Selasa, 08 November 2011

Berita Pertanian : Panen Hibrida di Pasuruan



















PASURUAN
- Menteri Pertanian Dr. Ir. Suswono, MMA bersama puluhan anggota Kelompok Tani Rukun Tani di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, melakukan panen raya Varietas Padi Sembada 168 pada lahan seluas 10 hektar. Dari hasil ubinan, panen kali ini menghasilkan 6,45 kg atau setara dengan 10,32 kwintal per hektar gabah kering atau 89,28 kwintal per hektar gabah giling.

Varietas Padi Sembada 168 ini memang memiliki keunggulan dibandingkan varietas lainnya seperti pontensi produksi lebih tinggi, posisi tanaman tegak dan ketahanan terhadap hama penyakit lebih tangguh. Dalam kesempatan itu, Bupati Pasuruan, Dade Angga menjelaskan bahwa Kabupaten Pasuruan memiliki potensi lahan yang sangat strategis terdiri dari sawah seluas 39.323,9 Ha, pekarangan 9.165,62 Ha, Tegal 44.516,34 Ha dan hutan 27.808,33 Ha. Potensi tersebut semakin terlihat dengan adanya dukungan Pemerintah Pusat melalui program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu produk tanaman pangan dan holtikultura serta berbagai bantuan mulai dari alsintan hingga bibit tanaman kedelai, jagung hibrida, padi hibrida dan non hibrida untuk 431 kelompok tani, 327 desa dan 24 kecamatan.

“Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat,” ungkap Dede. Sementara itu, Mentan mengaku senang dengan hasil panen padi hibrida kali ini sebab pertanaman padi hibrida dinilai memiliki banyak kendala dalam budidayanya, apalagi pada kondisi iklim yang kurang bersahabat pada akhir - akhir ini. "Namun hal itu tidak berlaku bagi kelompok tani Rukun Tani yang dapat melakukan panen dengan sukses dan mendapatkan produktivitas tinggi. Hal ini membuktikan bahwa padi hibrida dapat dibudidayakan secara baik di Indonesia," jelas Mentan.

Lebih lanjut Mentan mengatakan bahwa padi hibrida merupakan salah satu hasil inovási teknologi maju, untuk menjawab tantangan makin meningkatnya jumlah permintaan beras, sementara lahan sawah terus berkurang sehingga peningkatan produksi harus dilakukan melalui peningkatan produktivitas.

Mentan menghimbau kepada semua kelompok tani untuk melakukan penanganan yang intensif terhadap padi hibrida ini, yaitu pemupukan secara maksimal, pengairan dan pembasmian terhadap hama. Selain itu, Mentan berpesan agar varietas hibrida ini harus dibuat di dalam negeri. Pada kunjungan ini, Mentan juga menyerahkan bantuan berupa benih kepada beberapa kelompok tani yang memenangkan lomba ubinan. Sumber: Biro Umum dan Humas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar