." tutur David yang setahun belakangan ini mengaku, bisnis roti bakar kepunyaan pamannya ini kian pesat setelah berpindah tempat.

Dua cabang Madtari lainnya berlokasi di Dago, tepatnya Jalan Teuku Umar dan Jalan Suci. David bilang, tahun ini, Madtari hendak ekspansi ke Tasikmalaya.

Berita Pertanian : Kemitraan Budidaya Jamur
























Seorang warga memperlihatkan jamur tiram hasil budidaya yang siap dipanen saat dipamerkan pada acara program kemitraan untuk pengembangan masyarakat mandiri yang didukung oleh Frisian Flag Indonesia (FFI) di Kelurahan Gedong, Jakarta Timur, Selasa (8/2). Program kemitraan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan FFI dengan melakukan dukungan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat termasuk pelayanan kesehatan dan pendidikan, dan pembiayaan posyandu, pemeliharaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. (ant)

Berita Pertanian : Pasar Malaysia Minati Jamu Indonesia

Kuala Lumpur. Peminat produk jamu buatan Indonesia di negeri jiran Malaysia terus meningkat baik dari kalangan bawah, menengah hingga atas karena dinilai berkhasiat bagi kesehatan, harga yang kompetitif serta kian mudah dikonsumsi para penggunanya.

"Masyarakat Malaysia sudah semakin akrab dengan produk jamu buatan Indonesia,` kata Direktur Utama PT Sari Sihat (M) Sdn Bhd, Soepie Haji Ali, selaku distributor utama Jamu Air Mancur saat dihubungi di Kuala Lumpur, Senin.

Menurut dia, masyarakat Malaysia khususnya dari kalangan menengah ke atas kini semakin tertarik terhadap produk resep tradisional tersebut. Ini sejalan dengan perkembangan teknologi maka produk yang ditawarkan kian mudah untuk dikonsumsi.

`Konsumen semakin banyak pilihan dalam mengkonsumsi jamu yang mereka sukai. Mau minum dalam bentuk cair, serbuk, kaplet ataupun tablet. Jadi, konsumen tinggal pilih yang disukai," kata Soepie dengan menjelaskan Air Mancur sudah masuk ke Malaysia sejak 1980.

Animo masyarakat Malaysia terhadap produk-produk alamiah semakin tinggi termasuk untuk perawatan kesehatan bagi kalangan ibu-ibu baik sebelum dan setelah persalinan serta kesehatan untuk para bayinya.

"Permintaan untuk pil bersalin ataupun minyak telon untuk bayi terus meningkat," kata direktur pemasaran PT Sari Sihat, Kandi Rahayu Asih dengan menyebutkan bahwa saat ini produk air mancur sudah meluas hingga ke seluruh wilayah Malaysia.

Di Kuala Lumpur, khususnya di kawasan Chow Kit, banyak terdapat kedai-kedai yang menyediakan aneka produk jamu termasuk yang diproduksi oleh sejumlah perusahaan jamu di Indonesia.

Bahkan, di sebagian kedai tersebut juga menyediakan tempat untuk bisa langsung minum jamu. "Biasanya orang Indonesia ataupun Malaysia yang minum di sini, jamunya dicampur dengan telor dan madu," kata Siti, penjaga sebuah kedai di kawasan Chow Kit.

Dikatakannya, saat ini, aneka produk Air Mancur yang telah diluluskan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia mencapai 35 jenis dan diharapkan jumlahnya terus bertambah.

"Kami punya 100 jenis produk dan baru 35 jenis yang diluluskan. Ke depan kami berharap semakin banyak jenis yang diluluskan oleh pemerintah Malaysia untuk diedarkan di negeri ini," ungkapnya.

Sementara itu, jumlah ekspor aneka produk jamu Air Mancur tiap bulannya mencapai satu kontainer dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar.

"Jika melihat perkembangan permintaan konsumen baik dari masyarakat Malaysia ataupun dari warga Indonesia yang bekerja di sini, kami berharap jumlah dan nilai penjualannya bisa ditingkatkan," kata Kandi. (ant)

Berita Pertanian : Pangkalpinang Rawan Pangan

Pangkalpinang. Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), termasuk daerah rawan pangan, karena 100 persen ketersediaan pangan beras dipasok dari Pulau Jawa dan Sumatera, sementara tingkat kosumsi warga mencapai 45 ton per hari.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Pangkalpinang, Sukamto di Pangkalpinang, Rabu menyatakan, kondisi rawan pangan ini disebabkan kurang suburnya lahan sehingga pertanian padi dan jagung belum ada, sementara tanaman jenis ubi juga terbatas.

"Ketersediaan beras sebagai kebutuhan pokok warga rawan dan bisa terjadi kelangkaan apabila tersendatnya pasokan beras dari daerah sentra produksi beras dan memburuknya cuaca di perairan Babel yang mengakibatkan tidak beroperasinya kapal laut angkutan barang," ujarnya.

Ia menjelaskan, jumlah penduduk Kota Pangkalpinang mencapai 168 ribu jiwa dan rata-rata mengkosumsi satu hingga dua kilogram beras perhari, sehingga paling tidak dibutuhkan 45 ton beras per hari untuk kelangsungan hidup mereka.

Ia mengatakan, ketersediaan beras cukup mengkhawatirkan karena tingginya tingkat kosumsi beras warga seiring beras merupakan makanan pokok yang harus ada dan dikosumsi warga.

"Kita cukup mengkhawatirkan persediaan beras, karena beberapa daerah sentra produksi beras di Jawa dan Sumatera mengalami gagal panen akibat perubahan cuaca yang cukup ekstrem terhadap ketersediaan pangan di Pangkalpinang," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi rawan pangan khususnya beras, kata Sukamto, warga diimbau mengkosumsi pangan lokal seperti ubi kayu, ubi jalar, ketela dan lainnya sebagai makanan sampingan yang sehat dan mengurangi ketergantungan beras apabila terjadi kelangkaan beras tersebut.

"Kami mengharapkan warga untuk mengkosumsi ubi kayu, ubi jalar sebagai pengganti beras dan makanan sampingan untuk mengurangi kosumsi beras," ujarnya. (ant)

Berita Pertanian : Kombinasi Wisata Agro


SISA LONGSOR. Air terjun Lembang Saukang yang dahulu memiliki tujuh tingkat, kini tersisa tiga tingkat pascalongsor 2006 lalu. Lembang Saukang salah satu objek wisata andalan Sinjai.


LEMBANG
saukang tidak hanya menawarkan keindahan air terjun berarus deras dan tempat permandian semata. Objek pariwisata ini alam ini juga menawarkan wisata agro kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Daerah Tellulimpoe merupakan kawasan pengembangan buah-buahan dan perkebunan. Tanaman seperti cengkih, cokelat, vanili, hingga merica bisa dicari di sini. Hampir di sepanjang perjalanan dijumpai sederetan lahan perkebunan buah. Desa Sukamaju, tempat air terjun Lembang Saukang berada juga penghasil durian besar atau durian montong.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sinjai, Yasin Amin mengatakan, Pemkab Sinjai telah merancang RIPPDA untuk memaksimalkan kawasan Lembang Saukang. Melalui rencana induk pengembangan pariwisata daerah diharapkan potensi air terjun Lembang Saukang dan wisata agro lebih maksimal. Wisatawan tidak hanya berkunjung ke objek wisata di satu daerah saja, tetapi juga menikmati tujuan pariwisata alam di daerah lain.

"Dengan program ini, wisatawan yang datang ke Bantaeng, juga akan berkunjung ke Sinjai, begitu sebaliknya," kata Yasin.

Pembenahan infrastruktur jalan dan penataan kawasan obyek wisata mulai dilakukan. Menurut Yasin, pembenahan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran. Pemkab Sinjai berharap, objek wisata alam air terjun Lembang Saukang dilirik investor yang berniat mengembangkan pariwisata alam di Sinjai.
(Fajar)

Berita Pertanian : Wanginya Untung dari Kemangi

Mungkin tak semua orang mengenal kemangi, karena memang jenis sayuran yang satu ini tidak begitu familiar di tengah masyarakat khususnya masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Apalagi untuk mengonsumsinya dalam sehari-hari. Mungkin karena oramanya yang lumayan tajam.
Beda dengan masyarakat Sunda yang memang menyukai lalapan dan kemangi salah satu jenis sayuran yang mereka sukai. Namun, untuk saat ini kemangi sepertinya mulai banyak dilirik para pengusaha kuliner. Dan, itu pula yang menjadi salah satu faktor pendorong bagi Siti Aisyah untuk mengembangkan jenis sayuran tersebut.

Di atas lahannya yang hanya berukuran tiga rante atau sekitar 1.200 meter per segi, Siti Aisyah br Karokaro mengembangkan tanaman kemangi. Dan, komoditasnya itu sudah dikembangkannya sejak tujuh bulan yang lalu. "Kemangi tidak sulit ditaman begitu juga dengan perawatannya sangat mudah. Karena kemudahan itulah saya memilih kemangi untuk dikembangkakn apalagi sekarang pasarannya mulai banyak," aku Siti pekan lalu di kediamannya Jalan Kelambir V Gang Bilal Kelurahan Tanjung Gusta Medan.

Diakuinya, prospek keuntungan terlihat cerah dengan semakin berkembangnya usaha rumah makan yang menyediakan menu ayam penyet. Seperti diketahui, daun kemangi selalu menjadi pelengkap menu ayam penyet dan makanan sejenis lainnya.

Meski hanya memiliki luas lahan tiga rante tidak membuat perempuan berusia 40 tahun ini mengembangkan tanaman kemangi. Dari lahan tersebut, ia bisa mendapatkan sekitar 2.000 batang tanaman kemangi. Dan, bila musim panen tiba, ia bisa mendapatkan sekitar 200 ikat batang kemangi per hari. Masing-masing ikat berisi enpat batang kemangi dan itu dijualnya seharga Rp 1.000 per ikat.

"Panennya setiap hari, sekali menjual sekitar 200 ikat kemangi ke pedagang pasar Kampung Lalang Medan. Harga 4 batangnya hanya Rp 1.000. Jadi, perharinya saya bisa mengantongi uang sebesar Rp 50.000 dari penjualan kemangi tersebut," akunya.

Untuk permintaan daun kemangi, Siti mengakui tidak begitu sulit mendapatkan pembeli. Sebab ia hanya menjual daun kemanginya kepada pedagang di satu pasar saja sehingga uang Rp 50 ribu langsung bisa dibawanya pulang.

"Kalau mengikuti permintaan, setiap hari kami bisa mengutip dari tanaman yang sudah panen. Apalagi kalau di akhir pekan, permintaan daun kemangi banyak dan ini bisa dimanfaatkan mendapatkan uang lebih banyak lagi," jelasnya.

Ia yang memiliki lahan di Pasar IV Kelambir V Medan ini, awalnya mendapatkan bibit kemangi dari kampung halamannya di Kabupaten Dairi pada Juni 2011 lalu. Meski terjadi perubahan dalam memelihara tanamannya yakni harus sering menyiram air pada tanaman, daun kemangi juga harus benar-benar diperhatikan dari serangan ulat dan belalang yang dapat membuat daun busuk atau berlubang-lubang.

"Kalau di Dairi, tanaman kemangi dibiarkan saja sudah bisa tumbuh, tidak terlalu diperhatikan sekali, namun tidak ada pemasarannya. Tapi kalau di sini (Medan-red), kami sering menyiram tanaman agar terhindar dari kekeringan. Mungkin karena berubah iklim dan datarannya," jelas Siti.
Memang, lanjut dia, keuntungan dari menjual kemangi tidak banyak. Sebab, untuk panen kemangi membutuhkan waktu sekitar 6 minggu setelah sebelumnya biji disemai selama 2 minggu dan kemudian batang ditanami kembali. "Hanya butuh modal untuk beli pupuk untuk awal tanam dan obat semprot bila terdapat serangan hama. Tanaman ini tidak perlu modal yang banyak dan perawatan juga tidak terlalu sulit," jelasnya.

Untuk bibit, ibu tiga orang anak ini tidak harus membeli atau mengambil di kampung halamannya untuk tiap kali menanam. Tapi bisa diperoleh dari tanaman kemangi yang sengaja dituakan usianya untuk mendapatkan biji dan selanjutnya disemai kembali. "Jarang ada yang menjual bibit kemangi. Mungkin karena memang jarang yang mencari dan lagian bisa didapatkan dari biji tanaman sebelumnya," ucap Siti.

Menurutnya, keuntungan bisa saja diperoleh lebih banyak, asal lahan dapat diperluas. Keinginan mengembangkan tanaman kemangi dan memasarkannya diseluruh pasar Kota Medan sudah ada, tapi masih sulit dilakukan Siti karena terkendala modal membeli tanah.

"Lahan kebun yang kami pakai ini saja masih kami sewa pertahunnya. Kalau mau mengembangkan tanaman ini, maka perlu lahan yang luas lagi dan kami tidak memiliki modal untuk itu. Keuntungan dari menjual daun kemangi sekarang, ya cukup untuk menambah biaya kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak," imbuhnya seraya menambahkan suaminya hanya bekerja sebagai sopir Angkutan Umum.

Kondisi minimnya lahan, ternyata tidak membuat semangat Siti berhenti mengembangkan tanaman kemangi. Karena diketahuinya, permintaan pasar terhadap daun kemangi masih besar, apalagi dengan manfaatnya daun kemangi yang begitu banyak.

Seperti di Cina, kemangi biasanya dapat digunakan sebagai obat infeksi, sakit perut, gigitan ular, serangga, obat demam dan kanker. Bahkan banyak negara lainnya yang juga memanfaatkan tanaman ini sebagai obat tradisional.

Namun sampai saat ini belum banyak petani yang mengusahakan kemangi dalam skala besar, paling hanya di sepetak tanah saja. Ini dikarenakan nilai komersial sayur kemangi memang masih rendah.

"Harga jualnya relatif murah meski budidayanya juga cukup mudah," pungkas Siti.

Kemangi (Ocimum canum) yang banyak diusahakan adalah jenis lokal yang belum jelas nama/varietasnya. Penampilan tanaman ini cukup rimbun. Daunnya berwarna hijau muda. Bunga putih kurang menarik. Bila dibiarkaran berbunga maka pertumbuhan daun lebih sedikit dan tanaman cenderung cepat tua dan gampang mati.
Sebagai bagian dari keluarga selasih, kemangi dapat mengandung estragol, senyawa yang diketahui karsinogen (pemicu kanker) pada mencit. Walaupun pengujian efek pada manusia belum dilakukan, penggunaan berlebihan selayaknya dihindari.

Dan, hampir semua wilayah di Indonesia dapat ditanamai kemangi, karena syarat tumbuh tanaman ini tidak terlalu rumit. Dengan toleran terhadap cuaca panas maupun dingin, kemangi dapat dikembangkan di daerah dataran tinggi dan juga rendah meski nantinya akan terdapat perbedaan warna pada daun kemangi.

"Kalau di dataran tinggi, biasanya daun yang dihasilkan lebih hijau dibandingkan dengan yang ditanam di dataran rendah. Tapi tetap masih bisa tumbuh dengan rasa dan aroma yang sama," jelas Siti.

Untuk unsur tanah, memang diakuinya harus bersifat asam serta bila ada perbedaan iklim hanya mengakibatkan penampilan tanaman sedikit berbeda. Kemangi yang ditanam di daerah dingin seperti di kampungnya Kabupaten Dairi, menurut Siti memiliki daun yang lebih lebar dan lebih hijau. Sedangkan kemangi yang ditanamnya di daerah datarang rendah (Medan) memiliki daerah panas daun yang dihasilkan lebih kecil, tipis, dan berwama hijau pucat.

Menurut Siti, benih kemangi dapat diperbanyak dengan bijinya. Biji diperoleh dari buah kemangi yang masak di batang dengan ciri biji yang tua berwama hitam dan kering. Biji kemangi harus disemai terlebih dahulu sebelum ditanam selama 2 minggu. Tanah untuk persemaian diolah hingga gembur dan telah dicampur dengan pupuk urea.

Setelah itu, biji dapat ditaburkan dan ditutupi dengan lapisan tanah tipis-tipis. "Untuk tanaman yang sudah tumbuh di persemaian dan akan ditanam kembali di lahan, kalau bisa jangan terlalu rapat jaraknya dan biasakan mencabut tanaman yang lemah atau pertumbuhannya terganggu," jelasnya.

Penanaman kemangi biasanya ditanam dalam bedengan-bedengan yang berukuran 1-1 meter per segi dengan panjang sesuai ukuran lahan. Sebelum penanaman, bedengan diberi pupuk. "Jarak tanam kemangi jangan rapat atau bisa dengan ukuran 50 x 50 cm atau 60 x 60 cm. Lubang tanam dibuat kecil saja, yang penting tanaman muda bisa masuk dan tidak sesak," jelasnya.
Untuk pemeliharaan tanaman muda yang sudah di lahan, ungkap Siti perlu dicek apakah tumbuh dengan baik. Bila ada serangan ulat atau belalang yang dapat merusak daun kemangi, biasanya ia melakukan penyemprotan.

"Tapi cuma sekali dalam seminggu dan tidak banyak dilakukan penyemprotan. Serangan hama terhadap daunnya ini yang memang sangat diperhatikan karena sensitif terhadap gangguan. Kalau daunnya jelek atau berlubang, banyak yang tidak mau membeli," katanya.

Lebih jauh Siti menjelaskan, kemangi perlu mendapat tambahan pupuk yang banyak mengandung nitrogen, sepeni Urea. Unsur ini penting untuk merangsang pertumbuhan daun kemangi secara terus-menerus. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur 3 minggu dan pemupukan kedua saat tanaman berumur 5 minggu.

"Memang hama dan penyakit yang menyerang tanaman kemangi sangat sedikit. Bahkan petani kemangi sangat jarang melakukan penyemprotan insektisida. Penyemprotan ini harus dihindari karena dikhawatirkan residunya masih tertinggal di daun yang dipanen rutin," ungkapnya.
Meskipun demikian, kata Siti, bila ditemukan ulat yang menyerang daun kemangi dalam jumlah besar, dapat dilakukan pengendalian dengan insektisida.

Untuk masa panen dapat dilakukan setelah tanaman berumur sekitar 6 minggu setelah ditanam. Dan, daun kemangi sudah bisa dipetik pada daun-daun muda seperti melakukan pemetikan pucuk teh. Pemetikan akan merangsang pertumbuhan cabang-cabang baru yang memungkinkan lebih banyak tunas baru tumbuh. Tunas-tunas baru ini dapat dipanen pada periode panen berikutnya. Panen pucuk kemangi dapat dilakukan hingga tanaman berumur tua.

"Kalau ingin mengambil biji nya, bisa memisahkan tanaman yang khusus untuk diambil bijinya sebagai bibit. Dengan cara ini, tanaman yang hendak diambil pucuknya tak terganggu produktivitasnya. Biasanya kemangi dipetik sepanjang 15 cm dan untuk dipasarkan disatukan dalam ikatan kecil berisi 4 batang saja," tutur Siti.

Kemangi bukanlah tanaman yang asing bagi masyarakat Indonesia. Tumbuhan ini relatif mudah dijumpai, bisa di halaman rumah, kebun, ladang bahkan di pinggir jalan. Namun kebanyakan orang hanya tahu kalau kemangi cocok digunakan sebagai lalapan, atau campuran masakan sayur pepes, karedok atau lalapan mentah dan lalap dalam menu ayam penyet.
Padahal kemangi dapat juga digunakan sebagai pengobatan segala penyakit. Dengan mengandung banyak senyawa yang berkhasiat bagi tubuh.

Selain ingin mencari keuntungan dari menanam dan memasarkan kemangi, namun Siti mengakui manfaat kemangi masih sangat banyak. Konon dipercaya, kemangi dapat memperpanjang masa hidup sperma, mencegah kemandulan dan menurunkan kadar gula darah. Kemangi juga kaya akan beta karoten dan magnesium, mineral penting yang berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan jantung.

Kemangi merupakan salah satu tumbuhan sayuran yang mempunyai aroma yang khas. Apalagi kalau daunnya dipadukan sebagai pengharum dan penyedap sambal terasi. Jelas akan menambah selera makan.

Kandungan dan manfaat daun kemangi mempunyai daya penenang dan mengeluarkan gas-gas dari tubuh. Daunnya juga sering dipakai untuk bumbu hidangan daging ataupun ikan. Kemangi juga mengandung zat minyak atsiri, protein, kalsium, fosfor, besi, belerang, dan lain-lain.

Untuk bagian tumbuhan yang dapat digunakan yakni daun, biji dan akar. Ini berguna mengatasi penyakit-penyakit. Untuk bau badan dan bau keringat misalnya, dengan menumbuk halus daun, biji dan akar kemangi secukupnya lalu diseduh dengan air panas sebanyak 1 gelas. Air seduhan tadi disaring lalu ditambahkan gula secukupnya lalu diminum pada pagi dan malam hari. Sedangkan untuk menghilangkan bau mulut dan badan lesu, daun kemangi dapat dimakan langsung sebagai lalapan.

Ditinjau dari nilai gizi dan manfaatnya sungguh luar biasa. Dahulu di kalangan orang tua zaman dahulu, daun kemangi dicampur dengan bawang merah dan minyak telon, sering digunakan untuk mengatasi perut kembung atau masuk angin. "Cukup dengan meremas daun yang sudah dicampur minyak telon dan mengoleskannya pada bagian perut, dada dan punggung," jelas Siti.

Bahkan katanya, kemangi juga sangat berkhasiat bagi organ seksual pria dan wanita. Kemangi diyakini dapat mengatasi ejakulasi dini pada pria dan dapat mempermudah ereksi. Sedangkan untuk wanita, kemangi diyakini dapat membunuh jamur penyebab keputihan dan mampu merangsang pematangan sel telur serta dapat menunda monopause. "Tapi memang sudah jarang yang mau menggunakan kemangi untuk pengobatan seiring berkembangnya zaman dan teknologi," tuturnya. (MB)

Berita Pertanian : Anggaran Budidaya Perikanan Capai Rp 1 Triliun

Jakarta. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, anggaran untuk sektor perikanan budi daya mencapai Rp1 triliun pada 2011 meskipun sejumlah pihak menilai anggaran budi daya tidak mungkin mencapai jumlah itu.
"Pada 2011 kami mendapat anggaran Rp1 triliun untuk budi daya," kataFadel dalam diskusi "Outlook Perikanan 2011" di Jakarta, Senin(7/2).

Fadel mengungkapkan, beberapa pihak bahkan di dalam jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menganggap anggaran itu tidak mungkin diperoleh karena biasanya hanya sekitar Rp200 miliar setahun.

Meski mendapat tantangan, Fadel tetap berupaya mendapatkan anggaran budi daya itu dengan membahasnya antara lain bersama DPR. Hal tersebut dilakukan karena sejak menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, dirinya ingin produksi perikanan tangkap yang selama ini lebih besar bisa dibalik sehingga jumlah produksi perikanan budi daya yang menjadi lebih besar. "Saat ini mesti dimulai berpikir budi daya ikan adalah industri," katanya.

Sementara itu, Plt Dirjen Perikanan Budi Daya Ketut Sugema mengatakan, sejumlah kendala yang dihadapi dalam meningkatkan produksi perikanan budi daya adalah inflasi, harga pakan yang terus meningkat, perubahan iklim, isu lingkungan, dan permodalan atau akses kepada bank terhadap pembudidaya yang masih sulit.

"Peningkatan produksi dapat diwujudkan apabila terdapat ketersediaan dana, kesamaan derap langkah (pusat dan propinsi serta kabupaten/kota), komitmen bersama pemerintah dan pemangku kepentingan, dukungan pemasaran dan pengolahan, serta dukungan kementerian/sektor lain," kata Ketut Sugema.

Produksi perikanan 2010 mencapai 10,83 juta ton atau meningkat sebesar 10,29 persen dibanding 2009 yang sebesar 9,82 juta ton. Pada 2011, KKP menargetkan sasaran produksi ikan sebesar 12,26 juta ton atau meningkat 13% dari produksi 2010. (ant)