Kamis, 05 Januari 2012

Berita Pertanian : Bulog Optimistis Serap Beras Petani















JAKARTA.
Tekad pemerintah untuk tidak mengimpor beras tahun ini sejalan dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) yang optimistis dapat menyerap beras dari petani.

"Impor ini kan dilakukan karena kurangnya stok produksi. Tapi kalau ada kelebihan produksi oleh petani, dan ini menjadi target Kementerian Pertanian (Kementan), Bulog siap menyerapnya," ujar Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso ketika dihubungi Media Indonesia

Sutarto menuturkan, Kementan menargetkan peningkatan produksi pada tahun ini hingga 72 juta ton gabah kering giling (GKG). Jumlah ini meningkat 7 juta ton GKG ketimbang tahun 2011 lalu produksi GKG hanya mencapai 65 jutan ton.

"Dengan proyeksi 7 juta ton, sebagian diserap karena peningkatan penduduk dan masih ada sisa, ini dapat diserap Bulog."

Penyerapan Bulog ini, menurut Sutarto, berkaitan dengan besaran subsidi yang dijamin pemerintah.

"Selama pemerintah menjamin subsidi tidak ada masalah dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk penyerapan Bulog. Subsidinya sudah dihitung, Rp 17 triliun untuk penyaluran raskin oleh Bulog," kata Sutarto.

Sutarto mengungkapkan, Bulog tidak pernah berniat mengimpor beras dari negara manapun. Impor pada 2011 terjadi, lanjutnya, lantaran adanya gangguan produksi pada 2010 untuk cadangan 2011. Karena gangguan produksi terjadi, stok pun kurang.
"Pemerintah ingin impor dan Bulog melaksanakan. Jadi, Bulog tidak berniat dari awal untuk impor," tegas Sutarto.

Sutarto menambahkan, bila stok produksi di dalam negeri cukup dan berlebih maka Bulog tidak perlu melakukan impor. Impor dilakukan bila dibutuhkan karena cadangan beras Bulog tidak mencukupi.

Saat ini, sambung Sutarto, Bulog tidak memiliki kesepakatan impor beras dengan Thailand dan Vietnam maupun negara manapun seperti pada 2010 lalu. Namun, pada Februari mendatang, Sutarto mengatakan, bakal masuk beras dari India sejumlah 250 ribu ton.

"Beras impor dari Vietnam sudah hampir seluruhnya masuk ke Indonesia. Dari total impor 1,2 juta ton beras Vietnam, sekitar satu juta ton di antaranya sudah masuk ke gudang Bulog. Sisanya masuk pada Januari atau Februari 2012," tutur Sutarto.

Memang, Pemerintah menetapkan batas waktu pemasukan beras impor pada 20 Februari 2012 karena diperkirakan panen raya sudah dimulai akhir Februari 2012. Jumlah beras yang sudah ada di gudang Bulog saat ini pun sebanyak 1,3 juta ton.

Bulog sendiri menargetkan pengadaan sekitar 4 juta ton. Sutarto merinci, sebanyak 3,6 juta ton berasal dari public service obligation (PSO) dan sisanya 400 ribu ton dari komersial.

Sementara itu, Kementan pun optimistis menargetkan produksi 72,06 juta ton GKG atau setara 40 juta ton beras pada tahun ini.
"Pada tahun 2012, kami menetapkan target produksi beras itu sekurang-kurangnya adalah 70 juta ton GKG. Sekurang-kurangnya 70 juta ton tapi kami berharap bisa mencapai 72,06 juta ton GKG atau setara 40 juta ton beras," ujar Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, Kamis (5/1).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar