Kamis, 29 Maret 2012

Berita Umum : "Seharusnya Atasi Kebocoran Anggaran Bukan Naikkan BBM"

BANDUNG. Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB) mengungkapkan kelemahan pemerintahan SBY-Boediono dalam mengatasi membengkaknya subsidi BBM.

Menko Bidang Eksternal KM ITB Dani Ramadhani Pratama mengungkapkan, seharusnya pemerintah memiliki solusi yang cerdas dan simpatik.

"Sebenarnya banyak alternatif lain daripada harus menaikkan BBM. Pemerintah kan ingin hemat anggaran, tapi tiap tahunnya 30 persen anggaran kita bocor. Seharusnya pemerintah benahi kebocoran di internalnya," ungkap Dani di Bandung, Jumat (30/3/2012).

Contohnya, kasus pengemplang pajak Dhana yang hanya segelintir saja dari kebocoran anggaran. Lalu hal kecil lainnya, jika ingin menghemat BBM aparatur pemerintah harusnya menjadi teladan bagi masyarakat dengan tidak memakai kendaraan mewah yang cc-nya besar. Sebab, memakai mobil CC-nya besar akan pakai BBM besar pula.

Lanjut Dani, jika bentuk-bentuk kebocoran negara dibenahi, anggaran misalnya bisa dipakai untuk infrastruktur dan subsidi. Misalnya untuk menyiapkan konversi dari BBM ke gas, sehingga stasiun pengisian gas bisa dibangun di mana-mana.

"BBM memang tidak perlu dinaikan tapi perlu dihemat. Saat ini kita mengalami defisit minyak, konversi BBM ke BBG memang perlu. Dananya itu tergantung bagaimana pemerintah mengatasi kebocoran anggaran, bukan menaikkan harga BBM bersubsidi," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar