Jumat, 13 Januari 2012

Investasi Pertanian Belum Signifikan Tingkatkan Produksi

Jakarta. Pemerintah mengakui bahwa investasi untuk berbagai program pembangunan pertanian yang sepanjang 2011 nilainya mencapai Rp17,6 triliun belum berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi pada sektor tersebut.
Saat membuka rapat kerja nasional pembangunan pertanian 2012 di kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Rabu (11/1), Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan capaian produksi berbagai komoditas prioritas secara umum bahkan mengalami sedikit penurunan selama 2011.

Menurut angka ramalan III Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi selama 2011 hanya sekitar 65,39 juta ton gabah kering giling (GKG) atau lebih rendah 1,63 persen dibandingkan dengan produksi 2010.

Sementara produksi jagung diperkirakan menurun 5,59% dari 2010 menjadi 17,2 juta ton pipilan kering dan produksi kedelai sebesar 870 ribu ton biji kering, atau 4,08% lebih rendah dibanding produksi 2010. Sebanyak 447,3 ribu hektare areal perkebunan tebu di berbagai wilayah, pada 2011 juga hanya mampu menghasilkan 2,23 juta ton gula kristal putih atau 82,59% dari target yang telah ditetapkan pemerintah.

"Padahal kalau rendemen tebu bisa sampai 10 persen saja produksi gula bisa lebih dari empat juta ton. Masalah-masalah ini perlu dicarikan jawaban," kata Suswono. Dari berbagai komoditas utama pertanian, hanya produksi daging ternak yang menunjukkan peningkatan. Menurut data pemerintah, produksi daging ternak lokal tercatat 292,45 ribu ton pada 2011, meningkat cukup tajam dibandingkan 2010 yang hanya sebanyak 195,82 ribu ton. "Berbagai upaya telah kami tingkatkan selama 2011, namun angka-angka produksi tersebut memberikan sinyal bahwa kualitas pelaksanaan kegiatan belum memuaskan," kata Mentan. (ant)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar