Sabtu, 05 November 2011

Impor Pangan Masih Berpengaruh bagi Indonesia

Jakarta. Pengamat pertanian Khudori mengatakan, aspek ketahanan pangan yang masih rawan sangat berpengaruh bagi Indonesia terutama karena terdapat beragam komoditas yang masih bergantung kepada impor.
"Indonesia boleh dibilang tidak terlalu aman untuk kondisi pangannya," kata Khudori ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (4/11).

Apalagi, Khudori menjabarkan bahwa dibanding tahun 2010 lalu, hasil statistik pada tahun 2011 ini juga menunjukkan terjadi potensi penurunan jumlah produksi tanaman pangan seperti beras dan kedelai serta perkiraan menipisnya jumlah cadangan beras.

Namun, ujar dia, masih berpengaruhnya impor pangan bagi Indonesia juga masih dilanda sejumlah ketidakpastian seperti kontrak impor beras yang dilakukan Bulog dari Thailand yang hingga kini masih dilanda banjir besar di sebagian wilayahnya. "Akibat banjir, Thailand juga kehilangan satu musim tanam," katanya.

Ia juga menuturkan, Indonesia juga memiliki kontrak impor beras dengan Vietnam tetapi hal itu juga masih dipenuhi ketidakpastian karena kondisi yang sama juga melanda Vietnam tetapi tidak separah Thailand.

Khudori juga memaparkan, selain beras, terdapat sejumlah komoditas di mana Indonesia masih bergantung kepada impor seperti gandum sebanyak 100%, garam 50%, gula dan kedelai masing-masing 30%.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertanian pada tahun 2011 ini menargetkan melakukan pengembangan lumbung pangan masyarakat sebanyak 692 unit untuk mengurangi dampak kerawanan pangan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Ahmad Suryana di Jakarta, Jumat (28/10) mengatakan, pengembangan lumbung pangan masyarakat, merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di daerah rawan pangan.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengembangkan cadangan pangan masyarakat untuk mengantisipasi masa panen maupun masa paceklik, selama tiga tahun. "Nantinya warga desa bisa meminjam pangan di lumbung desa tersebut," katanya.

Dalam mempercepat fungsi cadangan pangan tersebut, tambahnya, diusulkan adanya dukungan pembangunan/rehabilitasi fisik lumbung dari APBN, serta dipadukan dengan pemanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pertanian. (ant)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar