Rabu, 09 November 2011

Berita Pertanian : Pemerintah Didesak Tunda Impor Gula
















JAKARTA.
Rencana pemerintah yang akan mengimpor gula sebanyak 269.618 ton tahun depan harus ditunda, karena alasan produksi gula tahun 2011 mengalami penurunan dinilai Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) tidak tepat.

"APTRI meminta pemerintah agar menundanya dengan alasan harus dihitung dulu stok gula di pasar termasuk gula rafinasi yang beredar di pasaran dan ex-gula selundupan," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pembina Nasional APTRI M Nur Khabsyin dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Selasa (8/11).

Ia menegaskan saat ini stok gula melimpah, hal ini dibuktikan pasar gula lesu dan harga gula tani di kisaran Rp 8.300-8.500/kg. Hal ini dikarenakan maraknya peredaran gula rafinasi di beberapa daerah, khususnya Kalimantan, Sulawesi, Bali dan NTB. "Ini sangat merugikan petani tebu, dampaknya harga gula tani turun. Saat ini harga gula tani Rp 8.300-8.500/kg tidak beranjak naik. Padahal musim giling sudah hampir selesai," jelasnya.

Padahal, pada tahun lalu harga gula mencapai Rp 9.500 /kg. Ini berarti petani mengalami kerugian Rp1,4 triliun, dengan perhitungan selisih harga Rp 1.200/kg X 1,2 juta ton gula petani. Disamping itu ada kerugian karena penurunan produksi gula sebesar 20% atau 200.000 ton gula X Rp 8300= Rp. 1,7 triliun.

Oleh karena itu Nur menegaskan APTRI mendesak pemerintah untuk segera mengumumkan audit distribusi industri gula rafinasi. Hal ini untuk memastikan kebutuhan riil gula rafinasi yang diserap makanan dan minuman. "Harus ada sanksi yang tegas bila ada yang melanggar," tegasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar